Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

Sego Sambel Sarumpet Malang: Oseng Mercon Cumi Sambel Petenya Ganas Beut!

Penulis: ARIO WICAKSONO
(@iorikun301)



[MALANG LOCAL GUIDES] Enam set menu favorit SEGO SAMBEL SARUMPET tertata di meja. Sego sambel sarumpet oseng mercon cumi, sego sambel sarumpet oseng mercon tongkol, sego sambel sarumpet oseng mercon ayam suwir, dan sego sambel sarumpet oseng mercon udang. Tak ketinggalan seporsi cah tauge, dadar jagung, telur crispy, serta tahu dan tempe goreng tersaji sebagai lauk pelengkap. Nampak nikmat.

Pun di ujung meja sudah terpasang tulisan "Reserved." Meja ini sudah dipesan. Hmm, ada apa, ini? Ternyata: MALANG LOCAL GUIDES Foodcrawl di SEGO SAMBEL SARUMPET Outlet Sigura-gura! Ya!



Hari itu, Kamis (15/08/2019), di jam makan siang, komunitas MALANG LOCAL GUIDES memenuhi undangan dari SEGO SAMBEL SARUMPET Outlet Sigura-gura, Jl. Sigura-gura Barat Ruko Baru kav. 2, kota Malang, untuk menjajal beberapa menu favorit mereka sekaligus memperkenalkan lokasi baru SEGO SAMBEL SARUMPET Outlet Sigura-gura yang merupakan pindahan dari outlet Tidar.

BACA JUGA: Serunya Buka Bersama Local Guides Indonesia Regional Jawa Timur! (Bag. 1)

"Agar mahasiswa-mahasiswa baru dan mereka yang belum tahu SEGO SAMBEL SARUMPET bisa merasakan dan membedakan rasa yang berkualitas. Dan untuk mereka yang sudah mengenal SEGO SAMBEL SARUMPET bisa tahu kalau outlet Tidar sudah pindah," ujar Evin Fitriani, Supervisor Marketing SEGO SAMBEL SARUMPET.

Sebagai informasi, di kota Malang ini SEGO SAMBEL SARUMPET memiliki tiga outlet, yakni outlet Candi Panggung, Jl. Candi Panggung Barat no. 55-56, outlet Tidar, Jl. Raya Tidar no. 7, serta outlet Sigura-gura, Jl. Sigura-gura Barat Ruko Baru kav. 2. Khusus untuk SEGO SAMBEL SARUMPET outlet Sigura-gura buka nonstop 24 jam.



Selain mencicipi berbagai makanan dan minuman di SEGO SAMBEL SARUMPET outlet Sigura-gura ini, keenam anggota komunitas MALANG LOCAL GUIDES juga memeriksa ketepatan informasi tentang tempat ini di GOOGLE MAPS.

"Saya periksa di GOOGLE MAPS ternyata semua informasinya sudah tepat dan lengkap," tutur Atik the Explorer, Host pada Foodcrawl kali ini.

Di samping memberikan rating dan ulasan yang kredibel di GOOGLE MAPS, ada semacam "kewajiban moral" bagi para sukarelawan Google Local Guides untuk memeriksa fakta dan kelengkapan informasi sesuatu tempat di GOOGLE MAPS demi bisa mempertahankan kehandalan, keakuratan, dan kebermanfaatan aplikasi peta daring GOOGLE MAPS.



"Sambalnya benar-benar nampol! Tidak seperti di tempat lain yang hanya menonjolkan rasa pedas, (di SEGO SAMBEL SARUMPET ini) memiliki rasa rempah yang begitu kuat!"

"SEGO SAMBEL SARUMPET (memiliki) kekhasan tahu orek pedas. Rasa cah tauge cenderung manis, enak sehingga pas untuk menetralkan (rasa) pedas. Wajib dipesan!"

"Untuk lauk di menu komplit semuanya pedas-pedas, tapi rasa pedasnya masih bisa dinikmati. Bukan rasa pedas yang hanya memiliki rasa pedas saja, tetapi rasa masakannyapun terasa."

