Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

Incognito: Mode Penyamaran di Google Maps

Ketika sedang berselancar di Google Maps pernahkah Anda merasa kurang nyaman karena aktivitas Anda, seperti tempat-tempat yang Anda cari atau telusuri rute navigasinya, tercatat di akun Google Anda? Jika ya, maka mode Incognito boleh jadi merupakan solusi tepat bagi Anda untuk mengendalikan privasi Anda di aplikasi peta berbasis web ini dengan lebih baik!
———————



INCOGNITO:
MODE PENYAMARAN DI GOOGLE MAPS

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Istimewa/Google

[MALANG LOCAL GUIDES] Mode Incognito, atau biasa dikenal dengan mode penyamaran, adalah satu mode berselancar (di internet) di mana riwayat penelusuran si pengguna dimungkinkan untuk tidak dicatat. Dengan begitu privasinya ketika sedang melakukan penelusuran menjadi lebih terjaga.

Menurut Eric Miraglia (Direktur Manajemen Produk, Kantor Perlindungan Privasi dan Data), sejak penggunaannya di Chrome diluncurkan untuk pertama kalinya pada 2008 silam, mode Penyamaran merupakan salah satu alat pengendali privasi yang paling populer di Google (The Keyword, 2/10/2019). 

Dan sejak awal 2019 yang lalu, para pengguna Google Maps sudah bisa menggunakan mode Penyamaran pada aplikasi peta berbasis web tersebut.



MENGAKTIFKAN MODE PENYAMARAN

Mode Penyamaran adalah satu metode untuk mengendalikan privasi Anda selama berselancar di Google Maps. Ketika Anda mengaktifkan mode ini, maka aplikasi Google Maps di gawai yang Anda gunakan tidak akan melakukan: (1) menyimpan atau mengirim notifikasi sejarah penelusuran atau pencarian di akun (Google) Anda; (2) jika ada, memperbarui sejarah Lokasi atau lokasi yang dibagikan; dan (3) menggunakan aktivitas Anda untuk mempersonalisasi layanan Google Maps Anda.

Untuk mengaktifkan mode Penyamaran, yang pertama harus Anda lakukan adalah membuka aplikasi Google Maps di gawai Anda (Android/iPhone/iPad). Lalu pada sisi kanan-atas ketuk foto profil Anda, lalu ketuk Nyalakan Mode Penyamaran. Sedang untuk mematikannya, Anda tinggal melakukan langkah yang sama lalu ketuk Matikan Mode Penyamaran. Mudah, bukan?

Penting untuk diingat, bahwa sekalipun Anda telah mengaktifkan mode Penyamaran di Google Maps, namun hal ini tidak akan mempengaruhi bagaimana aktivitas Anda digunakan atau disimpan oleh penyedia layanan internet Anda, aplikasi lainnya, layanan pencarian suara, maupun layanan Google lainnya.



FITUR YANG TIDAK TERSEDIA KETIKA DALAM MODE PENYAMARAN

Ketika sedang dalam mode Penyamaran, tidak semua fitur (dalam Google Maps) bisa Anda gunakan seperti halnya ketika berada dalam mode normal. Beberapa fitur yang tidak tersedia di antaranya: (1) komuter; (2) fitur Untuk Anda; (3) sejarah Lokasi (fitur ini akan dihentikan sementara pada gawai yang Anda gunakan, bukan hanya pada aplikasi Google Maps); 

(4) membagikan lokasi; (5) fitur notifikasi dan pesan; (6) sejarah pencarian; (7) usulan melengkapi pencarian; (8) kontribusi Google Maps; (9) mikrofon Asisten Google pada Navigasi; (10) peta offline; (11) tempat Anda; dan (12) fitur integrasi media.

Catatan tambahan: Selama dalam mode Penyamaran, fitur mikrofon Asisten Google memang tidak tersedia di dalam navigasi. Namun perintah suara "OK Google" akan tetap bekerja seperti biasa. Asisten Google merupakan satu fitur sistem yang bukan merupakan bagian dari mode Penyamaran di Google Maps. Sehingga informasi apapun yang Anda bagikan dengan fitur ini (OK Google) tetap akan disimpan seperti biasa.

Jadi, bagaimana? Apakah mode Penyamaran ini cukup bermanfaat bagi Anda untuk mengendalikan privasi Anda selama berselancar di Google Maps? Mari menyamar![]


———————
DAFTAR RUJUKAN:

Marlo McGriff. "Updates to Incognito Modes and Your Timeline in Maps." The Keyword, 9/12/2019, https://blog.google/products/maps/updates-incognito-mode-and-your-timeline-maps/

Eric Miraglia. "Keeping Privacy and Security Simple, For You." The Keyword, 2/10/2019, https://blog.google/technology/safety-security/keeping-privacy-and-security-simple-you/

Mengikuti: Rekomendasi Local Guides Favorit Langsung di Gawai Anda

Anda ada janji kencan dengan pasangan di akhir pekan nanti tapi sampai sekarang Anda masih belum tahu sebaiknya mengajak si dia jalan-jalan ke mana? Atau Anda ingin tahu rekomendasi tempat-tempat menarik yang barangkali belum banyak diketahui orang langsung dari si "anak kampung sini?"

