Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

Penambahan Lapisan Peta COVID-19 di Google Maps

 Pembaruan Google Maps menambahkan fitur lapisan peta COVID-19. Data tren jumlah kasus baru di suatu wilayah bisa dengan mudah dipelajari. Membantu pengguna Google Maps merencanakan perjalanan dengan aman.

———————




PENAMBAHAN LAPISAN PETA COVID-19 DI GOOGLE MAPS


Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Istimewa/Google


[MALANG LOCAL GUIDES] Google baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menambahkan lapisan (layer) COVID-19 pada aplikasi Google Maps mereka yang segera bisa diakses oleh pengguna Google Maps di seluruh dunia. Dengan adanya lapisan peta baru ini pengguna Google Maps bisa memantau jumlah rata-rata kasus COVID-19 di suatu wilayah/area. Sehingga mereka bisa beroleh informasi yang lebih kaya sebelum memutuskan hendak pergi ke mana dan apa yang mesti dilakukan.

Informasi ini pertama kali disampaikan oleh Sujoy Banerjee, Manajer Produk-Google Maps, dalam rilisnya di website The Keyword pada 23/9/2020 yang baru lalu.

"Minggu ini kami memperkenalkan lapisan COVID di (Google) Maps. (Ini adalah) sebuah alat yang menunjukkan informasi penting perihal kasus COVID-19 di suatu wilayah sehingga Anda bisa membuat keputusan mengenai ke mana hendak pergi dan apa yang hendak dilakukan dengan lebih terinformasi," tulisnya.

Fitur baru ini memperoleh sambutan yang luar biasa dari Local Guides seluruh dunia yang bergabung di forum komunikasi Local Guides Connect.

"Fitur yang sangat berguna, setidaknya untuk terus menjelajah namun lebih aman," tulis akun @LuigiZ, Moderator Connect.

"Fitur ini sangat membantu. Sekarang tergantung kita untuk mendorong orang-orang memakai masker," tulis akun @LaloPadilla, Local Guides dari Meksiko.




BAGAIMANA CARA KERJANYA

Untuk mengaktifkan fitur lapisan COVID-19 ini, buka aplikasi Google Maps yang Anda miliki. Pada bagian kanan-atas Anda akan melihat tombol lapisan (layer) peta. Tombol ini berisi pilihan fitur tipe visual peta (default, citra satelit, lansekap) dan ragam detil peta (jalur angkutan umum, lalu-lintas jalan, rute ramah sepeda, 3D, cakupan Street View, dan COVID-19). Tekan opsi COVID-19, dan Anda akan segera disuguhi pemetaan terkait COVID-19 di suatu wilayah/area.

Pada lapisan peta ini Anda akan disuguhi informasi mengenai jumlah rata-rata dalam 7 hari kasus COVID-19 baru per 100.000 orang penduduk di wilayah yang Anda periksa dan label tren peningkatan/penurunan jumlah kasus di wilayah tersebut.

Selain ditunjukkan dalam bentuk angka, informasi mengenai jumlah kasus COVID-19 baru di suatu wilayah ini juga ditampilkan dalam bentuk kode warna. Warna abu-abu berarti tidak ada kasus baru (nihil), kuning 1-10 kasus, oranye 10-20 kasus, oranye tua 20-30 kasus, merah 30-40 kasus, dan merah tua berarti ada lebih dari 40 kasus baru (rata-rata dalam 7 hari per 100.000 penduduk dalam suatu wilayah).

Data kecenderungan kasus ini juga bisa dilihat pada tingkat negara (220 negara), negara bagian/provinsi, kabupaten, dan kota, yang didukung oleh layanan Google Maps.




CARA GOOGLE MEMPEROLEH DATA

Data yang terverifikasi adalah hal yang amat penting dalam penyajian informasi lapisan peta COVID-19 ini. Google memperoleh data ini dari beragam sumber otoritatif, di antaranya Wikipedia, The New York Times, JHU CSSE, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kementrian kesehatan pemerintah, maupun rumah sakit.

Sebetulnya banyak di antara sumber-sumber data ini yang selama ini memasok data/informasi mereka ke (Google) Search. Namun kini informasi tersebut juga diperluas ke Google Maps.

Beberapa di antara pengguna Google Maps barangkali belum memperoleh pembaruan lapisan peta COVID-19 ini. Hal ini disebabkan pengimplementasian fitur ini yang dilakukan secara bertahap seperti halnya ketika ada pembaruan fitur lainnya pada aplikasi Google Maps selama ini.

"Kami harap fitur ini (akan) membantumu bepergian secara aman," tulis akun @TraciC, Administratur Google, di forum Local Guides Connect.