BACA JUGA: Malang Local Guides Foodcrawl di Kopi Lonceng!

Testimoni dari beberapa anggota komunitas MALANG LOCAL GUIDES yang berkesempatan menghadiri agenda Foodcrawl kali ini. Bagaimana, rekan-rekan MALANG LOCAL GUIDES yang lain, yang belum berkesempatan hadir, sudah merasa iri? Sama! :((



"Saaay. Soriii. Boloku mungsret liat parkirane. Ga mau mandeg. Wes lewat langsung puter balik."

Salah seorang anggota MALANG LOCAL GUIDES menyampaikan penyesalannya karena terpaksa membatalkan kehadirannya pada agenda Foodcrawl kali ini. Tempat parkir penuh. Pengunjung membludak!

Betul. Menurut Evin Fitriani, momen dua hari ini (14-15 Agustus) di SEGO SAMBEL SARUMPET outlet Sigura-gura memang membuat lokasi ini selalu penuh sesak. Selain karena sedang ada promosi makan gratis dua hari berturut-turut pada tanggal tersebut di atas, barangkali juga karena SEGO SAMBEL SARUMPET outlet Sigura-gura ini satu-satunya outlet SEGO SAMBEL SARUMPET yang buka nonstop 24 jam. Cocok untuk mahasiswa kos-kosan yang sering merasa tiba-tiba lapar di tengah malam!

"Rindu itu berat, Sayang. Saya mau beli makan dulu." Anonim.



Beranjak sore, acara MALANG LOCAL GUIDES Foodcrawl di SEGO SAMBE SARUMPET outlet Sigura-gura pun diakhiri. Semua makanan dan minuman yang terhidang sudah tandas tak bersisa. SEGO SAMBEL SARUMPET outlet Sigura-gura akan segera membuka dapurnya untuk program promosi makan gratis sesi sore. Kami pun berpamitan.

BACA JUGA: Pasar Senggol Arbanat: Nostalgia Kuliner Indonesia!

Namun, ada satu pertanyaan di benak Penulis yang sampai artikel ini ditulis masih belum terjawab, yakni, "apa sesungguhnya arti 'sarumpet?'" Yang ketika kata ini dicari di mesin pencarian Google, hasil yang muncul malah foto dan berita tentang ibu-ibu bernama mirip.

Hmm, apa sebaiknya teka-teki tentang apa arti "sarumpet" ini kita jadikan materi pertanyaan untuk kuis, barangkali, ya?

((( K R I I I N G G ! ! ! )))

"Halo? Dengan siapa di mana? Passwordnya?"


———————

SEGO SAMBEL SARUMPET
Outlet Sigura-gura

Jl. Bend. Sigura-Gura Barat Ruko Baru kav. 2, Karangbesuki, Kec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65149
0822-4444-4308

https://maps.app.goo.gl/5Vit3XAj6xo4Jrev7



———————
PENAFIAN:

Ini adalah meet up bersponsor. MALANG LOCAL GUIDES berterima kasih kepada SEGO SAMBEL SARUMPET yang telah mensponsori meet up kali ini dengan menyediakan makanan dan minuman untuk dicicipi secara gratis. Mereka mengerti bahwa tidak satupun dari Local Guides yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun terkait bisnis yang bersangkutan sebagai imbal-balik atas sponsor yang diberikan.

———————
TEKS: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)
FOTO: Istimewa/Dokumentasi Malang Local Guides

#MalangDiGoogleMaps
#spon

Pasar Senggol Arbanat: Manisnya Nostalgia Kuliner Indonesia

Penulis: ARIO WICAKSONO (@iorikun301)

nos.tal.gia: (n) 1 kerinduan (kadang-kadang berlebihan) pada sesuatu yang sangat jauh letaknya atau yang sudah tidak ada sekarang; 2 kenangan manis pada masa yang telah lama silam.
(Kamus Besar Bahasa Indonesia versi dalam jaringan [daring])
———————



[MALANG LOCAL GUIDES/NEWS] Dalam rangka turut memeriahkan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun, ARBANAT Kitchen, Cafe, and Lounge, Jl. Terusan Dieng no. 4-6, kota Malang, menggelar satu acara unik yang bertajuk PASAR SENGGOL ARBANAT.