Jika ya, maka fitur terbaru dari Google Maps ini tentu akan sangat berguna bagi Anda: Mengikuti. Dapatkan rekomendasi tempat dan pengalaman seru dari Local Guides favorit langsung di gawai Anda!
———————



MENGIKUTI:
REKOMENDASI LOCAL GUIDES FAVORIT LANGSUNG DI GAWAI ANDA

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Istimewa

[MALANG LOCAL GUIDES] Menurut Austin Wells, Project Manager, Google Maps, ada lebih dari satu milyar pengguna yang menggunakan Google Maps setiap bulannya. Mereka memanfaatkan layanan peta berbasis web ini bukan sekadar untuk menunjukkan arah/rute perjalanan, melainkan juga mencari referensi/rekomendasi hal-hal seru yang bisa mereka lakukan (The Keyword, 15/9/2019).

Rekomendasi rumah makan yang menawarkan atraksi makan malam romantis bersama buaya, kedai kopi yang buka 24 jam dengan menu ala ibu mertua, taman khusus jomblo, dan sebagainya. Misalnya.

Di Google Maps, konten-konten semacam tersebut merupakan sumbangsih dari para pengguna Google Maps, dan juga Local Guides, yang ada di seluruh dunia. Yang barangkali juga termasuk Anda. Tercatat tak kurang dari 20 juta kontribusi di Google Maps yang dibagikan oleh mereka ini setiap harinya (The Keyword, 19/2/2020). Konten "keroyokan" seperti ini menjadikan Google Maps sebagai satu alat bantu yang akan mempermudah penggunanya dalam mengambil keputusan keseharian mereka.

"Sayang, kita mau makan siang di mana?"

"Lihat Google Maps dulu!"

Untuk mempermudah para pengguna Google Maps memperoleh beragam rekomendasi terbaru dari para Local Guides terbaik, Google memperkenalkan fitur terbaru di aplikasi Google Maps: Mengikuti. Ikuti profil Local Guides favorit Anda, maka Anda tidak akan pernah lagi ketinggalan beragam rekomendasi terbaik dari mereka langsung di gawai Anda!




MENGIKUTI LOCAL GUIDES FAVORIT

Fitur Mengikuti ini pertama kali diperkenalkan di hadapan 200 orang Local Guides terpilih pada ajang Connect Live 2019 beberapa waktu yang lalu, dan saat itu terbatas hanya di 9 kota uji coba, yakni Bangkok, Delhi, London, Mexico City, New York, Osaka, San Francisco, São Paulo, dan Tokyo.

"Oktober lalu kami mengumumkan ini sebagai bagian dari satu proyek uji coba terbatas ... di 9 kota ... lalu mengembangkannya ke 23 kota lainnya ... dan kini fitur ini telah bisa digunakan oleh para kontributor Google Maps di seluruh dunia," terang @TiffanyBnyc (Local Guides Connect, 30/7/2020).

Ketika Anda mengaktifkan fitur Mengikuti ini, ketika pengguna Google Maps/Local Guides yang Anda ikuti membagikan ulasan, rating, foto, maupun daftar tempat favorit yang bersifat publik (diatur pada penyetelannya), maka Anda akan memperoleh notifikasi atas konten-konten terbaru tersebut pada tab Updates di aplikasi Google Maps Anda sendiri.

Untuk bisa mengikuti profil pengguna Google Maps/Local Guides favorit Anda, caranya sangatlah mudah: (1) buka aplikasi Google Maps pada gawai Anda (Android/iPhone/iPad); (2) tekan Updates, dan pilih tab For You; lalu (3) geser pada tab Recommended User dan tekan Follow. Semudah itu sumpah enggak ngerti lagi, kan, gwaes!?

Dengan mengaktifkan fitur Mengikuti ini, selain Anda bisa mengikuti profil Local Guides favorit Anda dan tidak akan pernah ketinggalan rekomendasi terbaru yang ia/mereka bagikan, profil Anda pun bisa diikuti oleh pengguna Google Maps/Local Guides lainnya. Dan para pengikut Anda pun bisa memperoleh notifikasi dari beragam konten terbaru yang Anda bagikan (di Google Maps).

Apabila profil Local Guides Anda telah Anda setel terbatas (Restricted), bagaimana? Pada profil Local Guides terbatas seperti ini, pengguna Google Maps/Local Guides lain tetap bisa mengikuti profil Anda. Hanya saja mereka mesti meminta persetujuan Anda (approval) terlebih dahulu untuk bisa mengikuti (profil) Anda.

Penting untuk diperhatikan bahwa selama profil Anda tidak disetel terbatas, maka pengguna Google Maps lain bisa melihat siapa-siapa saja profil Local Guides yang Anda ikuti. Namun apabila profil Local Guides Anda disetel terbatas, maka hanya mereka yang telah mengikuti Anda sajalah yang bisa melihat hal tersebut (termasuk melihat postingan pada profil Anda dan memperoleh notifikasi terkait).





RESPON LOCAL GUIDES

Ketersediaan fitur terbaru ini secara global memantik banyak reaksi positif dari Local Guides di forum komunikasi Local Guides Connect (Connect), tempat di mana beragam informasi resmi terkini terkait Google Maps (dan program Local Guides) bisa didapatkan.

"Keren! Kami telah menunggu (fitur) ini. Lihat, teman-teman, aku akan mengikutimu! Terima kasih," tulis akun @Jesi.

"Kabar bagus. Banyak kawan yang sudah menunggu fitur ini yang beberapa waktu yang lalu belum mereka dapatkan (ketika pertama kali diumumkan). Mereka semua merasa senang bahwa semua orang (akhirnya) akan segera mendapatkan (fitur) ini," tulis @StephenAbraham.

