Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

6 Cara Mendukung Usaha Kecil Lokal Melalui Google Maps

Situasi berubah, pola interaksi berubah, operasional beberapa bisnis pun terpaksa berubah. Tapi ada satu hal yang tak pernah berubah: komitmen komunitas Local Guides untuk tetap membantu orang-orang di sekitar mereka sesuai kemampuan dan ekspertisme mereka.
———————



6 CARA MENDUKUNG USAHA KECIL LOKAL MELALUI GOOGLE MAPS

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Dokumentasi Malang Local Guides

[MALANG LOCAL GUIDES] Perkembangan situasi belakangan ini membuat banyak hal di sekitar kita terpaksa berubah. Beradaptasi. Aktivitas berubah, pola interaksi antar manusia berubah, operasional beberapa bisnis, terutama usaha kecil lokal, pun berubah.

Di antaranya beberapa pelaku usaha ini mulai mengubah bahkan membatasi jam operasional gerai mereka, lebih banyak memberikan pelayanan pesan-antar ketimbang belanja secara tradisional, meniadakan fasilitas makan di tempat, bahkan beberapa pelaku usaha kecil lokal sampai terpaksa melakukan taktik jemput bola: menjajakan beberapa produk favorit mereka di pinggir jalanan yang ramai dalam kuantitas kecil dengan harga spesial. Alias mengasong.

Anda pernah mendapati ada gerai ayam goreng ternama yang menjajakan paket menu favorit mereka dengan harga diskon di pinggir jalan tepat di depan gerai mereka sendiri karena mereka telah meniadakan fasilitas makan di tempat? Kami pernah.

Perubahan pelayanan dan beragam taktik survival semacam ini bisa jadi membuat informasi tentang tempat tersebut (points of interest; POI) yang selama ini tercantum pada Google Maps tak lagi akurat. Padahal akurasi pada suatu peta adalah hal yang amat krusial. Tanpa adanya data/informasi yang akurat, peta menjadi berkurang keandalannya.

Padahal menurut Dora the Explorer: "Kepada siapa kita bertanya ketika tidak tahu arah? Benar! Peta! Katakan 'peta!' katakan 'peta!'"

Tapi tentu persoalan yang dihadapi oleh para pelaku usaha kecil lokal tersebut bukan melulu tentang akurasi informasi POI tempat usaha mereka di Google Maps. Tidak sesimpel itu, Fulgoso!



Menurut Tom Pritchard, SMB Product Lead, Google My Business, dalam rilisnya di The Keyword, blog resmi Google, ada 6 hal yang bisa Local Guides lakukan untuk membantu para pelaku usaha kecil lokal agar bisa tetap bertahan di era kenormalan baru yang penuh tantangan ini. Di antaranya:

1. Laporkan sebuah tempat (POI) ketika ia sudah mulai buka/beroperasi kembali dan mutakhirkan informasinya di Google Maps

Kadangkala seorang pemilik/pelaku usaha tidak memiliki cukup waktu (atau bahkan sumberdaya) untuk membuat informasi yang tercantum di POI/tempat usahanya di Google Maps tetap mutakhir. Jika Anda mengetahui bahwa satu tempat usaha telah mulai beroperasi kembali untuk umum, namun informasi di Google Maps atau Google Search masih menunjukkan bahwa tempat usaha tersebut tutup, maka Anda bisa melaporkan bahwa tempat tersebut sudah kembali dibuka.

Tekan tulisan "Tutup Sementara" di POI tersebut dan pilih "Sarankan Edit" agar tim Google terkait bisa mengetahui bahwa tempat tersebut sudah kembali dibuka untuk umum. Dan jika Anda dapati bahwa ternyata tempat usaha tersebut kini memiliki jam operasional yang berbeda dari sebelumnya, maka Anda pun bisa memutakhirkan informasi tersebut pada Google Maps.

2. Sebarkan kabar baik ini dengan membagikan ulasan, rating, dan foto-foto pada Google Maps. Jangan berhenti hanya di kamu!

Bagikan pengalaman Anda! Tuliskan tentang pelayanan pesan-antar atau take-away rumah makan yang baru. Atau tambahkan foto-foto pilihan menu terbaru yang Anda pesan. Dengan begini rumah makan/usaha kecil lokal tersebut bisa menarik lebih banyak konsumen.



3. Mereka menawarkan kelas daring (online)? Coba!

Kangen ngegym di pusat kebugaran? Beberapa tempat gym kini menawarkan kelas kebugaran mereka secara daring. Dengan memanfaatkan beragam layanan telekonferensi, instruktur kebugaran dan murid-muridnya kini tidak perlu lagi saling bersua secara langsung. Cukup bertemu di udara dan mari olahraga bersama!

Anda bisa mencari layanan semacam ini melalui Google Maps atau Google Search. Gunakan kata pencarian seperti "kelas gym dekat sini," "salon rambut," atau "kursus piano" untuk mencari tahu apakah tempat-tempat seperti tersebut di sekitar Anda menawarkan pelayanan secara daring. Bahkan Anda juga bisa melakukan pemesanan tempat secara langsung pada Google Maps atau Google Search melalui layanan Reserve with Google. Praktis sekali, bukan?

4. Beli kartu hadiah atau beri donasi

Ya. Membeli kartu hadiah, atau bahkan mengumpulkan donasi, untuk usaha kecil lokal di sekitar Anda amatlah membantu bagi mereka agar bisa tetap bertahan di masa seperti sekarang ini. Gaji pegawai terbayar, pun memastikan bahwa ke depannya usaha kecil lokal ini masih sanggup bertahan untuk tetap memberi mereka lapangan pekerjaan.

Khusus bagi Anda yang berada di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, Anda bisa mengetikkan "dukung usaha lokal" atau kata-kata yang serupa pada laman pencarian Google untuk melihat daftar tempat-tempat usaha lokal di sekitar Anda yang menawarkan kartu hadiah atau bahkan menerima donasi.

Dan untuk waktu yang terbatas Anda juga bisa menekan banner pada aplikasi Google Maps Anda untuk menemukan tempat-tempat usaha lokal di sekitar Anda yang membutuhkan bantuan. Tempat-tempat usaha di lebih dari 25 negara kini bisa mengadakan kartu hadiah atau kampanye penggalangan dana melalui layanan Google My Business.