Pakai maskermu![]



———————


DAFTAR RUJUKAN:

Sujoy Banerjee. "Navigate Safely with New COVID Data in Google Maps." The Keyword, 23/9/2020, https://blog.google/products/maps/navigate-safely-new-covid-data-google-maps/

@TraciC. "Introducing a COVID-19 Layer in Google Maps." Local Guides Connect, 29/9/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Introducing-a-COVID-19-layer-in-Google-Maps/ba-p/2730037

Google Support. "COVID-19 Google Maps Updates." https://support.google.com/maps/answer/9795160


Soto Mbah Bedjo Galunggung: Jagoan Baru Soto Ayam Khas Malang

 Mengusung tagline "Surganya Pecinta Krokot Balung," Soto Mbah Bedjo Galunggung adalah jagoan baru sajian soto ayam khas Malang. Bahkan dengan uang Rp5.000,- pun kita sudah bisa mencicipi lezatnya soto ayam gratis balungan.

———————




SOTO MBAH BEDJO GALUNGGUNG:

JAGOAN BARU SOTO AYAM KHAS MALANG


Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Istimewa/Malang Local Guides


[MALANG LOCAL GUIDES] Soto Mbah Bedjo Galunggung. Jika Anda ketikkan kata kunci "soto" di kolom pencarian Google Maps, niscaya Anda akan dapati begitu banyak rumah makan yang menawarkan menu soto di wilayah kota Malang, Jawa Timur. Agaknya udara kota ini yang sejuk memang cocok untuk "dilawan" dengan semangkuk soto yang panas dan nikmat. Dan Soto Mbah Bedjo Galunggung adalah satu jagoan baru yang turut meramaikan jagat persotoan kota Malang belum lama ini.

Berbeda dari soto yang dijual oleh kebanyakan rumah makan lain di kota ini, soto yang ditawarkan oleh Soto Mbah Bedjo Galunggung ini adalah soto ayam khas Malang. Bukan tipikal soto Lamongan yang lebih banyak dikenal.

Menurut Evin Fitriani (25), CO Marketing Soto Mbah Bedjo Galunggung, dalam satu sesi wawancara bersama Malang Local Guides pada Kamis (24/9/2020) di gerai Soto Mbah Bedjo Galunggung - Cengkeh, perbedaan paling mencolok antara soto khas Malang dengan tipikal soto Lamongan adalah terletak pada bahan koyahnya.

"Kalau soto khas Malang menggunakan koyah yang terbuat dari kelapa parut sangrai, sementara soto Lamongan menggunakan koyah campuran kerupuk udang dan bawang putih," terang Evin, panggilan akrab Evin Fitriani.

Evin Fitriani, CO Marketing Soto Mbah Bedjo Galunggung



Benar saja, ketika Malang Local Guides mencicipi langsung semangkuk soto ayam khas Malang yang disajikan di Soto Mbah Bedjo Galunggung ini, taburan koyah kelapanya seketika membuat citarasa sotonya berubah. Harum-gurih kelapa menguar di rongga mulut dan kuahnya menjadi lebih kental-kecoklatan.

"Tapi sebetulnya juga ada sedikit perbedaan dalam bumbu yang digunakan," imbuh Evin tanpa bersedia menjelaskan lebih jauh. Nampaknya ada bahan rahasia yang memang sengaja disembunyikan. Dan, agaknya, bahan rahasia ini pulalah yang membuat citarasa Soto Mbah Bedjo Galunggung begitu khas.

Konon, menurut Evin, untuk bisa menghasilkan semangkuk soto ayam yang khas seperti ini tim juru masak Soto Mbah Bedjo Galunggung mesti menghabiskan waktu tak kurang dari 3-4 bulan untuk meracik dan menguji coba beragam resep hingga akhirnya didapatkan formulasi resep soto yang dirasa pas. 

Soto ayam khas Malang dengan rasa kaldu dan bumbu yang kuat, isian berlimpah, dan after-taste yang tergolong ringan. Bahkan ketika Malang Local Guides coba meminum segelas air putih rasa after-taste sotonya pun seketika luntur. Ini bagus karena after-tastenya tidak akan mengganggu indra pengecap ketika hendak mencicip nikmatnya hidangan yang lain. Krokot-krokot balungan (mengunyah tulang ayam —Red.), misalnya.

Soto Ayam Barbar



EKSPANSI AGRESIF DAN STRATEGI HARGA TERJANGKAU

Kendati kehadirannya di jagat perkulineran kota Malang belumlah lama, tapi ekspansi Soto Mbah Bedjo Galunggung boleh dibilang cukup agresif. Dalam waktu kurang dari 2 bulan tercatat Soto Mbah Bedjo Galunggung sudah memiliki 3 buah cabang di 3 lokasi strategis kota Malang, dan akan segera menyusul cabang keempat yang dikelola dengan skema kemitraan.

Cabang yang pertama: Soto Mbah Bedjo Galunggung - Tidar, Jl. Tidar no. 7, kota Malang. Gerai ini resmi beroperasi sejak 13 Agustus 2020 silam. Cabang kedua: Soto Mbah Bedjo Galunggung - Cengkeh, Jl. Kalpataru no. 147, kota Malang. Cabang ini baru dibuka pada 17 September 2020 yang baru lalu. Dan yang paling gres: Soto Mbah Bedjo Galunggung - SOB, Jl. Ijen no. 94, kota Malang.