Kendati demikian, ternyata ada juga yang bereaksi negatif atas ketersediaan fitur Mengikuti ini di Google Maps. Seperti misalnya yang disampaikan oleh akun @Sandra1961 berikut ini: 

"Aku tidak melakukan apa-apa, tapi kemudian aku baru menyadari kalau aku sudah punya satu pengikut. Apakah dimungkinkan untuk menonaktifkannya (tidak bisa diikuti)? Aku tidak mau ada yang mengikutiku di Google Maps-ku, karena aku merasa seperti ada seseorang yang sedang menguntitku (stalker)."

Lalu, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda mengaktifkan fitur Mengikuti ini di Google Maps? Fffaallaaww..[]



———————
DAFTAR RUJUKAN:

@TiffanyBnyc. "Enable Following on Your Maps Profile to Help Others." Local Guides Connect, 30/7/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Enable-Following-on-your-Maps-profile-to-help-others/ba-p/2656343

@TiffanyBnyc. "Discover Even More Places on Google Maps." Local Guides Connect, 22/1/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Discover-even-more-places-on-Google-Maps/ba-p/2156259

Amanda Leicht Moore. "Know Who's in the Know: Get Community Updates in Maps." The Keyword, 30/7/2020, https://blog.google/products/maps/better-local-recommendations-google-maps/

Austin Wells. "Discover New Places With Help From Top Local Guides." The Keyword, 15/11/2020, https://blog.google/products/maps/discover-new-places-with-help-from-local-guides/

Kevin Reece. "Google Maps 101: How Contributed Content Makes a More Helpful Map." The Keyword, 19/2/2020, https://blog.google/products/maps/google-maps-101-how-contributed-content-makes-maps-helpful/

6 Kiat Membuat Video Layak Unggah Ke Google Maps

Tak hanya foto dan ulasan, pengguna Google Maps bisa membagikan video pada layanan berbasis web ini. Tapi tentu saja tak semua video layak diunggahkan. Lalu seperti apa cara membuat konten video yang layak unggah ke Google Maps? Kami membagikan beberapa kiat di antaranya. Simak selengkapnya:
———————



6 KIAT MEMBUAT VIDEO LAYAK UNGGAH KE GOOGLE MAPS

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Ario Wicaksono

[MALANG LOCAL GUIDES] Salah satu konten yang bisa dikontribusikan pengguna Google Maps (termasuk Local Guides) pada layanan peta berbasis web ini adalah video. Jenis konten ini bisa membantu memberikan gambaran (visual) secara lebih jelas seperti apa keadaan riil suatu lokasi/tempat (points of interest; POI).

Pengguna bisa membagikan video berdurasi maksimal 10 detik dengan menggunakan fasilitas kamera perekam video yang tersedia di aplikasi Google Maps, atau video berdurasi maksimal 30 detik untuk video yang diunggahkan dari gawai (camera roll) si pengguna.

Namun tentu tidak semua video yang direkam layak diunggahkan ke Google Maps. Karena salah satu prinsip dasar dalam membagikan video ke Google Maps adalah bagikan video yang jelas menggambarkan secara akurat seperti apa suasana/situasi di suatu POI yang sedang diulas. Beberapa kiat untuk menghasilkan video yang layak unggah di antaranya:

(1) Rekam seperti apa suasana tempatnya.
Seperti apa, sih, rasanya ketika sedang berada di tempat tersebut? Jangan terlupa untuk menangkap "rasa" dari desain penataan ruang/arsitektur serta atmosfernya;

(2) Cari tempat yang berpencahayaan baik.
Kualitas pencahayaan suatu tempat benar-benar mempengaruhi kualitas video yang Anda ambil. Tempat yang berpencahayaan buruk bisa membuat video Anda nampak kurang bagus. Namun tentu saja pencahayaan alami (natural light) adalah yang terbaik;



(3) Jangan lupa merekam bagian eksterior.
Usahakan merekam video ketika cuaca sedang bagus. Tangkap detail-detail eksterior seperti misalnya seperti apa bagian depan bangunannya, tempat parkir, ataupun tamannya;

(4) Fokus pada detail. 
Tunjukkan seperti apa pelayanan jasa atau produk apa yang ditawarkan oleh tempat tersebut. Coba untuk merekam secara close-up pada produk-produk yang tertentu.

Rekam pula adegan ketika ada seseorang pengunjung yang tengah menjajal produk yang ditawarkan, kendati Anda tidaklah perlu menunjukkan wajah seseorang tersebut secara langsung. Pun usahakan agar tiap video hanya merekam satu produk dan gunakan framing yang ketat ketika merekam suatu subyek;

(5) Makanan dan minuman.
Tunjukkan hidangan apa saja yang ditawarkan oleh rumah makan tersebut, terutama hidangan khasnya (signature dish). Coba rekam adegan ketika ada seseorang yang sedang bersantap, namun batasi bingkai adegan (framing) pada makanan yang tengah disantap dan hindari menunjukkan wajah seseorang tersebut.

Usahakan hanya merekam satu jenis makanan per video atau tunjukkan beragam hidangan yang tertata di atas meja dari sudut pengambilan gambar atas (high angle); dan



(6) Ulasan pribadi. 
Rekam ulasan pribadi Anda ketika mencicipi hidangan yang tertentu, atau sampaikan kiat-kiat menarik bagi psngunjung lain. Ini adalah cara yang sangat baik untuk menunjukkan apa hal paling menarik dari suatu tempat.

Tambahkan pula beragam detail menarik dan informasi tambahan mengenai tempat tersebut. Anda juga bisa menyampaikan opini pribadi Anda di dalam video yang Anda rekam, namun tentu saja Anda tetap mesti memperhatikan aturan dan tatacara menyampaikan ulasan yang telah digariskan oleh Google.