5. Buatlah pemesanan tempat/booking!

Pemesanan tempat pun beragam pelayanan yang terpaksa dibatalkan oleh pelanggan nampaknya adalah hal yang lumrah akhir-akhir ini. Mau bagaimana lagi? Kendatipun demikian tentu hal tersebut mau tidak mau membuat si empunya usaha kepikiran. Termasuk para karyawannya.

Kalau bisa jangan dibatalkan, tapi lakukan penjadwalan ulang. Dengan demikian para pemilik usaha kecil lokal bisa sedikit menarik napas lega bahwa usaha mereka masih bisa berjalan. Pelanggannya masih ada. Walaupun bukan sekarang.

Banyak salon kecantikan pun bisnis jasa lainnya yang kini menawarkan melakukan reservasi langsung melalui Google Maps dan Google Search di gawai Anda. Terakhir,

6. Pesan-antar atau bungkus saja, lah!?

Banyak rumah makan dan bar minuman yang kini meniadakan layanan makan-di-tempat mereka. Mereka kini lebih banyak menawarkan layanan pesan-antar atau bungkus (take-away) untuk pelanggannya. Kalau Anda merasa sedang malas masak, mengapa tidak mencoba layanan ini? Gunakan aplikasi Google Maps di gawai Anda untuk menemukan rumah-rumah makan di sekitar Anda yang menawarkan layanan pesan-antar. Atau take-away. Atau layanan tanpa-kontak lainnya.

Jadi, hal apa yang akan Anda lakukan untuk mendukung usaha-usaha kecil lokal di sekitar Anda? Kalau kami, sih, delivery ayam goreng sambil ngegym online sounds good, lah..[]

Kita: Refleksi 4 Tahun Komunitas Malang Local Guides

Catatan Admin Magang:
———————



KITA:
REFLEKSI 4 TAHUN KOMUNITAS MALANG LOCAL GUIDES

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

[MALANG LOCAL GUIDES] Rasa-rasanya belum genap setahun berlalu sejak kita piknik ramai-ramai beralas koran dan rumput di Alun-alun Merdeka Malang kala itu. Tapi tahu-tahu komunitas ini sudah kembali berulang tahun. Malang Local Guides, 28/6/2016 - 28/6/2020. Genap 4 tahun.

Dan komunitas ini adalah selalu tentang "kita" (pronomina persona pertama jamak inklusif), bukan "kamu" (pronomina persona kedua tunggal), apalagi sekadar "aku" (pronomina persona pertama tunggal). Komunitas ini ditenagai oleh kita. Powered by us.

Ibarat hendak menjalankan sebuah kendaraan, kita adalah nasi pecelnya. Lengkap dengan mendol, peyek kacang, minumnya es teh.

Selama empat tahun tentu ada banyak hal yang terjadi pun dilakukan komunitas ini. Dari yang bisa bertemu teman-teman baru, ramai-ramai menghadiri undangan Meet Up di luar kota, dapat undangan Foodcrawl sana-sini, bikin macam-macam kegiatan sosial, mengelola blog dan instagram komunitas, diliput salah satu media lokal ternama Surya Malang, ramai-ramai Map Editing ketika ada laporan ada POI (points of interest) di Google Maps yang salah, dan banyak lagi lainnya. Asyik sekali!

Pun sebaliknya ketika melihat teman-teman yang pindah tidak lagi di Malang, atau rekan-rekan yang memilih untuk memperhatikan dalam diam (tapi diam-diam kirim japri nanya ini-itu. Hayo ngaku! Wkwkk). Tapi tak apa. Itulah dinamika berkomunitas. Dinamika kita.

Lalu sekarang pertanyaannya adalah: What's next? Apa selanjutnya? Hendak kita bawa ke mana? Kamu maunya gimana? Sini bilang..

Komunitas Malang Local Guides ini adalah komunitas kontributor Google Maps di wilayah Malang Raya. Perhatikan simbol bintang bersudut banyak di samping setiap nama kita. Itu adalah perlambang ekspertisme di lapangan serta komitmen untuk membagikan pengalaman nyata keseharian untuk membantu banyak pengguna Google Maps membuat keputusan.

Ulasan yang kita tuliskan, foto dan video yang kita bagikan, beragam info pada Google Maps yang kita tambah dan betulkan, pun usaha untuk terus saling berbagi praktik ber-Google Maps yang etik. Karena bagaimanapun juga aplikasi peta berbasis web ini (baca: Google Maps) adalah sebuah layanan yang dibangun secara keroyokan, crowdsource. Oleh Google, beragam instansi dan teknisi, komunitas Google Local Guides yang tersebar di seluruh dunia. Termasuk Anda, termasuk dia, termasuk kami. Kita.

Izinkan kami mengutip salah satu tembang lawas kesukaan kami: "Hubungan antar manusia memang merepotkan. Tapi kita tak bisa hidup sendiri." (JKT48 - Yuuhi wo Miteiru ka?)

Komunitas ini membutuhkan kita.[]

CA MLG: Poin, Level, dan Lencana Kontribusi

Sebagai Local Guides, setiap kali menambahkan konten pada Google Maps maka kita akan memperoleh sejumlah poin kontribusi sebagai imbal-balik atas sumbangsih yang diberikan tersebut. Semakin banyak dan beragam konten yang dikontribusikan, maka akan semakin banyak pula poin kontribusi yang kita kumpulkan.

Pertanyaannya sekarang: Apa, sih, pentingnya mengumpulkan poin-poin kontribusi ini? Bisakah poin-poin tersebut ditukar dengan sejumlah hadiah nyata? Lalu apa arti level dan lencana kontribusi yang terpampang di laman profil Local Guides kita? Penanda prestasi agar disegani Local Guides lain? Simak selengkapnya: CARA ASYIK MENJADI LOCAL GUIDES: POIN, LEVEL, DAN LENCANA KONTRIBUSI.
———————



CARA ASYIK MENJADI LOCAL GUIDES:
POIN, LEVEL, DAN LENCANA KONTRIBUSI

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Dokumentasi Malang Local Guides

[MALANG LOCAL GUIDES] Betul. Menjadi Local Guides, dengan membagikan beragam sumbangsih konten pada Google Maps adalah sebuah tindakan sukarela. Voluntarily act. Dan atas sumbangan konten tersebut Google akan memberikan sejumlah poin kontribusi kepada Local Guides sebagai salah satu bentuk apresiasi mereka atas setiap sumbangsih yang Local Guides bagikan.