Digelar sejak tanggal 8 Agustus lalu hingga 18 Agustus 2019 mendatang, PASAR SENGGOL ARBANAT buka setiap hari Senin-Jumat pukul 17:00-22:00 WIB, dan Sabtu-Minggu pukul 11:00-22:00 WIB. Di sini pengunjung akan mendapati berbagai macam makanan dan minuman tradisional yang dipersiapkan dan diriset khusus oleh kepala juru masak ARBANAT Kitchen, Cafe, and Lounge untuk acara ini.

BACA JUGA: Buka Bersama Local Guides Indonesia Regional Jawa Timur (Bag. 1)

"Chéf kami meriset (makanan dan minuman yang akan disajikan di PASAR SENGGOL ARBANAT) sampai ke Surabaya, Solo, Jakarta, dan kota lainnya," ujar Ibu Sisil, pemilik ARBANAT Kitchen, Cafe, and Lounge.



Dan jerih payah si kepala juru masak dalam meriset menu untuk acara PASAR SENGGOL ARBANAT ini terbayar, karena makanan dan minuman yang disajikan masih memiliki nilai otentisitas yang cukup tinggi dan disajikan dalam standar masakan restoran hotel berbintang.

Menu makanan dan minuman yang disajikan di acara PASAR SENGGOL ARBANAT ini di antaranya rujak onthong (jantung pisang), nasi goreng jowo, mi nyemek, bakso neker (kelereng), tahu telur, nasi gudeg koyor, nasi megono, rujak uleg meduro, sate klopo, beras kencur, kunir asem, ronde, es tung-tung duren, es tung-tung ketan item, rangin, putu waffle, gobet kweni, roti waluh (labu kuning), teh tarik, kopi jos, kopi jahe, hingga kopi tarik. Nostaljik!



Menu-menu makanan dan minuman tradisional ini disajikan hanya selama acara PASAR SENGGOL ARBANAT berlangsung, dan tidak tercantum di menu reguler ARBANAT Kitchen, Cafe, and Lounge. Kendati demikian, menurut Ibu Sisil, pengunjung masih bisa memesan menu reguler ARBANAT Kitchen, Cafe, and Lounge. Hanya saja khusus untuk menu reguler tradisional sudah tidak lagi bisa dipesan ketika acara PASAR SENGGOL ARBANAT berlangsung.

"Semua karyawan untuk menu reguler tradisional difokuskan untuk melayani PASAR SENGGOL ARBANAT," imbuhnya.



Yang unik di PASAR SENGGOL ARBANAT, selain dihadirkannya gubug-gubug tradisional beratap daun kelapa dan para pramusaji yang berjarit (perempuan) dan bercelana gombor (laki-laki), "mata uang" yang digunakan untuk bertransaksi di sini adalah "mata uang" Arbanat, di mana 1 Arbanat = 9 ribu rupiah (sudah termasuk pajak). Pengunjung bisa "menukarkan" uang Rupiah mereka ke "mata uang" Arbanat di konter yang sudah disediakan.

BACA JUGA: Foodcrawl di Soto Bu Nanang Cab. SKI

Jadi jangan heran kalau nanti Anda dapati daftar menu dan harga yang terpasang di depan masing-masing "lapak" ditulis dalam satuan "mata uang" Arbanat, dan pengunjung bisa langsung bertransaksi dengan si "penjual" di lapak masing-masing. Benar-benar mirip seperti suasana pasar tradisional di desa-desa jaman dulu, termasuk adanya antrean pembeli yang mengular di lapak-lapak yang berdekatan, yang kadang sampai berdesakan kalau ada yang tidak sabaran, serta pramusaji yang kerap terlihat kebingungan ke sana ke mari mencari siapa tadi pemesan makanan/minuman di lapaknya. Seru sekali, bukan?