Demikianlah keenam kiat cara membuat video yang layak unggah ke Google Maps. Semoga video-video yang Anda bagikan bisa semakin memperkaya konten di Google Maps dan bermanfaat bagi banyak pengguna lainnya.

Lalu tempat favorit mana lagi yang akan Anda buatkan video ulasannya? Tulis pada kolom komentar di bawah! []

———————
Disadur dari: https://support.google.com/local-guides/answer/7513293?hl=en&ref_topic=6224587

Kiat Sukses Menjadi Host Meet Up Virtual

Pada saat tulisan ini dibuat, 7 dari 10 agenda Meet Up yang tercatat di Local Guides Connect adalah Meet Up Virtual. Alih-alih bertatap muka secara langsung, para peserta pada pertemuan ini cukup berada di rumah mereka masing-masing, menyalakan gawai, lalu saling berinteraksi di ruang telekonferensi termoderasi. Umumnya platform yang digunakan dalam pertemuan ini adalah Google Meet atau Youtube Live.

Sementara itu, bagi Anda yang bermaksud menyelenggarakan Meet Up Virtual Anda sendiri (menjadi Host/Tuan Rumah Meet Up), kiat-kiat sukses penyelenggaraan Meet Up Virtual sebagaimana yang disampaikan oleh @TraciC, Google Administrator, pada forum Local Guides Connect beberapa waktu yang lalu ini layak Anda simak. Kami merangkumnya untuk Anda:
———————




PERTEMUAN TANPA KETEMUAN:
KIAT SUKSES MENJADI TUAN RUMAH MEET UP VIRTUAL

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Istimewa/Google

[MALANG LOCAL GUIDES] Bagi sebagian orang, salah satu hal paling menyenangkan dari menjadi seorang Local Guides adalah ketika mereka bisa bertemu secara langsung dengan rekan sesama Local Guides di sebuah pertemuan (informal) dan kemudian melakukan kegiatan bersama. Pertemuan semacam ini dikenal dengan sebutan Meet Up.

Adapun agenda kegiatan Meet Up di antaranya Photowalk (berburu foto di tempat-tempat yang indah di kota), Geowalk (menjelajahi beberapa bagian kota yang belum pernah dikunjungi sebelumnya), Foodcrawl (berwisata kuliner ke rumah-rumah makan yang baru dibuka/baru beroperasi), serta Map Editing (memeriksa fakta dan memutakhirkan beragam informasi tempat-tempat [points of interest; POI] yang ada di Google Maps).

Sayangnya, perkembangan situasi akhir-akhir ini membuat Meet Up dengan agenda pertemuan langsung seperti tersebut menjadi lebih sulit dilaksanakan. Alasannya tentu karena adanya kebijakan pembatasan sosial dan anjuran untuk melakukan jaga jarak sosial. Hal ini bisa dimengerti karena seperti kata wejangan di bak-bak belakang truk kol dan cabai: Utamakan Selamat!



MEET UP VIRTUAL

Akun @TraciC, Google Administrator, dalam postingannya di Local Guides Connect (untuk selanjutnya disebut Connect) beberapa waktu yang lalu mengatakan satu hal terbaik dari komunitas Local Guides ini adalah orang-orangnya senang sekali berhubungan (berinteraksi) antara satu dengan lainnya, baik itu di forum Connect maupun di dunia nyata.

"Enggak peduli di mana lokasimu, bahasa apa yang kamu gunakan, atau apa yang kamu suka lakukan sebagai seorang Local Guides, kita semua suka saling ketemu untuk berbagi pengalaman kita, Sob," tulisnya.

Oleh sebab itu, untuk membantu para Local Guides agar tetap merasa terhubung antara satu dengan lainnya kendati tidak selalu dimungkinkan untuk bertemu secara langsung (Meet Up di dunia nyata), @TraciC mendorong Local Guides untuk saling bertemu secara virtual di dunia maya dengan memanfaatkan platform telekonferensi yang direkomendasikan Google, yakni Google Hangout (sekarang Google Meet —Red.) dan Youtube Live. Terlebih sejak awal Mei yang baru lalu layanan Google Meet sudah bisa dimanfaatkan secara gratis oleh penggunanya. Sebuah kesempatan yang tentu amat sayang untuk dilewatkan.

"Dimulai di awal Mei, setiap orang yang memiliki alamat surel (e-mail) bisa mendaftarkan diri untuk menggunakan layanan Google Meet dan menikmati beragam fitur sebagaimana yang digunakan oleh pengguna bisnis dan pendidikan, di antaranya penjadwalan sederhana dan berbagi layar, realtime caption, serta penataan tampilan yang menyesuaikan dengan preferensi pengguna, termasuk tampilan tile yang diperluas," tulis Javier Soltero, Vice President & GM, G Suit, di blog resmi Google, The Keyword.



KIAT SUKSES TUAN RUMAH MEET UP VIRTUAL

Pada dasarnya antara Meet Up tatap muka langsung dengan Meet Up Virtual tidaklah jauh berbeda. Kecuali tempat di mana pertemuan dilangsungkan, keduanya sama-sama sebuah pertemuan (informal) dari, oleh, dan untuk Local Guides. Kalau Meet Up tatap muka langsung umumnya diselenggarakan di rumah makan, taman kota, bahkan museum, maka venue Meet Up Virtual cukup "berlokasi" di Google Meet.