Ada sepuluh hal yang bisa dilakukan Local Guides untuk memperoleh poin kontribusi, yaitu: (1) mengulas tempat; (2) memberi rating pada suatu tempat; (3) menambahkan foto (dan video) pada suatu tempat; (4) menjawab pertanyaan tentang tempat;

(5) mengedit informasi tempat atau mengedit jalan pada peta; (6) menambahkan tempat; (7) memeriksa fakta tentang tempat di sekitar; (8) merespon Tanya Jawab; (9) memberi tag pada hidangan; serta (10) menambahkan konten pada Google Maps dan mendapatkan lencana.

Poin kontribusi bersifat kumulatif. Artinya jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya sumbangan konten yang dibagikan Local Guides pada layanan peta daring ini. Pun besaran poin kontribusinya beragam, antara 1-15 poin kontribusi per konten, yang bergantung pada jenis kontribusi yang diberikan.

Atas sumbangsihnya membagikan ulasan pada tempat-tempat yang tercantum di Google Maps (points of interest; POI), Local Guides akan diganjar 10 poin kontribusi, bonus 10 poin kontribusi tambahan apabila ulasannya ditulis melebihi 200 karakter (tapi tentu saja Anda jangan cuma menulis "hewes-hewes-hewes" atau "wkwkwkwkwkk" sampai 200 karakter hanya agar memperoleh poin kontribusi ekstra. Ga aci! Wkwkk).



Memberikan rating pada POI diberikan apresiasi 1 poin kontribusi, menambahkan foto 5 poin kontribusi, bonus 3 poin kontribusi untuk menambahkan tag pada jenis foto tertentu, dan 7 poin kontribusi untuk tiap video yang dibagikan.

Pada POI-POI tertentu kadang akan muncul beberapa pertanyaan survei pendek untuk memperjelas situasi faktual POI yang bersangkutan. Local Guides akan diminta memilih satu di antara dua atau lebih pilihan jawaban yang tersedia sesuai apa yang ia ketahui. Untuk menjawab pertanyaan semacam ini Local Guides akan diganjar 1 poin kontribusi per pertanyaan yang dijawab. Tidak usah banyak-banyak, karena tinggal "klik!"

Selain itu para pengguna Google Maps (Local Guides maupun pemilik akun Google non-Local Guides —Red.) juga bisa turut menuliskan pertanyaan pada suatu POI apabila ada hal-hal yang mereka rasa belum jelas tentang POI tersebut. Pemilik akun POI tersebut maupun pengguna Google Maps lainnya bisa menjawab pertanyaan ini (Q&A). Poin kontribusi yang akan diperoleh adalah 3 poin kontribusi per jawaban yang diberikan.

Sumbangsih menambahkan tempat (POI) dan jalan baru di Google Maps akan dihargai 15 poin kontribusi. Ini adalah dua jenis kontribusi yang memberikan poin kontribusi terbesar. Sedang untuk mengedit/memutakhirkan informasi yang ada di suatu POI, hal ini akan diapresiasi sebanyak 5 poin kontribusi. Memeriksa fakta tentang tempat di sekitar diganjar 1 poin kontribusi.

Adapun ketika Local Guides menyusun daftar atas beberapa rekomendasi tempat favorit di Google Maps dan menyetelnya publik, maka ia akan memperoleh 10 poin kontribusi per daftar tempat yang disusun. Tambahan 5 poin kontribusi lagi untuk deskripsi yang ditambahkan.

Setelah poin-poin kontribusi ini terkumpul, selanjutnya apa?

Naik level. Ya!



Semakin banyak poin kontribusi yang dikumpulkan seorang Local Guides maka ia akan mencapai level (Local Guides) yang lebih tinggi. Nol poin untuk Local Guides level 1. Naik ke level 2 ketika sudah mencapai 15 poin, dan level 3 untuk total 75 poin kontribusi yang dikumpulkan. Ketiganya masih belum memperoleh lencana Local Guides di samping namanya. Baru setelah mencapai level 4 (250 poin kontribusi) ia akan disemati lencana Local Guides dengan logo bintang empat sudut di samping namanya dan resmilah ia menjadi seorang Local Guides. Selamat!

Lalu apakah artinya lencana ini?

Lencana berlogo bintang yang tersemat di samping nama seorang Local Guides merupakan perlambang ekspertisme mereka di lapangan serta komitmen untuk membagikan pengalaman-pengalaman keseharian yang menginformasikan beragam keputusan yang bersifat saat-ini di seluruh dunia.

Seanjutnya lencana Local Guides level 5. Lencana ini akan diperoleh setelah Local Guides mengumpulkan 500 poin kontribusi, lalu lencana level 6 untuk 1.500 poin kontribusi, level 7 untuk 5.000 poin kontribusi, level 8 untuk 15.000 poin kontribusi, level 9 untuk 50.000 poin kontribusi, dan terakhir lencana Local Guides level 10 setelah mencapai 100.000 poin kontribusi.

Lalu bisakah poin-poin kontribusi tersebut ditukar dengan hadiah? Voucher diskon belanja? Kaus kaki merchandise resmi Google? Jawabannya adalah: Tidak. Maaf telah mengecewakan.



Local Guides adalah sebuah program sukarela. Jadi orang-orang yang bergabung dengan program ini tidak akan menerima bayaran sebagai imbal-balik atas kerja keras yang mereka kontribusikan.

Namun dari waktu ke waktu Google akan menawarkan sebentuk hadiah (yang disebut sebagai Perks —Red.) kepada Local Guides- Local Guides terpilih sebagai salah satu ungkapan rasa terima kasih mereka (Google) atas beragam konten kontribusi berkualitas yang Local Guides bagikan. Hadiah-hadiah kecil yang dibagikan Google ini beragam, pun tidak tentu waktunya. Kadang hadiahnya berupa voucher diskon menginap di salah satu jaringan hotel ternama, voucher belanja di restoran-restoran favorit keluarga, hingga kaus kaki merchandise resmi Google.