Yaa.., barangkali kalau ada "kuli-kuli angkut" yang lalu-lalang di antara ramainya pengunjung sembari memanggul buntalan-buntalan besar di punggungnya sampai terbongkok-bongkok dan berulang kali berteriak "hush, hush, awas panaass!!", ini akan menambah otentisitas suasana pasar senggolnya. Mirip seperti suasana Pasar Klewer yang tergambar di novel "Canting" karya alm. Arswendo Atmowiloto. Hahaa..



Tak hanya di itu, di PASAR SENGGOL ARBANAT ini pengunjung juga bisa mengikuti lomba foto bertema "Pasar Senggol Arbanat" yang berhadiah total jutaan rupiah untuk 4 orang pemenang.

Syarat dan ketentuan untuk mengikuti lomba foto ini antara lain 1) follow akun IG Arbanat; 2) pengambilan foto selama acara Pasar Senggol berlangsung, tanggal 8-18 Agustus 2019 di lokasi Arbanat; 3) foto dalam batas wajar kesopanan dan tidak mengandung unsur kekerasan/SARA; 4) foto berkisar Human Interest, ambience/lingkungan sekitar; 5) penilaian berdasarkan kesesuaian tema, moment, kejernihan foto, angle foto, dapat berwarna ataupun hitam putih;

BACA JUGA: Tips Membuat Daftar Tempat Favorit di Google Maps

6) Batas editing yang diperbolehkan: cropping, contrast & brightness. Tidak diperbolehkan menghilangkan atau menambah obyek dalam foto; 7) foto yang diikutkan lomba diposting di akun instagram masing-masing peserta, tag dan mention akun IG Arbanat dan 3 orang teman, dengan hashtag #arbanatphotocontest #pasarsenggolarbanat2019 #thearbanat; 8) batas akhir pengunggahan foto: 18 Agustus 2019 pukul 00:00; 9) pengumuman pemenang tanggal 20 Agustus 2019; dan 10) keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Selaku dewan juri adalah Monita Gunawan (fotografer profesional) dan Arbanat Team.



PASAR SENGGOL ARBANAT. Bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan kuliner-kuliner jadul dan mengenal seperti apa suasana pasar tradisional Indonesia tempo dulu, barangkali acara ini bisa jadi pilihan yang sangat tepat. Mengenang, dan mengenal, kenangan manis pada masa yang telah lama silam.

"Dengan adanya PASAR SENGGOL ARBANAT, bagi generasi seusia saya ini bisa menjadi nostalgia pasar kuliner tempo dulu. Dan bagi generasi milenial bisa menjadi pilihan kuliner yang sedikit berbeda," ungkap salah seorang pengunjung.

PASAR SENGGOL ARBANAT (ARBANAT Kitchen, Cafe, and Lounge, Jl. Terusan Dieng no. 4-6, kota Malang) buka setiap hari Senin-Jumat pukul 17:00-22:00 WIB, dan Sabtu-Minggu pukul 11:00-22:00 WIB, dari tanggal 8-18 Agustus 2019. Jangan sampai ketinggalan!


———————

THE ARBANAT KITCHEN, CAFE, AND LOUNGE

Jl. Terusan Dieng No.4-6, Pisang Candi, Sukun, Pisang Candi, Kec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65146
(0341) 573000

https://maps.app.goo.gl/S3zMDiThZHPP7ga38


———————
TEKS dan FOTO: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)

#MalangDiGoogleMaps
#spon

MLG Foodcrawl: Soto Bu Nanang dan Sensasi Cita Rasa Jadulnya



Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Mau pantun: "Soto daging, soto babat (cakeepp!!); soto campur juga ada (cakeepp!!). Enak." Eh, ngg.., rasa-rasanya itu bukan pantun, deh. Tapi Malang Local Guides Foodcrawl di Soto Bu Nanang! (cakeepp!!)
———————



DIBUKA sejak Mei 2019 silam, gerai SOTO BU NANANG Cabang SKI, Jl. Mayjen M. Wiyono no. 22, kota Malang, ini memiliki 3 menu andalan, yakni soto daging, soto babat, dan soto campur (daging dan babat). Konon, soto yang mereka tawarkan memiliki cita rasa yang khas jaman dulu. Alias cita rasa soto jadul.