Kendati demikian, menyelenggarakan Meet Up Virtual tidaklah serta-merta memindahkan gelaran Meet Up dengan tatap muka langsung ke platform telekonferensi. Ada beberapa hal yang, menurut @TraciC, musti Anda perhatikan. Di antaranya:

Kiat pertama: jika Anda masih relatif baru di platform Google Meet, pastikan Anda telah menjajal beragam fitur yang tersedia di Google Meet dan memastikan keandalan piranti yang Anda gunakan. Di antaranya pelajari cara membisukan akun Anda, bagaimana cara melakukan percakapan di Google Meet, serta cara berbagi layar.

Kiat kedua: sebagai seorang Tuan Rumah Pertemuan, pastikan tidak ada satupun peserta yang merasa "dikacangin." Rangkul dan libatkan seluruh peserta di dalam interaksi yang terjadi di Meet Up.

Buka sesi pertemuan dengan perkenalan dan uraian singkat mengenai apa agenda pertemuan hari ini, berapa lama pertemuan akan berlangsung, dan bagaimana peserta pertemuan bisa berpartisipasi. Apabila Anda membuka sesi tanya-jawab, berikan waktu yang cukup bagi partisipan untuk menyalakan kembali mikrofonnya dan menyampaikan pendapat/pertanyaannya.



Kiat ketiga: Anda musti menyadari bahwa partisipan akan menggunakan gawai dengan spesifikasi beragam. Pun kecepatan internet yang bisa jadi berbeda bergantung pada penyedia layanan telekomunikasi yang digunakan. Sehingga direkomendasikan setiap peserta menggunakan headset dan membisukan mikrofon mereka sampai giliran mereka berbicara.

Kiat keempat: daftarkan agenda Meet Up Anda pada laman khusus Meet Up di Connect. Sertakan tulisan "VIRTUAL" pada judul pertemuan Anda, dan masukkan pada kategori "Other."

Kiat kelima: jika Anda telah memiliki agenda pertemuan tatap muka langsung sebelumnya, pertimbangkan untuk mengubah agenda pertemuan tersebut menjadi Meet Up Virtual. Dan,

Kiat keenam: SELALU sertakan informasi bagaimana para (calon) peserta bisa bergabung dengan Meet Up Virtual yang akan diadakan. Anda bisa mencantumkan alamat URL pertemuannya langsung pada artikel Meet Up di Connect atau dengan memanfaatkan fasilitas "3 Pesan Dari Tuan Rumah Pertemuan" begitu segala sesuatunya telah rampung Anda persiapkan.

Yang patut diperhatikan: jangan pernah membagikan informasi pribadi apapun secara publik (seperti misalnya nomor telepon atau alamat surel) pada artikel Meet Up Anda.

Jadi, bagaimana? Sudah siap menjadi Tuan Rumah Pertemuan Local Guides Virtual Anda sendiri? Siapkan WiFi terbaik![]
———————

Soto Ayam Cak Son: Foodcrawl Dalam 4 Babak

Mengandalkan resep favorit keluarga sejak tahun '80-an, rumah makan Soto Ayam Cak Son jelas musti ditambahkan ke dalam daftar rekomendasi soto enak kota Malang. Beruntung komunitas Malang Local Guides telah mencobanya secara langsung dalam Meet Up pertama setelah beberapa waktu absen. Satu agenda Foodcrawl tapi diadakan 4 kali berturutan?
———————


(ki-ka) Dyah, Luluk, Atik, Ifa, Erny


SOTO AYAM CAK SON:
FOODCRAWL DALAM 4 BABAK

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Istimewa/Dokumentasi Malang Local Guides

[MALANG LOCAL GUIDES] Jika Anda mengetikkan kata "soto" pada kolom pencarian di GOOGLE MAPS, niscaya Anda akan mendapati belasan, atau bahkan puluhan, rekomendasi rumah makan soto di kota Malang, Jawa Timur. Jumlah sebanyak ini boleh jadi hanya bisa dilampaui oleh rekomendasi yang akan muncul ketika Anda mengganti kata kunci pencariannya dengan kata "bakso."

Dan salah satu rumah makan soto yang patut menjadi jujukan apabila Anda mencari semangkuk soto panas di kota berhawa sejuk ini adalah rumah makan SOTO AYAM CAK SON yang beralamat di Jl. Terusan Kawi no. 4, Kota Malang, Jawa Timur.

Kendati rumah makan ini baru beroperasi sejak awal Juli lalu, namun resep soto ayam mereka, yang konon merupakan resep favorit keluarga yang dipertahankan sejak tahun '80-an, sudah barang tentu menjadi jaminan mutu. Beruntung komunitas MALANG LOCAL GUIDES sudah pernah menjajal langsung kenikmatannya ketika mengadakan Meet Up (Foodcrawl) beberapa waktu yang lalu.

Soto Ayam Cak Son


Ya, setelah beberapa waktu terpaksa absen, pada Sabtu (4/7/2020), Senin (6/7/2020), Rabu (8/7/2020), dan Selasa (14/7/2020) yang baru lalu komunitas MALANG LOCAL GUIDES kembali mengadakan Meet Up dengan agenda Foodcrawl di rumah makan SOTO AYAM CAK SON. Tak kurang dari 15 orang Local Guides menghadiri Foodcrawl yang difasilitasi oleh pengelola rumah makan ini. Bertindak sebagai Host Meet Up adalah Local Guides Atikerz.

Berbeda dari Meet Up-Meet Up pada umumnya, Meet Up kali ini dilaksanakan secara bertahap sebanyak 4 kali. Hal ini dikarenakan adanya permintaan dari pihak rumah makan agar peserta Meet Up tidak datang sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Kendati demikian pelaksanaan Meet Up bisa tetap berjalan seru dan guyub. Jumlah peserta bukanlah masalah, karena yang paling penting dari sebuah Meet Up adalah bisa bertemunya antara satu LOCAL GUIDES dengan LOCAL GUIDES lainnya.