Tentu kita akan merasa rugi jika membandingkan berapa banyak keringat yang telah kita peras untuk memberikan konten terbaik pada Google Maps. Tapi jika kita melihat sumbangsih ini sebagai salah satu cara untuk saling membagikan pengalaman nyata keseharian di lingkungan yang kita kenal baik dengan pengguna Google Maps lainnya, tentu kita tidak akan merasa rugi-rugi amat.

Ibarat bertualang ke rimba raya, beragam sumbangsih yang dibagikan Local Guides pada Google Maps adalah selayak nyala damar penyuluh yang akan menuntun agar tak tersesat arah. Asyik sekali, bukan?



———————
TRIVIA: Berdasar wawancara singkat pada beberapa rekan Local Guides, foto dan video adalah dua jenis konten terfavorit untuk mereka bagikan. Karena untuk setiap POI mereka bisa membagikan banyak foto/video sekaligus. Sehingga ketika diakumulasikan poin kontribusi yang mereka peroleh per POI akan jauh lebih besar bahkan ketika dibandingkan dengan kontribusi menambahkan tempat/jalan baru di Google Maps sekalipun.

CA MLG: Mengunggah Foto ke Google Maps

Salah satu konten yang bisa ditambahkan Local Guides pada Google Maps adalah foto. Atas kontribusinya ini ia akan memperoleh 5 poin kontribusi per foto yang ia bagikan. Lumayan agar bisa cepat naik level.

Namun, apakah foto yang Local Guides kontribusikan pada Google Maps tersebut boleh sembarang saja? Foto yang asal jepret? Foto-foto selfie? Blur like an artsy? Simak seperti apa panduan Google tentang kriteria foto yang layak unggah pada Google Maps berikut ini:
———————



CARA ASYIK MENJADI LOCAL GUIDES:
MENGUNGGAH FOTO KE GOOGLE MAPS

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Dokumentasi Malang Local Guides

[MALANG LOCAL GUIDES] Keberadaan foto yang turut diunggahkan Local Guides ketika mengulas suatu tempat (points of interest; POI) di Google Maps amat membantu pengguna layanan peta daring ini lainnya untuk bisa mengenal seperti apa suasana tempat yang barangkali hendak ia datangi tersebut.

Berdasar pengamatan (dan pengalaman pribadi —Red.), pengguna Google Maps cenderung lebih banyak membagikan foto ketimbang ulasan yang berbentuk tulisan verbal. Alasannya sederhana: pengguna hanya bisa memberikan satu ulasan pada tiap POI yang diulas, namun bisa membagikan lebih dari satu foto per lokasi selama kuota internetnya masih mencukupi. Terlebih: siapa, sih, yang tidak suka foto-foto? Nah!

Namun sayangnya, agaknya, belum semua Local Guides, dan pengguna Google Maps lainnya, mengetahui seperti apa kriteria foto yang "layak" unggah itu. Atau detil apa saja yang sebaiknya juga turut difoto. Panduan dari Google sebagaimana yang termuat pada laman pusat bantuannya sebetulnya singkat saja: Ambillah foto yang bisa menggambarkan seperti apa lokasi/tempatnya secara jelas dan akurat. Sudah.

Pemilik akun @MoniV, Google Moderator, di forum komunikasi Local Guides Connect menguraikan hal ini lebih jauh. Setidaknya ada empat kriteria foto yang layak unggah pada Google Maps. Kriteria pertama: Unggahlah hanya foto yang Anda ambil sendiri di tempat yang sedang Anda ulas. Foto yang Anda unggah mustilah menggambarkan pengalaman yang benar-benar Anda alami/temui sendiri di tempat tersebut.

Kriteria kedua: Tunjukkan fitur-fitur khusus yang dipunyai tempat tersebut. Misalkan di tempat tersebut tersedia fasilitas untuk pengguna kursi roda, seperti rampa, atau fasilitas ramah anak, tunjukkanlah hal tersebut.



Kriteria ketiga: Tunjukkan beragam papan tanda yang ada di tempat tersebut. Misal buku menu atau pilihan metode pembayaran. Hal ini akan-amat-sangat-berguna! Kriteria keempat: Pastikan foto yang Anda bagikan adalah foto tempat tersebut yang terkini. Kalaupun yang Anda unggah adalah foto yang Anda ambil beberapa waktu/tahun yang lalu, pastikan bahwa foto tersebut masih relevan dan menggambarkan seperti apa tempat tersebut sebagaimana yang Anda kunjungi saat ini.

Selain itu, menurut panduan Google, ada baiknya foto yang Anda ambil cukup menggunakan cahaya alami (available light) agar apa yang ditangkap lensa kamera tidaklah jauh berbeda dengan apa yang dilihat mata. Menggambarkan tempat/lokasi secara akurat adalah koentji!

Namun selain kriteria untuk foto yang layak unggah, ada pula hal-hal yang sebaiknya tidak dibagikan di Google Maps, di antaranya: Jangan mengunggah foto yang sama/duplikat.

Membagikan lebih dari satu foto yang sama pada satu atau lebih lokasi adalah pelanggaran terhadap peraturan dan kebijakan Google Maps. Hal ini bisa membuat Anda dikeluarkan dari keikutsertaan Anda di program Google Local Guides.

Yang kedua: Hindari mengunggah foto-foto selfie maupun groupfie. Foto semacam ini tidak banyak membantu untuk memberi gambaran seperti apa tempat/lokasi tersebut. Unggah di Instagram saja, ya? Yang ketiga: Jangan mengunggah foto yang berkualitas rendah. Foto yang gelap dan kabur tidak memberi infomasi yang bermanfaat. Google bisa menghapus foto semacam ini dari Google Maps.

Selain itu ada beberapa aspek etika yang musti diperhatikan ketika mengambil foto yang hendak diunggah pada Google Maps: Selalu hargai privasi pengunjung lain. Ada baiknya Anda meminta ijin terlebih dahulu kepada orang yang bersangkutan apabila Anda hendak mengambil foto suatu tempat/lokasi yang turut menyertakan keberadaan mereka di dalamnya. Hindari pula memotret sosok orang yang bisa diidentifikasi di tempat-tempat seperti sekolah atau rumah sakit. Bukan semata perkara privasi, namun juga safety.

Mengunggah foto pada Google Maps bukan melulu perkara poin kontribusi (5 poin kontribusi per foto, bonus 3 poin kontribusi per tag yang ditambahkan —Red.). Namun dengan melakukan hal tersebut kita bisa membantu banyak pengguna lain untuk terlebih dahulu mengenal seperti apa tempat/lokasi yang bakal mereka datangi sebelum mereka benar-benar datang ke tempat tersebut.