Menurut Evin, Soto Mbah Bedjo Galunggung berani berekspansi seperti ini, di saat banyak usaha kuliner lain banyak yang memilih untuk merampingkan jumlah gerai/cabang mereka, adalah karena di saat seperti ini Soto Mbah Bedjo Galunggung justru melihat adanya kebutuhan di masyarakat akan hadirnya restoran/rumah makan dengan harga murah tapi tetap menyuguhkan hidangan berkualitas prima.

"Bayangkan di Soto Mbah Bedjo Galunggung cukup dengan uang Rp5.000,- pelanggan sudah bisa menyantap seporsi nasi soto ayam khas Malang, lengkap dengan balungannya gratis," ujar wanita berkacamata ini. "Nama menunya Soto Unyil."

Foodcrawl Komunitas Malang Local Guides


Di Soto Mbah Bedjo Galunggung ada 4 pilihan menu yang bisa dipesan, yakni Soto Ayam (Biasa), Soto Brutal, Soto Ayam Barbar, dan Soto Unyil. 

Soto Ayam (biasa) adalah menu soto entry-level di rumah makan ini. Dibandrol Rp13.000,- per porsi Anda sudah bisa menikmati sedapnya semangkuk soto ayam khas Malang. Bagi orang yang belum pernah sama sekali mencicipi soto, menu ini bisa jadi pilihan. Anggap saja sebagai kesan pertama kepada nikmatnya kuliner soto khas Malang. Selanjutnya terserah Anda.

Pilihan menu berikutnya Soto Brutal. Isian lauknya lebih lengkap. Untuk menikmati seporsi soto brutal Anda cukup merogoh kocek Rp16.000,- saja. Enak dan mengenyangkan. Selanjutnya menu Soto Ayam Barbar. Ini adalah menu yang paling cocok untuk para die-hard fans soto ayam! 

Betapa tidak, selain isiannya yang paling komplit, ada satu kondimen spesial yang tak ada di menu soto lainnya: uritan. Atau orang mengenalnya sebagai telur muda. Dengan harga Rp20.000,- per porsi Anda akan disuguhi semangkuk soto ayam khas Malang yang bahkan mangkuknya sendiri akan sampai tidak terlihat karena isiannya yang begitu berlimpah. Puas menyantapnya.

Menu terakhir yang paling unik dari Soto Mbah Bedjo Galunggung adalah: Soto Unyil Rp5.000,- per porsi(!). Sesuai namanya, unyil, menu soto unyil ini memiliki porsi yang unyil. Kecil. Pilihan menu ini cocok untuk anak-anak maupun Anda yang tidak bisa makan banyak.

Dengan pilihan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan seperti tersebut maka tidaklah mengherankan jika setiap harinya tak kurang dari 100-150 mangkuk soto (beragam menu) habis terjual.

"Beberapa waktu yang lalu bahkan sampai 200 porsi soto dalam sehari," ungkap Evin.

Sekadar catatan, setiap menu yang ditawarkan di Soto Mbah Bedjo Galunggung ini sudah termasuk seporsi krokot balungan gratis. 

Meracik Semangkuk Soto Ayam Khas Malang



SURGANYA PECINTA KROKOT BALUNG

Mengusung tagline "Surganya Pecinta Krokot Balung," rumah makan Soto Mbah Bedjo Galunggung tak hanya menawarkan soto ayam khas Malang yang panas dan nikmat, tapi juga balungan gratis untuk semua pelanggan. Di Jawa Timur, khususnya kota Malang, kegiatan menyantap balungan seperti ini disebut krokot-krokot. Mengunyah tulang ayam hingga sisa-sisa daging yang terselip di tulangnya licin tandas. Dan ini asyik sekali.

Lalu apa yang istimewa dari krokot-krokot balungan ayam gratisan di Soto Mbah Bedjo Galunggung yang kabarnya boleh nambah sepuasnya ini? Ternyata:

"Balungan yang digunakan sengaja dipersiapkan secara khusus dan sudah dibumbui sebelum dicampurkan ke dalam kuah soto. Ada pemasok yang menyediakan balungan ayam dan bukan diambil dari ayam yang (dagingnya) akan digunakan sebagai isian soto," terang Evin.

Pantas saja ketika Malang Local Guides mencicipi balungannya terasa bumbu yang meresap kuat dan tidak hambar selazimnya balungan. Bagi penggemar krokot balung hal ini tentu akan menambah asyik sesi krokot-krokotnya.

"Bahkan pernah ada pelanggan yang meminta balungan ekstra sampai berulang kali. Habis minta lagi, habis minta lagi," ujar Evin sembari tertawa. "Dan balungan yang ia pesan ulang ini pun tetap gratis!"

Tagline "Surganya Pecinta Krokot Balung" di Soto Mbah Bedjo Galunggung ternyata bukan gimmick marketing semata. Melainkan klaim serius!

Soto dan Ubo-Rampenya Tertata Komplit di Meja



GREBEK SOTO: BIAR KAMI YANG MENGHAMPIRI ANDA, PELANGGAN!