Host Meet Up: Atik


Soto ayam yang ditawarkan di rumah makan SOTO AYAM CAK SON yang buka setiap hari dari pukul 07:00-21:00 WIB ini adalah tipe soto ayam Lamongan. Artinya sotonya dimasak menggunakan rempah kunyit untuk memberi warna kekuningan pada kuah dan daging ayamnya, kemiri untuk menambah rasa gurih yang khas, serta taburan bubuk koyah untuk mengentalkan kuah dan memberi sensasi kenikmatan yang berbeda bahkan dari satu mangkuk soto yang sama.

"Mantap dimakan ketika masih panas dengan ditambah jeruk nipis!" tutur Santi Suhermina, anggota komunitas MALANG LOCAL GUIDES.

Tak hanya itu, di atas meja juga tersedia lauk pendamping seperti sate telur puyuh, sate usus, sate kulit, perkedel kentang, serta yang paling penting ke-ru-puk! #yha

Dan bagi Anda yang senang krokot-krokot (membersihkan sisa daging yang masih menempel di tulang —Red.), Anda tidak perlu khawatir karena di rumah makan SOTO AYAM CAK SON ini tersedia balungan (tulang-tulang ayam yang tidak ikut digunakan di dalam soto yang dihidangkan —Red.) yang bebas dipesan oleh pelanggan secara gratis.

"Selama persediaan masih ada!" imbuh Dyah Kusuma Susanti, anggota komunitas MALANG LOCAL GUIDES.

Untuk menandaskan semangkuk soto ayam barangkali cukup sepuluh menit saja. Namun krokot-krokot balungan ayamnya ini, loh, yang bisa tiga puluh menit sendiri. Lalu nikmat mana yang kau ingkari, Sobat Local Guides?

Sate Usus, Sate Telur Puyuh


Di era Kelaziman Baru seperti sekarang ini, penerapan protokol kesehatan dan kebersihan tambahan merupakan hal yang wajib dilakukan. Termasuk di rumah makan SOTO AYAM CAK SON ini. Rumah makan ini juga menerapkan protokol kesehatan tambahan.

Seperti misalnya mewajibkan para pegawainya untuk menggunakan masker bahkan penutup wajah (face shield), menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun cair, sistem sirkulasi udara dan pemberian jarak yang lebih renggang pada meja dan kursi pengunjung, serta tulisan #staysafe yang tercantum pada setiap buku menu untuk mengingatkan pengunjung agar tetap menjaga kesehatan bersama.

Tak cukup sampai di situ, selain memberikan pelayanan makan di tempat, rumah makan ini juga menyediakan layanan bungkus (take away) dan pesan-antar (delivery) bagi para pelanggannya. Sehingga bagi Anda yang enggan bersantap di tempat namun tetap ingin menikmati lezatnya semangkuk SOTO AYAM CAK SON, maka layanan take away dan delivery seperti ini adalah solusi yang patut Anda coba.

(ki-ka) Dyah, Luluk


Selazimnya sebuah kegiatan Foodcrawl komunitas LOCAL GUIDES, makanan dan minuman yang terhidang tidaklah seketika itu juga disantap. Melainkan makanan dan minumannya difoto terlebih dahulu. Dijajarkan, diintip dan dicari sudut pengambilan gambar terbaik, putar kiri sedikit, sambalnya kurang dekat(!), sate ususnya miring(!!)..

"Koen ojok nentengi, Tik!!"

Cklik! Cklik!! Cklik!!!

Kamera ditembakkan bertubi-tubi seolah sedang memotret seorang model padahal: semangkuk soto ayam.

CKLIKK!!!

Soto Ayam Cak Son


Memotret beragam aspek dari sebuah tempat (points of interest; POI), memeriksa apakah lokasi dan beragam informasi yang tercantum sudah sesuai (termasuk apabila terjadi duplikasi POI —Red.), serta mengunggahkan ulasan yang kredibel dan obyektif mengenai POI tersebut pada GOOGLE MAPS adalah salah satu sumbangsih yang bisa diberikan (komunitas) LOCAL GUIDES untuk mendukung bisnis/usaha lokal di era yang serba menantang seperti sekarang ini.

Tak hanya itu, di saat yang bersamaan hal tersebut juga sebuah upaya agar informasi-informasi yang tertera di GOOGLE MAPS merupakan informasi-informasi yang mutakhir. Sehingga ketika ada seorang pengguna GOOGLE MAPS yang sedang mencari informasi (atau referensi —Red.) atas sebuah tempat yang hendak ia kunjungi maka ia bisa memperoleh informasi yang akurat dan mutakhir mengenai tempat tersebut. Ini adalah alasan mengapa seorang LOCAL GUIDES adalah LOCAL GUIDES.

Seneng, ya, ketemu lagi?[]
———————



SOTO AYAM CAK SON

Jl. Terusan Kawi No.4, Gading Kasri, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
0811-3056-070

https://maps.app.goo.gl/8adDYFSiAfeZsbJB8



———————
PENAFIAN:

Ini adalah Meet Up bersponsor. MALANG LOCAL GUIDES berterima kasih kepada rumah makan SOTO AYAM CAK SON yang telah mensponsori meet up kali ini dengan menyediakan makanan dan minuman untuk dicicipi secara gratis. Mereka mengerti bahwa tidak satupun dari Local Guides yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun terkait bisnis yang bersangkutan sebagai imbal-balik atas sponsor yang diberikan.