Seperti kata pepatah: Jangan beli kucing dalam karung. Ketika didengar suaranya meang-meong, ketika dibuka, eh, ternyata kucing etalase maneki-neko yang sedang awe-awe. Nggak asyik, bukan?
———————



TRIVIA: Berdasar riset kecil-kecilan pada beberapa pengguna Google Maps kenalan kami, salah satu foto yang selalu mereka cari ketika membaca ulasan di Google Maps adalah foto daftar menu.

CA MLG: Menulis Ulasan di Google Maps


Untuk menulis ulasan di Google Maps tidaklah susah. Setiap orang yang memiliki akun Google bisa melakukannya. Termasuk, tentu saja, Local Guides seperti Anda.

Ketika hendak menuliskan ulasan, pengguna Google Maps terlebih dahulu harus memberikan penilaian dalam skala 1-5 bintang kepada tempat yang bersangkutan, lalu menulis apa isi ulasannya, dan tekan tombol "bagikan."

Maka dalam sekejap ulasan tersebut terpublikasi dan bisa dibaca oleh jutaan pengguna Google Maps dari seluruh dunia. Semudah itu.

Tapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah seperti apa, sih, cara menulis ulasan yang baik di Google Maps? Cukupkah dengan si pengguna sekadar menuliskan "sip!" atau "oke!" di dalam ulasannya? Bolehkah kita menyertakan kritik apabila kita pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan di tempat tersebut? 

Simak selengkapnya dalam CARA ASYIK MENJADI LOCAL GUIDES: MENULIS ULASAN DI GOOGLE MAPS berikut ini!
———————



CARA ASYIK MENJADI LOCAL GUIDES:
MENULIS ULASAN DI GOOGLE MAPS

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Google

[MALANG LOCAL GUIDES] Secara umum setiap orang yang memiliki akun Google bisa membagikan penilaian dan ulasannya atas suatu tempat (points of interest; POI) di Google Maps. Jadi bukan hanya pengguna Google Maps yang telah bergabung dengan program Google Local Guides saja yang bisa.

Dan untuk membagikan ulasan, jika Anda pengguna ponsel pintar Android, maka hal pertama yang musti Anda lakukan adalah buka aplikasi Google Maps di gawai Anda, cari atau tekan POI yang hendak Anda ulas di peta, lalu pada bagian bawah layar gawai tekan nama atau alamat POI tersebut.

Kemudian pada bagian atas layar tekan "ulas," geser tampilan ke bawah hingga Anda mendapati simbol lima bintang yang masih kosong, berikan penilaian dengan menekan simbol bintang dalam skala 1-5 bintang (nilai 1 bintang berarti "benci", 2 bintang berarti "lumayan, lah," dan nilai 5 bintang berarti "suka banget nggak ngerti lagi pengen nangis" —Red.), lalu tulis ulasan Anda di kolom kosong yang tersedia. Terakhir tekan tombol "bagikan" di bagian atas layar, maka ulasan Anda pun segera terpublikasi di Google Maps.

Apabila Anda adalah seorang Local Guides, maka atas kontribusi ini Anda akan memperoleh setidaknya 11 poin kontribusi, dengan perincian 1 poin kontribusi untuk penilaian yang Anda berikan dan 10 poin kontribusi untuk ulasan yang Anda bagikan.

Beneran semudah itu, guys, nggak ngerti lagi pengen nangys!

Lalu bagaimanakah cara menulis ulasan di Google Maps yang asyik, bermanfaat, sekaligus sesuai dengan panduan Google?



Pada laman pusat bantuannya, Google membagikan lima tips untuk menulis ulasan yang baik. Tips yang pertama: Tulislah ulasan secara informatif dan mencerahkan. Artinya ulasan Anda musti ditulis secara spesifik dan relevan dengan tempat/POI yang sedang Anda ulas.

Uraikan pula hal-hal apa saja yang sekiranya bakal dialami oleh pengunjung lain ketika mereka suatu saat nanti berkunjung ke tempat tersebut. Berikan penekanan pada keunggulan/keunikan dan hal-hal baru apa yang disediakan di tempat tersebut. Singkatnya: Ada yang baru, nih! Apa, sih, uniknya, guys?

Tips kedua: Nyata. Asli. Tulislah hanya pengalaman yang benar-benar Anda alami sendiri. Bukan hal yang katanya-katanya apalagi ngibul. Tuliskan secara berimbang hal-hal apa yang Anda sukai maupun yang Anda tidak sukai. Ulasan yang akurat adalah koentji!

Tips ketiga: Hargai. Respek. Tulislah ulasan dengan tetap menghargai si empunya tempat. Jangan mentang-mentang pembeli adalah raja maka Anda bisa seenaknya menulis ulasan negatif dengan kata-kata kasar, terlebih ketika Anda mengalami hal yang kurang mengenakkan di tempat tersebut. No!

Berikan kritik yang membangun, karena tak jarang si empunya tempat bisa memperbaiki pelayanannya setelah mereka mendapat kritik/umpan balik dari para pengunjungnya. Keep respek, Brouw! Bukan resek!



Tips keempat: Tulislah ulasan, bukan komentar atas sesuatu kejadian/isyu yang sedang hangat di masyarakat. Di Google Maps tulislah hanya ulasan atas pengalaman Anda sendiri di tempat tersebut. Apabila Anda ingin turut memberikan komentar atas isyu yang sedang hangat di masyarakat gunakan blog atau media sosial pribadi Anda sendiri. Sehingga (ulasan) Google Maps bisa tetap dalam khittahnya untuk membantu orang lain menemukan tempat-tempat asyik yang sekiranya cocok dengan kebutuhan mereka.

Tips terakhir: Tulislah dengan bergaya. Pembaca ulasan di Google Maps senang membaca tulisan yang rapih. Karenanya tulislah ulasan Anda dengan aspek gramatikal yang baik, minim salah ketik, dan jangan gunakan ragam bahasa 4l4y. Mengapa?