"Pengen maem Soto Mbah Bedjo tapi gasempet ke mana-mana karena kerjaan di kantor bejibun? Tenang ... nanti Mbah Bedjo yang ke kantormu, Mbah yang siapin semua, kamu tinggal maem!"

Tulisan itu terpampang di laman Instagram Soto Mbah Bedjo GalunggungMenurut Evin, ini adalah salah satu inovasi yang mereka tawarkan. Untuk lebih mempermudahkan pelanggan yang ingin bersantap dengan soto ayam khas Malang namun tidak punya banyak waktu untuk datang langsung ke gerai, maka tim Soto Mbah Bedjo Galunggunglah akan datang ke tempat pelanggan. Lengkap dengan soto dan segala ubo-rampe yang dibutuhkan, rombong pikulan untuk otentisitas, bahkan spanduk acara.

"Pelanggan tidak ditarik biaya tambahan. Mereka cukup membayar sesuai dengan menu yang dipesan," sebut Evin.

Tercatat tak kurang dari 10 instansi pernah mengundang Grebek Soto Mbah Bedjo ini untuk Foodcrawl di acara mereka. Di antaranya Bank BNI Syariah, kampus STIKI Malang, maupun beberapa acara Walikota Malang dan acara kebudayaan lainnya. Meriah!

Stiker Komunitas Malang Local Guides



PATUH PROTOKOL KESEHATAN

Di masa seperti sekarang penerapan protokol kesehatan yang baik adalah hal yang krusial. Tak terkecuali di rumah-rumah makan maupun penyedia jasa kuliner lainnya. Menurut Evin, Soto Mbah Bedjo Galunggung sudah menerapkal protokol kesehatan di gerai-gerai mereka. Tak cuma memasang spanduk peringatan, tapi juga menyediakan tempat cuci tangan, sabun, hingga hand sanitizer.

"Untuk peralatan makan juga selalu dicuci dengan air hangat untuk mematikan kuman-kumannya," kata Evin.

Selain itu setiap pegawai yang datang juga dicek suhu tubuhnya secara berkala dan dibekali dengan face-shield. Sementara untuk gerainya sendiri setiap 2-3 hari sekali dilakukan pembersihan secara mendetil di samping pembersihan rutin setiap hari. Dengan demikian diharapkan kebersihan dan keamanan gerai Soto Mbah Bedjo Galunggung tetap terjaga.

Soto Mbah Bedjo Galunggung buka setiap hari pukul 06.30-22.00 WIB. Melayani pembelian melalui aplikasi ojek online maupun pesan-antar. Untuk reservasi, pesan-antar, maupun Grebek Soto bisa menghubungi nomor 0821-3000-1195. Sedang untuk informasi kemitraan bisa menghubungi nomor 0811-3636-311.

Enak, tho? Enak, lah!?[]

Lokasi Ketiga Gerai Soto Mbah Bedjo Galunggung di Google Maps



Foodcrawl Krokat-Krokot Balungan di RM Soto Mbah Bedjo

 Foodcrawl di Soto Mbah Bedjo, komunitas Malang Local Guides krokat-krokot soto ayam lengkap dengan balungan gratis yang melimpah. Duh, enak'ee..

———————





FOODCRAWL KROKAT-KROKOT BALUNGAN DI R.M. SOTO MBAH BEDJO

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Istimewa/Malang Local Guides


[MALANG LOCAL GUIDES] Krokot. Dalam bahasa Jawa kata ini berarti mengunyah, menggerogoti tulang (sapi/kambing/ayam —Red.) sisa masakan. Umumnya di rumah makan yang menyajikan masakan berbahan daging, misalnya soto ayam, yang dihidangkan kepada pelanggan hanyalah bagian dagingnya. Sedangkan bagian tulangnya akan dibuang atau malah dimasukkan kembali ke dalam panci untuk memperkuat rasa kaldu kuahnya.

Kendati demikian, terkadang ada saja pelanggan yang secara khusus meminta kepada pramusaji untuk menyertakan tulang-tulang yang tak terpakai (Jawa: balungan) di hidangan yang mereka pesan.

"Mas.., anu, mau minta..," lalu tangannya seolah memperagakan orang yang sedang mengunyah tulang, "ada?"


ki-ka: Yoesmant, Rif'an, Agung, Dini, Fay


Kalau si pramusaji cepat tanggap tentu ia akan tahu bahwa si pelanggan ini sedang meminta balungan, sisa tulang yang tidak terpakai di dalam masakan. Untuk apa? Untuk dikrokoti, tentu saja. Apanya? Terkadang karena proses pemisahan daging dari tulang yang kurang teliti, biasanya di tulangnya masih ada sedikit daging yang tersisa. Nah, sisa-sisa daging inilah yang akan "diburu" oleh para pecinta krokot balungan.

Tangan belepotan, mulut dan baju terkadang juga ikut belepotan, lalu waktu bersantap yang jadi jauh lebih lama. Itulah sebagian dari seni krokot-krokot balungan.


Memotret untuk ulasan di Google Maps



SURGANYA PECINTA KROKOT BALUNG. NO PLAY-PLAY!