6 Cara Mendukung Usaha Kecil Lokal Melalui Google Maps

Situasi berubah, pola interaksi berubah, operasional beberapa bisnis pun terpaksa berubah. Tapi ada satu hal yang tak pernah berubah: komitmen komunitas Local Guides untuk tetap membantu orang-orang di sekitar mereka sesuai kemampuan dan ekspertisme mereka.
———————



6 CARA MENDUKUNG USAHA KECIL LOKAL MELALUI GOOGLE MAPS

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Dokumentasi Malang Local Guides

[MALANG LOCAL GUIDES] Perkembangan situasi belakangan ini membuat banyak hal di sekitar kita terpaksa berubah. Beradaptasi. Aktivitas berubah, pola interaksi antar manusia berubah, operasional beberapa bisnis, terutama usaha kecil lokal, pun berubah.

Di antaranya beberapa pelaku usaha ini mulai mengubah bahkan membatasi jam operasional gerai mereka, lebih banyak memberikan pelayanan pesan-antar ketimbang belanja secara tradisional, meniadakan fasilitas makan di tempat, bahkan beberapa pelaku usaha kecil lokal sampai terpaksa melakukan taktik jemput bola: menjajakan beberapa produk favorit mereka di pinggir jalanan yang ramai dalam kuantitas kecil dengan harga spesial. Alias mengasong.

Anda pernah mendapati ada gerai ayam goreng ternama yang menjajakan paket menu favorit mereka dengan harga diskon di pinggir jalan tepat di depan gerai mereka sendiri karena mereka telah meniadakan fasilitas makan di tempat? Kami pernah.

Perubahan pelayanan dan beragam taktik survival semacam ini bisa jadi membuat informasi tentang tempat tersebut (points of interest; POI) yang selama ini tercantum pada Google Maps tak lagi akurat. Padahal akurasi pada suatu peta adalah hal yang amat krusial. Tanpa adanya data/informasi yang akurat, peta menjadi berkurang keandalannya.

Padahal menurut Dora the Explorer: "Kepada siapa kita bertanya ketika tidak tahu arah? Benar! Peta! Katakan 'peta!' katakan 'peta!'"

Tapi tentu persoalan yang dihadapi oleh para pelaku usaha kecil lokal tersebut bukan melulu tentang akurasi informasi POI tempat usaha mereka di Google Maps. Tidak sesimpel itu, Fulgoso!



Menurut Tom Pritchard, SMB Product Lead, Google My Business, dalam rilisnya di The Keyword, blog resmi Google, ada 6 hal yang bisa Local Guides lakukan untuk membantu para pelaku usaha kecil lokal agar bisa tetap bertahan di era kenormalan baru yang penuh tantangan ini. Di antaranya:

1. Laporkan sebuah tempat (POI) ketika ia sudah mulai buka/beroperasi kembali dan mutakhirkan informasinya di Google Maps

Kadangkala seorang pemilik/pelaku usaha tidak memiliki cukup waktu (atau bahkan sumberdaya) untuk membuat informasi yang tercantum di POI/tempat usahanya di Google Maps tetap mutakhir. Jika Anda mengetahui bahwa satu tempat usaha telah mulai beroperasi kembali untuk umum, namun informasi di Google Maps atau Google Search masih menunjukkan bahwa tempat usaha tersebut tutup, maka Anda bisa melaporkan bahwa tempat tersebut sudah kembali dibuka.

Tekan tulisan "Tutup Sementara" di POI tersebut dan pilih "Sarankan Edit" agar tim Google terkait bisa mengetahui bahwa tempat tersebut sudah kembali dibuka untuk umum. Dan jika Anda dapati bahwa ternyata tempat usaha tersebut kini memiliki jam operasional yang berbeda dari sebelumnya, maka Anda pun bisa memutakhirkan informasi tersebut pada Google Maps.

2. Sebarkan kabar baik ini dengan membagikan ulasan, rating, dan foto-foto pada Google Maps. Jangan berhenti hanya di kamu!

Bagikan pengalaman Anda! Tuliskan tentang pelayanan pesan-antar atau take-away rumah makan yang baru. Atau tambahkan foto-foto pilihan menu terbaru yang Anda pesan. Dengan begini rumah makan/usaha kecil lokal tersebut bisa menarik lebih banyak konsumen.



3. Mereka menawarkan kelas daring (online)? Coba!

Kangen ngegym di pusat kebugaran? Beberapa tempat gym kini menawarkan kelas kebugaran mereka secara daring. Dengan memanfaatkan beragam layanan telekonferensi, instruktur kebugaran dan murid-muridnya kini tidak perlu lagi saling bersua secara langsung. Cukup bertemu di udara dan mari olahraga bersama!

Anda bisa mencari layanan semacam ini melalui Google Maps atau Google Search. Gunakan kata pencarian seperti "kelas gym dekat sini," "salon rambut," atau "kursus piano" untuk mencari tahu apakah tempat-tempat seperti tersebut di sekitar Anda menawarkan pelayanan secara daring. Bahkan Anda juga bisa melakukan pemesanan tempat secara langsung pada Google Maps atau Google Search melalui layanan Reserve with Google. Praktis sekali, bukan?

4. Beli kartu hadiah atau beri donasi

Ya. Membeli kartu hadiah, atau bahkan mengumpulkan donasi, untuk usaha kecil lokal di sekitar Anda amatlah membantu bagi mereka agar bisa tetap bertahan di masa seperti sekarang ini. Gaji pegawai terbayar, pun memastikan bahwa ke depannya usaha kecil lokal ini masih sanggup bertahan untuk tetap memberi mereka lapangan pekerjaan.