Pembaca ulasan Anda adalah pengguna Google Maps yang berasal dari seluruh dunia, keleus! Dan Google Translate rasa-rasanya masih susah menerjemahkan ragam bahasa 4l4y. Pun ulasan Anda tidaklah perlu ditulis terlampau panjang. Anda bukan sedang menulis skripsi. Separagraf dua ratus karakter cukup, lah.

Intinya: Tulislah ulasan Anda atas suatu tempat/POI di Google Maps berdasarkan atas apa yang Anda alami sendiri di tempat tersebut sama rapi dan terperincinya sebagaimana Anda ingin membaca ulasan dari pengguna Google Maps lainnya.

Asyik, bukan?
———————



TRIVIA: Menurut Kevin Reece, Director of Product, Google Maps, saat ini tercatat ada kurang lebih 200 juta POI di Google Maps dengan lebih dari 20 juta kontribusi yang dibagikan para pengguna layanan peta daring ini setiap harinya (Reece, Kevin. "Google Maps 101: How Contributed Content Makes a More Helpful Map." The Keyword, 19/2/2020)

CONNECT LIVE 2020 BATAL!



Pelaksanaan ajang Meet Up tahunan terbesar Local Guides dari seluruh dunia tahun ini resmi dibatalkan. Banyak yang merasa kecewa, namun tak sedikit yang bisa menerima dengan lapang dada. Berharap gelaran Connect Live bisa kembali di tahun depan.
———————



CONNECT LIVE 2020 BATAL!

Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

[MALANG LOCAL GUIDES] Pekan lalu Google baru saja melansir sebuah berita yang sukses menggemparkan jagad sukarelawan Local Guides yang ada di seluruh dunia: Connect Live 2020 dinyatakan BATAL!

Pernyataan ini disampaikan oleh Mara Chomsky (@mchomsky), Googler/Kepala Program Google Local Guides, di forum Local Guides Connect (untuk selanjutnya disebut Connect) pada Kamis (7/5/2020) yang baru lalu.

"Hari ini kami mengumumkan (kepada kalian semua) bahwa kami telah mengambil satu keputusan yang amat sulit untuk membatalkan (pelaksanaan) Connect Live tahun ini (2020) yang disebabkan adanya (wabah) COVID-19 belakangan ini," tulisnya.

Menurut Mara Chomsky, keputusan ini terpaksa diambil karena selain mempertimbangkan alasan kesehatan dan keamanan anggota komunitas Local Guides yang memang harus menjadi prioritas, ketidakpastian perjalanan internasional menjadikan gelaran Connect Live yang sedianya dihelat pada 11-14 Oktober 2020 mendatang nyaris mustahil dilaksanakan.

Hal ini tentu memancing reaksi beragam dari para Local Guides. Ada yang kecewa, namun sebagian besar bisa memahami keadaan ini dan berbesar hati.

"Kurang dari dua minggu lagi sampai pengumuman (calon peserta terpilih) Connect Live 2020, aku yakin kebanyakan dari kalian yang telah mendaftar (Connect Live 2020) sudah tidak sabar menunggu hasilnya. Tapi bagaimanapun juga, keamanan dan kesehatan setiap orang adalah prioritas pertama. Ini adalah keputusan terbaik dari Google untuk kita semua," tulis akun @Velvel.

Pembatalan Connect Live 2020 ini bersifat final. Dalam artian tidak akan ada penundaan dan penjadwalan ulang pelaksanaan Connect Live 2020 kendatipun di akhir tahun barangkali keadaan sudah kembali normal seperti sedia kala. Hal ini disebabkan oleh banyaknya perencanaan maupun pengaturan perjalanan yang musti dipersiapkan secara matang untuk setiap event Connect Live yang dilaksanakan.



Tak hanya itu, Google juga tidak berencana untuk membuat versi digital/virtual (sebagai alternatif/event pengganti) dari perhelatan ini.

"Connect Live adalah tentang membawa keajaiban komunitas (Local Guides), di Connect maupun luar Connect, secara langsung ke dunia nyata. Sehingga kami memutuskan untuk tidak menggelar event (Connect Live 2020 versi) digital," tegas Mara Chomsky.

Sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas kerja keras para Local Guides yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang Connect Live 2020, maka Google menghadiahi mereka sebentuk lencana (digital) Aplikan Connect Live 2020 yang bisa mempermanis penampilan profil mereka di Connect.

Namun apakah ini berarti di masa depan tidak akan ada lagi gelaran Connect Live berikutnya? Anda tidak perlu cemas, Sobat Local Guides! Karena menurut Mara Chomsky, saat ini Google tengah menggodok rencana untuk pelaksanaan Connect Live 2021. Jadi, jangan hilang harapan, ya? Kita persiapkan materi yang lebih baik untuk pendaftaran ajang Connect Live yang berikutnya!

"Tetap tenang, tetap kalem. Aku menikmati (sebagai seorang) Local Guides dengan atau tanpa adanya Connect Live. Jaga kesehatan, teman-teman!" tulis akun @Nyainurjanah.

Ashiaapp!!

Tips Jitu Tembus Connect Live 2020!



TIPS JITU TEMBUS CONNECT LIVE 2020!

Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

Tahun ini para calon pendaftar Connect Live 2020 begitu dimanjakan. Beragam tips dan kisi-kisi tembus seleksi Connect Live 2020 dibagikan di platform resmi Local Guides Resmi. Kami merangkumkan beberapa di antaranya untuk Anda. Silakan..
———————



[MALANG LOCAL GUIDES] Pendaftaran Connect Live 2020 mensyaratkan aplikan untuk mencantumkan video Youtube 1 menit, sebuah postingan artikel di Connect (Local Guides Connect; www.localguidesconnect.com), dan satu daftar tempat di Google Maps, serta menjawab 2 pertanyaan ketika aplikan memasukkan formulir pendaftarannya. Bagi beberapa orang hal ini mungkin terasa "kok repot, ya?"

Iya.

Tapi tidak usah khawatir. Para calon pendaftar Connect Live tahun ini begitu dimanjakan dengan banyaknya tips dan trik tembus Connect Live 2020 yang dibagikan oleh Google Moderator maupun alumni Connect Live tahun sebelumnya di platform resmi Connect. Kita bahas satu per satu.

Yang pertama..