Para pecinta krokot-krokot balungan kini tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi, atau bisik-bisik, ketika hendak meminta balungan ekstra. Karena kini beberapa rumah makan memang menawarkan tulang-tulang sisa masakan yang tak terpakai (bukan sampah tulang —Red.) kepada pelanggan mereka. Dan salah satu rumah makan di kota Malang yang menawarkan balungan kepada pelanggan mereka adalah Rumah Makan SOTO MBAH BEDJO.

Mengusung tagline "Surganya Pecinta Krokot Balung," SOTO MBAH BEDJO yang beralamat di Jl. Kalpataru no. 147, Kota Malang, ini tak hanya menyajikan semangkuk soto ayam khas Malang yang panas lagi lezat. Namun mereka juga menyediakan balungan untuk dinikmati para pelanggan mereka secara gratis. 




Beruntung dalam rangka pembukaan cabang SOTO MBAH BEDJO di bilangan Kalpataru ini komunitas MALANG LOCAL GUIDES berkesempatan menjajal secara langsung nikmatnya soto ayam Mbah Bedjo, lengkap beserta balungannya yang melimpah, bukan hanya membaca ulasannya saja di GOOGLE MAPS.

"Porsi jumbo, bakal kenyang banget!" sebut Atik, Host dalam Meet Up/Foodcrawl kali ini.

Total tak kurang dari 20 orang Local Guides menghadiri Foodcrawl yang digelar selama 3 hari berturut-turut dari Senin (21/9/2020) hingga Rabu (23/9/2020) yang baru lalu. Foodcrawl diadakan dalam beberapa sesi agar tidak menciptakan kerumunan dalam jumlah besar serta tetap mematuhi protokol kesehatan.


Stiker Malang Local Guides berlatar soto Mbah Bedjo



FOODCRAWL KROKAT-KROKOT SOTO AYAM DAN BALUNGAN

Tak seperti Meet Up/Foodcrawl di era normal, pelaksanaan Meet Up/Foodcrawl di masa seperti sekarang ini mestilah tetap mengacu pada protokol kesehatan yang dianjurkan. Seperti misalnya peserta Foodcrawl yang hadir wajib mengenakan masker, menyediakan hand-sanitizer, serta tetap jaga jarak dan tidak perlu berjabat tangan.

"Salam sikut saja lebih baik," usul Ichal Pranata, salah seorang anggota MALANG LOCAL GUIDES.

Untuk alasan itu pulalah Meet Up/Foodcrawl kali ini dilaksanakan dalam beberapa sesi selama 3 hari berturutan. Para (calon) peserta bisa memilih pada sesi Meet Up/Foodcrawl mana ia akan hadir. Tidak perlu merasa khawatir akan tidak ada seorang pun yang dikenal pada sesi yang dipilih karena menurut Mutiah Abdat: "Tak kenal maka kenalan."

Kendati dilaksanakan tidak semeriah biasanya, namun Meet Up/Foodcrawl komunitas MALANG LOCAL GUIDES di rumah makan SOTO MBAH BEDJO ini tetap berjalan hangat dan gayeng. Dan sesuai kebiasaan LOCAL GUIDES, sebelum mulai menyantap hidangan yang disediakan para peserta Meet Up/Foodcrawl mengambil foto sebanyak-banyaknya atas rumah makan/lokasi Meet Up/Foodcrawl. 


Menu, promo, dan plakat protokol kesehatan


Seperti apa suasana/atmosfer tempatnya, fasilitas apa saja yang disediakan (misalnya tempat parkir dan perlengkapan standar kesehatan), serta, tentu saja, pilihan menu makanan dan minuman yang disajikan. Foto-foto ini akan berguna ketika Local Guides hendak membagikan ulasan mereka atas tempat ini (points of interest; POI) di GOOGLE MAPS. Pengguna GOOGLE MAPS lainnya akan bisa mendapatkan gambaran yang obyektif dan mutakhir atas rekomendasi tempat yang, barangkali, hendak mereka datangi.

"Menikmati SOTO MBAH BEDJO rasanya nikmat banget. Kuahnya segar dan daging ayamnya empuk. Tambah yummy karena seporsinya, tuh, lengkap ada daging ayam, usus, hati ayam, dan jeroan lainnya plus balungan," tutur Erny K., peserta Meet Up/Foodcrawl.

"Kalau untuk anak kecil mending yang (menu soto) unyil. Pas banget untuk si kecil. Kursi dan mejanya imut-imut, deh," Khulaifatur Rosidah.

"Pelayanan 8/10. Masuk, pokoke," ulas Andut Baha.

Bagaimana? Para pembaca sudah ngeces?


Meracik semangkuk soto Mbah Bedjo



PROTOKOL KESEHATAN DAN GOOGLE MAPS

Tanya: Seperti apa rekomendasi Google (Maps) untuk tempat-tempat usaha yang operasionalnya terpengaruh oleh COVID-19?