"Rasa sotonya enak. Pas. Warna kuningnya cantik. Daging dan babatnya empuk. Ditambah boleh meminta tauge ekstra," ungkap salah seorang pengunjung, Fay Sefta.

BACA JUGA: Malang Local Guides Foodcrawl di Kopi Lonceng. Seru!

Beruntung, pada Sabtu (27/07/2019) yang baru lalu komunitas MALANG LOCAL GUIDES diundang oleh pemilik SOTO BU NANANG ini untuk mencicipi menu soto istimewa andalan mereka. Tak kurang dari 9 orang Local Guides menghadiri Foodcrawl sore itu. Dan yang bertindak sebagai Host Meet Up adalah Rivani Rahmadani.




Gerai SOTO BU NANANG Cabang SKI ini menarik. Mengapa? Lazimnya, soto dijual di tempat permanen seperti di rumah ataupun di ruko. Namun SOTO BU NANANG Cabang SKI ini tampil dalam bentuk gerai kompak (booth) yang bisa dengan mudah ditempatkan di mana saja di luar ruang. Rasa-rasanya baru kali ini ada gerai kompak yang berjualan soto. Soto jadul pula!

"Mematahkan mindset (anggapan) bahwa soto itu (dijual) pakai gerobak," tutur Felix, salah seorang anggota MALANG LOCAL GUIDES yang turut hadir.

Hohoo.. ini gerai soto jadul kekinian, anak mudaa..



Dalam setiap kegiatan Foodcrawl (maupun jenis Meet Up lainnya), MALANG LOCAL GUIDES tidak pernah melupakan fungsinya sebagai (sekumpulan) Local Guides, yakni para pemandu lokal yang dengan ekspertis yang mereka miliki menulis ulasan, membagikan foto, menjawab berbagai pertanyaan, menambahkan atau memperbarui informasi mengenai suatu tempat serta memeriksa fakta di GOOGLE MAPS, di mana jutaan pengguna GOOGLE MAPS dari seluruh dunia bergantung pada kontribusi yang diberikan tersebut untuk mereka kemudian memutuskan hendak ke mana mereka pergi dan apa yang akan mereka lakukan di sana.




Penerapannya apa? Salah satunya MALANG LOCAL GUIDES berusaha menambahkan tempat baru gerai SOTO BU NANANG Cabang SKI yang rupa-rupanya masih belum tercantum di GOOGLE MAPS. Beruntung, upaya penambahan tempat baru di GOOGLE MAPS inipun disetujui dan dipublikasikan beberapa waktu kemudian.

BACA JUGA: Buka Bersama Local Guides Indonesia Regional Jawa Timur (Bag. 1)

Oleh sebab itu sekarang para pengguna GOOGLE MAPS bisa dengan mudah mengetahui di mana lokasi persis gerai SOTO BU NANANG Cabang SKI dan bisa menikmati semangkuk-dua sotonya dengan tanpa perlu lagi menebak-nebak enak atau tidak, ya, rasa sotonya, karena ulasan tentang hal ini sudah dibagikan di GOOGLE MAPS oleh Local Guides yang hadir di Foodcrawl ini dan telah mencicipi secara langsung cita rasa sotonya.

"Kuahnya segar, tidak kental (Jawa: mlekoh), tapi kaldunya tetap terasa," tulis Ayun Savitri.




Yang patut dijadikan perhatian, di atas meja untuk menyantap semangkuk-dua sotonya di tempat, ternyata disediakan telur-telur asin. Ini tidak biasa. Mengapa? Karena pada umumnya hidangan yang disantap dengan lauk tambahan telur asin adalah nasi rawon. Tapi di SOTO BU NANANG Cabang SKI ini disediakan telur asin! Ini.. unik.