Tips mengisi formulis pendaftaran. Jordan Burleson (@JordanSB) menyebut: "Fokus sama apa yang elu suka. Kalo elu suka ngebahas tentang makanan, tunjukin cara elu yang unik untuk berkontribusi (di Google Maps/Connect —Red.), atau bagikan cerita pengalamanmu yang lucu, atau mungkin keren, tentang itu. (Intinya) tunjukin kreativitas dan keterampilan elu! ...tunjukin gimana passion elu mempengaruhi (kontribusi) elu di Google Maps."

Lain padang, lain ilalang. Lain Jordan, lain pula Alexandre Campbell (@AlexandreCampbell).

"(Pokoke) ikuti aturan!" tulisnya. "Kedengarannya sederhana, tapi kadangkala Local Guides tergoda untuk menunjukkan versi berbeda dari dirinya atau memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan.

"Bukan berarti gua ngelarang elu untuk jadi kreatif. Bukan. Tapi jangan lupa aturan mainnya. Kalau diminta membuat video 1 menit, ya buatlah video 1 menit, 60 detik. Bukan 65 detik atau malah 70 detik!" Paham?

Paham, Bang..

"Jadi diri elu sendiri. Be authentic!" tips selanjutnya dari Justine Edwards (@JustineE).

"Google menghargai orang dari latar belakang budaya berbeda, ras, agama, serta etnisitas/suku. Mereka ingin mengenal siapa kamu. Apa yang kamu suka, apa yang kamu tidak suka, juga apa passion kamu.



"Mereka menghargai pendapat kamu dan mereka ingin mengenal kamu. Jadi, jadilah diri kamu sendiri. Karena pada akhirnya itu yang akan jadi kekuatanmu," tuturnya.

Tips berikutnya datang dari Steve Piere (@SP31). Ia menulis: "Ketika menjawab pertanyaan di formulir pendaftaran, posisikan dirimu pada diri audiensmu, yang barangkali sedang membaca tulisanmu dan mencari tahu menjadi seorang Local Guides, tuh, seperti apa, ya? Dengan berpegang pada perspektif ini jadi lebih mudah bagiku mengekspresikan diri dan bicara tentang pengalamanku selama bergabung di program Local Guides ini, ketimbang melihat pertanyaan di formulir pendaftaran ini sebagai hal yang menakutkan."

"Tertata dan konsisten!" sebut Adrian Lunsong (@AdrianLunsong), seorang veteran Local Guides Summit 2016-2017, Connect Live 2018-2019.

Langganan..

Hahaa..

"Lengkapi formulirmu secara tertata, jangan serampangan. Aku berusaha membagikan pesan yang konsisten di artikel Connect yang aku tulis, video berdurasi 1 menit yang aku buat, serta ketika mengisi formulir pendaftarannya," tulis Adrian.

"Ketika bercerita juga membuat satu cerita yang kohesif, yang tidak mengulang informasi jika informasi tersebut tidak penting-penting amat untuk disampaikan ulang, serta secara sengaja menata informasi-informasi apa saja yang perlu disampaikan tentang diriku dan apa-apa saja yang tidak."

Jaim? Jaga image?

Yah, kurang lebih.

Dan yang paling penting, menurut Adrian: "Tunjukkan versi dirimu sendiri yang terbaik! Jangan bohong, jangan lebay, jangan palsu, tapi sekaligus juga JANGAN TERLALU RENDAH HATI!

"Pastikan bahasa/gesture tubuhmu positif; berdiri atau duduklah yang tegak, jangan bersedekap/menyilangkan tangan, bicaralah yang jelas, jangan lupa senyum, kenakan pakaian yang menggambarkan kepribadianmu, pilih latar video yang bagus, serta pencahayaan yang cukup.

"Googlers barangkali tidak akan memperhatikan hal-hal detil ini, tapi secara bawah sadar mereka pasti akan terkesan."

Insightful..



Selain itu, masih ada tips yang dibagikan oleh Joel Sewing (@Joel_S). Ia menulis: "Fokus pada kualitas ketimbang kuantitas!

"Jika kamu memang punya dorongan yang kuat untuk menjadi seorang Local Guides, ini akan tercermin pada kualitas kontribusimu. Coba untuk memperoleh poin dan level kontribusi sebanyak-banyaknya namun kualitas kontennya rendah tentu akan jadi tidak bermanfaat bagi pengguna yang sedang menelusuri Google Maps."

Dan tips terakhir dari Luigi Zurolo (@LuigiZ): "Jangan lupa bersenang-senang."

Uhm.. okay. Tips yang cukup bermanfaat. Tapi masih adakah tips yang lainnya? Cara membuat Daftar Tempat di Google Maps, misalnya?

Baik. Berikut kami rangkumkan cara membuat Daftar Tempat di Google Maps yang ditulis oleh @KatieMcB, Googler.

Yang pertama: buka aplikasi Google Maps di ponsel kamu, lalu ketuk "Saved" dan "List." Di bagian kanan-bawah, ketuk tombol Add Plus, masukkan nama dan deskripsi lalu ketuk "Save."

Kamu menggunakan komputer? Gampang! Masuk ke maps.google.com, lalu klik Menu > Your Places > Saved. Di pojok kanan-bawah klik Add. Masukkan nama dan deskripsi lalu pencet Save.

Untuk bisa digunakan sebagai persyaratan pendaftaran Connect Live 2020, maka setting privasi pada Daftar Tempat ini musti diatur "Publik"/"Anyone with the link can view." Untuk melakukan ini, klik "Share List" dan pilih "How to Share." Pastikan untuk mengetuk "Get Link." Untuk mengatur seberapa mudah link-mu ditemukan, ketuk "Sharing Option."

Bagaimana? Mudah, bukan?

Mudah. Tips lain?

Daftar Tempat di Google Maps mustilah memiliki tema, judul yang menarik dan informatif, serta deskripsi yang memadai. Paling baik, sebuah Daftar Tempat mencantumkan antara 5-15 tempat berbeda, serta tuliskan komentar pribadimu pada setiap tempat yang dicantumkan di dalam daftar.

Ribet..

Easier done than said, kok :)

Kita lanjut ke tips berikutnya, ya?

Iya.

Tips berikutnya terkait bagaimana menulis artikel aplikasi yang baik oleh @TraciC. Dia menulis: (1) Gunakan judul yang menarik. Bukan hanya deskriptif, namun juga musti bisa menarik minat pembaca untuk mengklik dan membaca artikelmu. Contoh: "9 Alasan Mengapa Aku Suka Mereview Museum Seni." Judul ini tentu lebih baik ketimbang "Tentang Gue." "Ini Gue."