Ketika suatu tempat usaha terpengaruh oleh COVID-19, semisal dengan adanya peraturan pemerintah (daerah) untuk melakukan pembatasan jam operasional, maka Google menyarankan pemilik/pengelola tempat usaha untuk memutakhirkan informasi atas tempat (POI) mereka di GOOGLE MAPS.

Pemutakhiran informasi ini dilakukan agar informasi yang tertera bis tetap akurat bagi para pelanggan/pengguna GOOGLE MAPS. Pemutakhiran ini dilakukan melalui aplikasi Google Bisnisku yang mereka kelola dan akan muncul di laman Profil Bisnis tempat yang bersangkutan di Google Search dan GOOGLE MAPS.


Kebiasaan Local Guides: Memotret makanan yang hendak disantap untuk kemudian dibagikan di Google Maps


Informasi yang bisa dimutakhirkan di antaranya perubahan jam operasional serta beragam atribusi pelayanan lainnya (pilihan layanan, protokol kesehatan dan keselamatan, dan sebagainya). Pengguna GOOGLE MAPS bisa melihat atribusi-atribusi ini pada tab "About" di laman profil tempat (POI) yang bersangkutan.

Dengan demikian pelanggan/pengguna GOOGLE MAPS bisa memeriksa dan memilih tempat usaha mana yang sekiranya telah menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan serta menentukan apakah layanan termutakhir yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Foodcrawl komunitas MALANG LOCAL GUIDES krokat-krokot soto ayam dan balungan di rumah makan SOTO MBAH BEDJO "...sambil tegur sapa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, yak!"

Siap, Rivani Rahmadani![]


Tampak depan gerai Soto Mbah Bedjo cabang Kalpataru/Cengkeh



———————

SOTO MBAH BEDJO

Jl. Kalpataru No.147, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

0821-3000-1195

https://maps.app.goo.gl/pg7PXsAXW8Dwnsi66




———————

PENAFIAN:

Ini adalah Meet Up bersponsor. MALANG LOCAL GUIDES berterima kasih kepada rumah makan SOTO MBAH BEDJO yang telah mensponsori meet up kali ini dengan menyediakan makanan dan minuman untuk dicicipi secara gratis. Mereka mengerti bahwa tidak satupun dari Local Guides yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun terkait bisnis yang bersangkutan sebagai imbal-balik atas sponsor yang diberikan.





———————

DAFTAR RUJUKAN:

Google Support. "Guidance for Businesses Affected by COVID-19." https://support.google.com/business/answer/9773423

Google Support. "Food Businesses Affected by COVID-19." https://support.google.com/business/answer/9805441

Peraturan Walikota Malang Nomor 19 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019

Foto Etalase dan Hal-hal yang Patut Ditampilkan

 Tak hanya sebagai alat bantu navigasi, banyak pengguna Google Maps yang juga memanfaatkan layanan peta daring ini untuk mencari referensi. Seperti apa rupa tempat yang hendak dituju, misalnya. Dan salah satu hal yang amat berguna untuk mengenal seperti apa tempatnya (sebelum betul-betul pergi ke tempat tersebut) adalah foto etalase. Storefront. 


Lalu seperti apakah foto etalase yang baik itu? Hal-hal apa saja yang mesti ditangkap dalam foto yang dibagikan? Terutama dalam situasi-yang-Anda-sudah-tahu seperti sekarang? Simak selengkapnya: Foto Etalase dan Hal-hal Yang Patut Ditampilkan!

———————




FOTO ETALASE DAN HAL-HAL YANG PATUT DITAMPILKAN


Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Google


[MALANG LOCAL GUIDES] Konon, selain foto daftar menu, foto etalase suatu tempat di Google Maps (points of interest; POI) adalah foto yang paling banyak ditampilkan dan dilihat (oleh pengguna) di layanan peta daring ini. Setidaknya catatan kontribusi pribadi kami menunjukkan demikian. 


Artinya apa? Pengguna Google Maps yang bermaksud mencari referensi (informasi) mengenai tempat yang hendak mereka tuju hampir selalu akan memeriksa terlebih dahulu benarkah tempat ini yang mereka cari? Yang ingin mereka tuju? Ibarat berkenalan dengan orang baru, foto etalase (dari POI tersebut) adalah foto di KTP-nya. Hadap ke depan, pengaturan cahaya rata, profil wajahnya nampak. Bukan foto yang dramatis, memang, namun cukup untuk mengenali, mengidentifikasi, yang manakah orangnya.


Lalu apakah foto etalase hanya untuk menunjukkan "profil sekilas" suatu tempat? Dalam situasi-yang-Anda-sudah-tahu seperti sekarang ini, tidakkah ada fungsi foto etalase yang lebih besar dari seperti tersebut? Ternyata jawabannya adalah: ADA!


Dalam tulisannya di forum Local Guides Connect (untuk selanjutnya disebut "Connect") pada Kamis (3/9/2020) yang baru lalu, akun @KatieMcBroom, pegawai Google, menuliskan, "salah satu cara yang kamu (Local Guides —Red.) bisa lakukan untuk membantu orang lain di Google Maps, terutama dalam masa seperti ini, adalah dengan memotret papan tanda (plakat) yang ditempelkan di pintu dan jendela tempat usaha (toko)."