Tapi rupa-rupanya disediakannya telur asin di gerai SOTO BU NANANG Cabang SKI ini bukan tanpa alasan. Anda sudah tahu, bukan, bahwa soto daging dan soto babat di sini memiliki karakter kuah yang cenderung ringan? Nah, sekarang coba Anda masukkan potongan telur asin ke dalam nasi soto Anda yang masih panas, potong kecil-kecil, lalu lumat dan aduk bagian kuning telurnya dengan kuah sotonya (tim #sotodiaduk —Red.), dan cicipi. Apa yang Anda rasakan?

BACA JUGA: Buka Bersama Local Guides Indonesia Regional Jawa Timur (Bag. 2)

Ya, karakter kuah sotonya seketika berubah! Kuah soto yang semula segar dan ringan kini berubah menjadi kental dan memiliki cita rasa yang lebih kaya! Soto two-in-one! Ya! Pengalaman kuliner yang patut dicoba, bukan?




Tak terasa hari sudah beranjak petang. Waktunya bagi mereka yang memiliki pasangan untuk segera pergi bermalam minggu. Acara Foodcrawl MALANG LOCAL GUIDES di gerai SOTO BU NANANG Cabang SKI ini pun segera diakhiri. Tapi sebelum benar-benar diakhiri, pemilik SOTO BU NANANG ternyata masih memiliki kejutan bagi Local Guides yang hadir: mereka boleh membawa pulang Sambal Soto Bu Nanang yang termahsyur itu sebagai buah tangan. Beruntung sekali, kalian!




Untuk menutup tulisan ini, izinkan saya berpantun: "buah mangga, buah kedondong! (cakeepp!!); kalau pengen soto daging dan soto babat perginya ke mana? Ya ke SOTO BU NANANG, doonngg!!?"

"Seumur-umur baru pertama kali ini makan babat. Ueeenak! Jan cocok!!" Arif Adi.

BACA JUGA: Memperingati Hari Kartini, Museum Musik Indonesia (MMI) Mencuci 200 Keping Piringan Hitam Musisi Perempuan Indonesia!

Ngg.. Mas e, plis, jangan iming-iming. Ini saya (penulis —Red ) belum sempat mencoba soto daging dan soto babatnya SOTO BU NANANG, loh. Ini artikel disusun cuma berdasarkan cerita dan foto-foto kalian yang hadir di acara Foodcrawl. Plis, jangan iming-iming.. T—T





———————
SOTO BU NANANG CABANG SKI

Jl. Mayjen. M. Wiyono No. 22, Polehan, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126

https://maps.app.goo.gl/zUwPNHbus9ZBsQGfA


———————
PENAFIAN:

Ini adalah meet up bersponsor. MALANG LOCAL GUIDES berterima kasih kepada SOTO BU NANANG yang telah mensponsori meet up kali ini dengan menyediakan makanan dan minuman untuk dicicipi secara gratis. Mereka mengerti bahwa tidak satupun dari Local Guides yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun terkait bisnis yang bersangkutan sebagai imbal-balik atas sponsor yang diberikan.

———————
TEKS: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)
FOTO: Istimewa/Dokumentasi Malang Local Guides

#MalangDiGoogleMaps

Foodcrawl di KOPI LONCENG: Kedai Kopi yang Ada Sejak Dulu Kala

Penulis: Ario Wicaksono
(@iorikun301)



Urip Iku Urup. Tulisan itu terpampang jelas di dinding kedai. Hidup adalah tentang menjadi berkat bagi sesama. Menjadi bermanfaat. Dan kedai kopi sederhana di sudut jalan ini sungguh telah menjadi berkat bagi warga Malang Raya yang ingin menikmati kopi enak dengan harga terjangkau sembari bersilaturahmi bersama rekan-sejawatnya. Inilah sekelumit cerita tentang kedai KOPI LONCENG, kedai kopi yang ada sejak dulu kala.
———————




NAMANYA Sata, Sata Adinegara. Bersama istrinya, Tanti Yuniar, mereka mengelola sebuah kedai kopi sederhana di salah satu sudut pertigaan jalan legendaris di kota Malang. Masyarakat sekitar menyebut kawasan ini sebagai Pertigaan Lonceng.