Khusus bagi Anda yang berada di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, Anda bisa mengetikkan "dukung usaha lokal" atau kata-kata yang serupa pada laman pencarian Google untuk melihat daftar tempat-tempat usaha lokal di sekitar Anda yang menawarkan kartu hadiah atau bahkan menerima donasi.

Dan untuk waktu yang terbatas Anda juga bisa menekan banner pada aplikasi Google Maps Anda untuk menemukan tempat-tempat usaha lokal di sekitar Anda yang membutuhkan bantuan. Tempat-tempat usaha di lebih dari 25 negara kini bisa mengadakan kartu hadiah atau kampanye penggalangan dana melalui layanan Google My Business.



5. Buatlah pemesanan tempat/booking!

Pemesanan tempat pun beragam pelayanan yang terpaksa dibatalkan oleh pelanggan nampaknya adalah hal yang lumrah akhir-akhir ini. Mau bagaimana lagi? Kendatipun demikian tentu hal tersebut mau tidak mau membuat si empunya usaha kepikiran. Termasuk para karyawannya.

Kalau bisa jangan dibatalkan, tapi lakukan penjadwalan ulang. Dengan demikian para pemilik usaha kecil lokal bisa sedikit menarik napas lega bahwa usaha mereka masih bisa berjalan. Pelanggannya masih ada. Walaupun bukan sekarang.

Banyak salon kecantikan pun bisnis jasa lainnya yang kini menawarkan melakukan reservasi langsung melalui Google Maps dan Google Search di gawai Anda. Terakhir,

6. Pesan-antar atau bungkus saja, lah!?

Banyak rumah makan dan bar minuman yang kini meniadakan layanan makan-di-tempat mereka. Mereka kini lebih banyak menawarkan layanan pesan-antar atau bungkus (take-away) untuk pelanggannya. Kalau Anda merasa sedang malas masak, mengapa tidak mencoba layanan ini? Gunakan aplikasi Google Maps di gawai Anda untuk menemukan rumah-rumah makan di sekitar Anda yang menawarkan layanan pesan-antar. Atau take-away. Atau layanan tanpa-kontak lainnya.

Jadi, hal apa yang akan Anda lakukan untuk mendukung usaha-usaha kecil lokal di sekitar Anda? Kalau kami, sih, delivery ayam goreng sambil ngegym online sounds good, lah..[]

Kita: Refleksi 4 Tahun Komunitas Malang Local Guides

Catatan Admin Magang:
———————



KITA:
REFLEKSI 4 TAHUN KOMUNITAS MALANG LOCAL GUIDES

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

[MALANG LOCAL GUIDES] Rasa-rasanya belum genap setahun berlalu sejak kita piknik ramai-ramai beralas koran dan rumput di Alun-alun Merdeka Malang kala itu. Tapi tahu-tahu komunitas ini sudah kembali berulang tahun. Malang Local Guides, 28/6/2016 - 28/6/2020. Genap 4 tahun.

Dan komunitas ini adalah selalu tentang "kita" (pronomina persona pertama jamak inklusif), bukan "kamu" (pronomina persona kedua tunggal), apalagi sekadar "aku" (pronomina persona pertama tunggal). Komunitas ini ditenagai oleh kita. Powered by us.

Ibarat hendak menjalankan sebuah kendaraan, kita adalah nasi pecelnya. Lengkap dengan mendol, peyek kacang, minumnya es teh.

Selama empat tahun tentu ada banyak hal yang terjadi pun dilakukan komunitas ini. Dari yang bisa bertemu teman-teman baru, ramai-ramai menghadiri undangan Meet Up di luar kota, dapat undangan Foodcrawl sana-sini, bikin macam-macam kegiatan sosial, mengelola blog dan instagram komunitas, diliput salah satu media lokal ternama Surya Malang, ramai-ramai Map Editing ketika ada laporan ada POI (points of interest) di Google Maps yang salah, dan banyak lagi lainnya. Asyik sekali!

Pun sebaliknya ketika melihat teman-teman yang pindah tidak lagi di Malang, atau rekan-rekan yang memilih untuk memperhatikan dalam diam (tapi diam-diam kirim japri nanya ini-itu. Hayo ngaku! Wkwkk). Tapi tak apa. Itulah dinamika berkomunitas. Dinamika kita.

Lalu sekarang pertanyaannya adalah: What's next? Apa selanjutnya? Hendak kita bawa ke mana? Kamu maunya gimana? Sini bilang..

Komunitas Malang Local Guides ini adalah komunitas kontributor Google Maps di wilayah Malang Raya. Perhatikan simbol bintang bersudut banyak di samping setiap nama kita. Itu adalah perlambang ekspertisme di lapangan serta komitmen untuk membagikan pengalaman nyata keseharian untuk membantu banyak pengguna Google Maps membuat keputusan.

Ulasan yang kita tuliskan, foto dan video yang kita bagikan, beragam info pada Google Maps yang kita tambah dan betulkan, pun usaha untuk terus saling berbagi praktik ber-Google Maps yang etik. Karena bagaimanapun juga aplikasi peta berbasis web ini (baca: Google Maps) adalah sebuah layanan yang dibangun secara keroyokan, crowdsource. Oleh Google, beragam instansi dan teknisi, komunitas Google Local Guides yang tersebar di seluruh dunia. Termasuk Anda, termasuk dia, termasuk kami. Kita.

Izinkan kami mengutip salah satu tembang lawas kesukaan kami: "Hubungan antar manusia memang merepotkan. Tapi kita tak bisa hidup sendiri." (JKT48 - Yuuhi wo Miteiru ka?)

Komunitas ini membutuhkan kita.[]