Dengan melakukan hal semacam ini, sambungnya, bisa membantu orang untuk memahami protokol kesehatan dan keselamatan yang diterapkan di tempat usaha (toko) tersebut.


Lalu hal-hal apa sajakah yang sebaiknya "direkam" dalam foto etalase yang hendak dibagikan?


Masih dalam artikel yang sama @KatieMcBroom menyebutkan, "tunjukkan bangunannya secara keseluruhan."


Foto yang bermanfaat mestilah menunjukkan tempat usaha (toko) yang bersangkutan beserta lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini terutama sekali foto bagian etalase (yang menunjukkan nama tempat usaha/toko beserta bagian depan tokonya) dan papan tanda yang tertempel di pintu maupun jendela etalase (misal: plakat penunjuk jam operasional dan protokol kesehatan yang diberlakukan). Kedua hal ini mestilah difoto secara jelas dan tidak terpotong (terutama untuk nama tokonya).





Secara teknis, agar foto yang Anda bagikan bisa ditampilkan dalam kualitas terbaiknya, maka foto tersebut mestilah memenuhi beberapa persyaratan berikut:  (1) foto berformat JPG atau PNG; (2) memiliki ukuran antara 10 KB - 5 MB; (3) resolusi optimal 720 px (tinggi) x 720 px (lebar), resolusi minimal 250 px (tinggi) x 250 px (lebar), dan (4) foto difoto dengan fokus dan pencahayaan yang baik, serta tidak menggunakan filter foto yang berlebihan (dengan kata lain foto yang menunjukkan kondisi aslinya).


Setelah menunjukkan bagian bangunan/toko secara keseluruhan, tips berikutnya untuk membagikan foto etalase yang bermanfaat di situasi-yang-Anda-sudah-tahu seperti ini adalah perhatikan apakah ada sesuatu hal yang berubah dari tempat usaha/toko yang bersangkutan. Misalnya rambutnya baru saja dipotong sepanjang 5 cm, aroma parfumnya baru, atau dia menggunakan riasan mata smoky-eyes.


Eh, bukan.


Maksudnya ketika Anda dapati ada tempat usaha/toko yang sempat menutup sementara operasionalnya beberapa waktu yang lalu dan sekarang sudah dibuka kembali, misalnya, atau baru saja dilakukan renovasi di sini dan situ pada bagian luar bangunannya, perhatikan apakah ada sesuatu hal yang berubah (atau baru) lalu potret dan bagikan foto tambahan terkini tersebut di Google Maps.


Tips ketiga untuk membuat foto etalase yang baik adalah jangan memotret ketika Anda sedang berada di dalam kendaraan. Turunlah, potret dengan tenang dan tidak bergoyang-goyang. Dengan begini Anda tidak akan luput menangkap detil-detil penting dari tempat usaha/toko tersebut. Tidak perlu memotret etalase toko dengan teknik panning, karena etalasenya tidak sedang cornering.


Dengan foto-foto etalase yang Anda bagikan ini, bukan cuma pengguna Google Maps lain yang akan terbantu (terutama jika ada perubahan/updates) pada tempat usaha/toko yang bersangkutan, namun Anda juga akan diganjar 5 poin kontribusi per foto yang Anda bagikan. Lumayan untuk bisa cepat naik tingkat dan menambahkan sudut pada simbol bintang di samping nama Local Guides Anda. Segan![]




———————

DAFTAR RUJUKAN:

@KatieMcBroom. "Tips for Taking Storefront Photos on Google Maps." Local Guides Connect, 3/9/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/Tips-for-taking-storefront-photos-on-Google-Maps/ba-p/2699565

Google Support. "Add Photos or Videos to Business Listing." https://support.google.com/business/answer/6103862#photo-guidelines

Google Support. "Business Specific Photos." https://support.google.com/business/answer/6123536?hl=en&ref_topic=6130059

Google Support. "Contribute to Google Maps and Earns Points." https://support.google.com/maps/answer/6304221?hl=en&ref_topic=3257381

Google Support. "Points, Level, and Badging." https://support.google.com/local-guides/answer/6225851

Update Saved Tab di Google Maps

Google baru saja mengumumkan bahwa mereka telah memutakhirkan desain muka fitur menyimpan tempat favorit di Google Maps. Dengan desain muka baru ini para pengguna bisa lebih mudah menyimpan dan mengatur tempat-tempat yang mereka sukai. Apakah Anda termasuk salah satu pengguna Google Maps yang sering menggunakan fitur ini? Jika ya, maka Anda tentu akan senang dengan pemutakhiran ini!

———————





UPDATE SAVED TAB DI GOOGLE MAPS


Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Google


[MALANG LOCAL GUIDES] Pengguna Google Maps bisa menyimpan tempat-tempat yang mereka sukai di aplikasi peta digital ini. Dengan menggunakan fitur ini maka mereka bisa lebih mudah menemukan kembali tempat-tempat favorit tersebut kapanpun dikehendaki. Misalnya "Tempat-Tempat Makan yang Pernah Didatangi Bersama Mantan di Surabaya." Warung Wapo Unair, Tahu Campur Pasar Pacar Keling, Warung Sederhana Gubeng Pojok.