"Dulu di tengah-tengah pertigaan itu ada lonceng besar (masyarakat Jawa biasa menyebut jam dengan nama lonceng —Red.) yang sangat akurat. Orang-orang menggunakannya untuk mencocokkan jam ataupun untuk mengetahui sekarang sudah jam berapa," terang Sata tentang asal-usul nama "Lonceng."




Begitu terkenalnya kawasan ini, maka tak heran jika banyak toko maupun rumah makan yang hingga sekarang menggunakan nama "Lonceng" sebagai nama usahanya, seperti misalnya soto lonceng, tahu lonceng, toko daging bu haji lonceng, dan tentu saja kedai KOPI LONCENG.

BACA JUGA: Malang Local Guides Foodcrawl di Ayam Cobloos Kawi

Konon, sebelum difungsikan sebagai kedai kopi seperti sekarang, kedai ini merupakan salah satu toko daging legendaris di kota Malang, milik orang tua Sata. Jendela kotak kecil di bagian depan toko masih menyisakan kekhasan sebuah toko daging.

"Sebut saja 'toko daging wak kaji lonceng,' pasti banyak orang yang sudah tahu," tuturnya bungah.




Dan beruntung, hari itu, Jumat (19/04/2019) bakda Jumat, komunitas MALANG LOCAL GUIDES diundang Sata untuk mampir ke kedai kopinya untuk sekadar mencicipi kopi dan beragam hidangan nikmat yang mereka sediakan. Istilahnya: Foodcrawl.

Makanan dan minuman yang ditawarkan di kedai KOPI LONCENG ini beragam, di antaranya kopi lonceng dengan berbagai cara penyajiannya (konon, kopi di sini masih diolah, diseduh, dan disajikan dengan cara tradisional), berbagai minuman hangat dan dingin, kopi kapiten, nasi krawu dengan beragam pilihan lauk, mie instan, serta beragam kudapan ringan yang cocok sebagai teman minum kopi maupun berbincang bersama kawan dan sejawat.

BACA JUGA : Malang Horreg, Sam!: Buka Puasa Bersama Local Guides Indonesia Regional Jawa Timur bag. 1

Harga dari makanan dan minuman yang disajikan juga tergolong sangat terjangkau. Hanya dengan lima ribu rupiah, pengunjung sudah bisa menikmati sajian kopi nikmat. Pun hidangan lainnya dibandrol harga tak lebih dari belasan ribu rupiah saja. Murah, bukan?




Bangunan kedai KOPI LONCENG ini terdiri dari 3 lantai, dan tiap lantainya menyuguhkan tema rancang ruang dalam yang berbeda. Di lantai pertama pengunjung akan disambut tema vintage; lawas. Ada banyak jam dinding, maupun jam meja, yang difungsikan sebagai pajangan. Namun tidak semua jam masih berfungsi. Sebagian besar sudah mati. Ini menjadi seloroh di antara kami: "coba sebutkan, sekarang sudah jam berapa?"

Yang ditanya tentu akan kebingungan, karena ia musti mencari dulu jam mana yang masih hidup di antara jam-jam yang sudah mati. Bagai mencari jarum di antara tumpukan jerami, katanya. Ada-ada saja.. :)




Di lantai 2, pengunjung akan disuguhi tema musik. Di sana-sini mudah dijumpai beragam poster musisi-musisi kawakan dunia. Di salah satu sisi ruangan bahkan kaset-kaset musik lawas ditempel sebagai pemanis dinding.

Naik ke lantai 3 kedai KOPI LONCENG, pengunjung akan menjumpai area rooftop; loteng terbuka. Pengunjung bisa bersantai di sini sembari menikmati semilir sejuk angin kota Malang yang terkenal itu. Bagi pengunjung yang datang bersama kawan-kawannya dan menginginkan area yang tidak terlalu banyak orang berlalu-lalang, duduk di lantai 3 ini rasa-rasanya pilihan yang tepat. Tapi ingat, seperti kata Sata: "Bebas, tapi sopan."