(2) tulislah cerita yang substansial. Kami (Panitia Connect Live —Red.) beneran ingin mendengar apa ceritamu. Jadi tuliskan saja beberapa paragraf cerita sekehendakmu. Tidak ada batasan jumlah karakter minimal, namun menulis hanya beberapa kalimat kok ya rasanya kurang pas? Sebagai patokan, biasanya tulisan di Connect yang baik memiliki minimal 300 kata.

(3) tulislah dalam bahasa Inggris! Khusus untuk pendaftaran Connect Live 2020, artikelnya musti, harus, dan kudu ditulis dalam bahasa Inggris. Ditulis dalam bahasa lain = diskualifikasi!  (4) tulislah secara detail. Jangan cuma menulis, "hey, gue top 1%, loh, di kota gue bulan ini." Tapi tulislah mengapa itu penting buat kamu? Apakah kamu selebritas lokal? (Brrodeenn!! New Pallapa!!) Tuliskan itu di artikelmu.

(5) lampirkan setidaknya 1 foto yang bagus. Bukan apa-apa, tapi foto yang bagus dan relevan membantumu menyampaikan cerita dengan lebih baik. Dan ingat: hanya gunakan foto yang kamu ambil/rekam/jepret sendiri, serta jangan lupa tuliskan caption yang ciamik. Terakhir (6) pilih topik "Local Stories" untuk artikelmu, bukan Food & Drink, Travel, apalagi Announcement. Kamu, kan, bukan Googlers?!

Tips lain? Tentang bikin video aplikasinya, barangkali?

Sendhiko dhawuh, Ndoro..

Tips membuat video untuk mendaftar Connect Live 2020 oleh @brittym, Googler. Dalam tulisannya ini ia dibantu oleh @MollyMo, Senior Content Strategist dan Video Producer.

Untuk membuat konten video, pertama-tama kita musti memilih apa tema/konten video kita, apakah itu (1) tempat favorit kamu di Google Maps dan penjelasan apa yang membuatnya istimewa, atau (2) bagaimana kamu pertama kali mengenal program Local Guides ini dan bagaimana program ini mempengaruhi hidupmu. Ingat: pilih salah satu, bukan keduanya sekaligus.



Tips berikutnya pilih lokasi syuting yang baik. Idealnya latar belakang videonya bersih/tidak banyak distraksi, nyaman ketika dilihat, serta tenang/tidak bising. Perhatikan pula aspek pencahayaan. Cahaya alami adalah yang terbaik. Posisikan dirimu menghadap sumber cahaya, sehingga cahaya dan bayangan yang jatuh di wajahmu nampak rata.

Atur adegannya. Disarankan membuat video dalam format landscape. Posisikan dirimu pada komposisi tengah/center. Pastikan fokus kamera tepat di wajahmu, dan tempatkan kamera pada landasan yang stabil sehingga hasil videonya tidak goyang-goyang.

Berarti bikin video standar saja, dong?

Betul. Bikin video standar tapi manis. Tidak perlu teknik aneh-aneh. Efek ledakan? CGI? Drone shot? Transisi ajaib ala Ayun Savitri? Soundtrack? Tidak usah. Kita bukan sedang syuting Avengers atau Ayat-ayat Cinta 2.

Yang dicari sebetulnya sebuah respon kreatif atas tema yang telah diberikan, sehingga para panitia seleksi Connect Live bisa sedikit mengenal kamu, tuh, orangnya kayak gimana, sih? Jadi lupakan teknik sinematografi yang serba njelimet itu.

Kamu cuma perlu tampil di depan kamera, ngomong pakai bahasa Inggris, jawab/respon salah satu tema yang diberikan, dan tunjukkan dengan caramu yang unik, yang elu banget. Ingat: Bapak-Ibu Panitia Connect Live 2020 itu akan menonton RIBUAN video aplikasi satu-satu, jadi please pikirkan cara biar kamu nampak menonjol di antara ribuan aplikan lainnya dan tunjukkan apa yang membuatmu unik, gunakan kekuatanmu.

NB: Pertimbangkan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan bisa membuatmu merasa percaya diri.

Tips terakhir: kirimkan videomu dengan hati-hati. Pastikan tautan video yang kamu kirimkan adalah tautan video yang benar dan jangan di-private! Ingat: tiada guna kamu membuat video aplikasi bagus-bagus kalau ternyata videonya tidak bisa disaksikan.

Lha lak muspro?

Benar. Akhirul kata selamat berjuang mengikuti seleksi Connect Live 2020. Selamat dan sukses.

Siapa kita? Google Local Guides!
Kita siapa? Google Local Guides, dong!
Jaya, jaya, jaya!



———————

INDEKS ARTIKEL:

1. Pendaftaran Connect Live 2020 & Hal-hal Yang Kamu Perlu Tahu

2. Tips Jitu Tembus Connect Live 2020!

———————
TEKS: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301) / Disadur dari:

@KatieMcB. "Connect Live 2020 Application Guidelines." Local Guides Connect, 14 Februari 2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/Connect-Live-2020-application-guidelines/ba-p/2187823

@brittym. "Application Advice from Connect Live Alumni." Local Guides Connect, 14 Februari 2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/Application-advice-from-Connect-Live-alumni/ba-p/2187804

@KatieMcB. "Your Guide to Creating Lists on Google Maps." Local Guides Connect, 14 Februari 2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/Your-guide-to-creating-lists-on-Google-Maps/ba-p/2187795

@KatieMcB. "The Best Lists Created by Connect Live Attendees." Local Guides Connect, 11 Februari 2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/The-best-lists-created-by-Connect-Live-attendees/ba-p/2183968

@TraciC. "How to Write a Great Application Post for Connect Live 2020." Local Guides Connect, 11 Februari 2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/How-to-write-a-great-application-post-for-Connect-Live-2020/ba-p/2183962

@brittym. "Video Tips for Your Connect Live 2020 Application." Local Guides Connect, 11 Februari 2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/Video-tips-for-your-Connect-Live-2020-application/ba-p/2183950

@TraciC. "Save the Date for Connect Live 2020." Local Guides Connect, 14 Februari 2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Save-the-date-for-Connect-Live-2020/ba-p/2187808