CCTV mengawasi kita, Kawan.. :))




Satu lagi bonus. Selain ketiga area duduk tersebut di atas, ternyata kedai KOPI LONCENG ini masih memiliki satu area duduk yang bisa dipilih oleh pengunjung: area trotoar. Ya, area trotoar, di pinggir jalan, di samping kedai. Di teritis. Sata menaruh beberapa set meja-kursi di sana.

Dan ketika malam menjelang, konon, area inilah yang akan penuh duluan. Mengapa? Barangkali alasannya sederhana saja: masyarakat Malang tidak mau ribet untuk bisa bercengkrama bersama teman-temannya. Di teritis, secangkir kopi, haha-hihi, yang penting silaturahmi.

BACA JUGA: Piring Bukan Sembarang Piring, Museum Musik Indonesia (MMI) Cuci 200 Piringan Hitam Musisi Perempuan Indonesia!

"Hai, saudaraku, hendak ke manakah engkau pergi? Sudilah kiranya meluangkan waktu bersama kami barang semenit-dua. Ada sekadar kopi, penganan ringan, ada si anu, si itu. Tiadakah engkau rindu?" :))




Dan suasana Foodcrawl MALANG LOCAL GUIDES siang itu begitu gayeng, akrab, kendati yang hadir tak lebih dari 11 orang Local Guides  saja. Maklum, masih di hari dan jam kerja aktif. Hanya mereka yang kebetulan jadwal kerjanya berbeda sajalah yang bisa meluangkan datang. Dan yang bertindak sebagai Host dari Meet Up kali ini adalah Dyah Kusuma.

Selain mencicipi beragam makanan dan minuman yang terhidang, kami juga memotret pelbagai sudut fotogenik kedai KOPI LONCENG ini dan mengunggahnya ke GOOGLE MAPS. Kendati bangunannya terbilang lawas, namun kondisinya masih cukup terawat. Untuk naik ke lantai 2 kami musti menaiki satu tangga putar yang cukup curam. Dan itu, bagi beberapa di antara kami, cukup seram.

"Aku kalau naik gunung sudah biasa, tapi naik tangga ini tidak berani," ujar, sebut saja, Puspa.




Area loteng terbuka di lantai 3 juga pas untuk digunakan membuat foto portraiture. Di salah satu sisi temboknya ada seni mural tiga dimensi berbentuk cerita binatang yang masih bagus yang bisa digunakan sebagai latar foto. Hiasan semacam ini jamak ditemui pada bangunan-bangunan lawas tahun '60-an. Khas. Dan rasanya tak banyak lagi rumah yang memiliki elemen dekorasi semacam ini.




Tak terasa hari sudah menjelang petang. Pengunjung setia kedai KOPI LONCENG ini juga sudah mulai ramai berdatangan. Dan semakin malam, suasana kedai kopi ini akan makin hidup. Wajar, kopinya enak, harganya murah, dan ingin membangun relasi di sini mudah.

Sebelum berpamitan, kami pun menyempatkan berfoto bersama di halaman depan kedai KOPI LONCENG.

KOPI LONCENG, ada sejak dulu kala. Mampirlah.. :))
———————




Kedai KOPI LONCENG

Jl. Kyai Tamin No.62, Sukoharjo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65118

0812-3273-9996

https://maps.app.goo.gl/8eMmSV91XuT7zbYW7


———————
DISCLAIMER:

Ini adalah meet up bersponsor. MALANG LOCAL GUIDES berterima kasih kepada kedai KOPI LONCENG yang telah mensponsori meet up kali ini dengan menyediakan makanan dan minuman untuk dicicipi secara gratis. Mereka mengerti bahwa tidak satupun dari Local Guides yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun terkait bisnis yang bersangkutan sebagai imbal-balik atas sponsor yang diberikan.

—————
TEKS & FOTO: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)

#MalangDiGoogleMaps