Ups!


Betul, pengguna Google Maps memang bisa menyimpan tempat-tempat apapun yang mereka kehendaki, termasuk barangkali tempat-tempat yang belum (bahkan tidak) tercantum di peta, seperti misalnya rumah famili. Pun pengguna bisa mengatur apakah daftar tempat favorit tersebut bersifat privat (hanya bisa diketahui oleh si empunya akun) ataupun publik.


Namun harap diingat bahwa menyimpan daftar tempat favorit ini tidaklah sama dengan mengunduh peta area luring (offline). Untuk menyimpan/menandai daftar tempat favorit, pengguna hanya perlu membuka aplikasi Google Maps (dalam mode normal, bukan incognito/menyamar), cari tempat/titik lokasi yang dikehendaki, tekan nama atau alamat tempatnya, dan tekan simpan (save) lalu pilih satu daftar tempat yang dikehendaki.





PEMUTAKHIRAN TIGA KARUSEL


Fitur menyimpan tempat favorit di Google Maps telah dimutakhirkan. Lalu apa saja yang berubah?


Akun @KatieMcBroom, karyawan Google, dalam artikelnya di Local Guides Connect (26/8/2020) mengungkapkan bahwa fitur yang telah digunakan untuk menyimpan lebih dari 7 juta tempat oleh pengguna Google Maps di seluruh dunia ini mengalami perubahan pada desain mukanya. 


Pada desain yang baru, tempat-tempat yang baru saja ditambahkan (ke dalam daftar tempat favorit/disimpan) akan ditempatkan di bagian atas laman (tab). Dengan begini pengguna Google Maps akan bisa lebih mudah menemukan tempat yang belum lama ini disimpannya di daftar tempat favorit.


Tak hanya itu, fitur menyimpan tempat favorit ini kini juga menampilkan karusel "Tempat Tersimpan Dekat Sini" (Nearby Saved-place). Ketika pengguna Google Maps berada dekat dengan tempat favorit yang telah disimpannya sebelumnya, maka fitur ini akan memunculkan tempat tersebut.


Selain itu jika pengguna layanan peta berbasis web ini telah mengaktifkan fitur Sejarah Lokasi (Location History), maka pada karusel "Tempat yang Pernah Dikunjungi" (Visited Saved-place) akan dimunculkan tempat-tempat yang pernah dikunjungi sebelumnya.


Pemutakhiran fitur yang menarik, bukan? Pengguna Google Maps tidak akan lagi melewatkan tempat-tempat favorit yang pernah, ingin, dan baru saja mereka datangi. Dan ketiga hal ini bisa diatur sesuai waktu, kota, daerah, ataupun negara.





DAFTAR TEMPAT FAVORIT POPULER


Di atas telah disebutkan bahwa fitur menyimpan tempat favorit ini begitu populer. Ada lebih dari 7 juta tempat yang telah disimpan. Tapi tahukah Anda tempat-tempat mana saja yang paling banyak disimpan oleh pengguna Google Maps di seluruh dunia?


Greg Backstrom, Manajer Produk - Google Maps, menyebutkan ada 10 tempat di dunia yang paling banyak disimpan oleh pengguna Google Maps sepanjang masa, di antaranya: (1) menara Eiffel (Perancis) sebagai pemuncak klasemen, lalu (2) museum Louvre (Perancis); 


(3) kuil Kiyomizu-dera (Jepang); (4) Colosseum (Italia); (5) La Sagrada Familia (Spanyol); (6) Fushimi Inari Taisha (Jepang); (7) Arc de Triomphe (Perancis); (8) Trevi Fountain (Italia); (9) Pantheon (Italia); dan (10) Istana Buckingham (Inggris).


Tak hanya itu, Google juga mencatat 10 peningkatan tertinggi kategori tempat teratas yang disimpan pengguna Google Maps (Juli 2020 vs. Juli 2019), yakni kategori hutan nasional (tertinggi), sungai, toko es krim, lahan pertanian, toko kopi, air terjun, tempat istirahat di jalan tol (rest stops), toko sepeda, tempat parkir gratis, serta tempat berkemah karavan (RV parks) (The Keyword, 26/8/2020).


Jadi, Maniesz, kalo aku nge-save tempat-tempat makan romantis yang pengen aku datangi sama kamu ada yang marah, nggak?[]





———————

DAFTAR RUJUKAN:


Greg Backstrom. "3 Easy Ways to Maximise the New Saved Tab in Google Maps." The Keyword, 26/8/2020, https://blog.google/products/maps/remember-better-with-updated-saved-tab/

@KatieMcBroom. "Introducing Updates to the Saved Tab on Google Maps." Local Guides Connect, 26/8/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Introducing-updates-to-the-Saved-tab-on-Google-Maps/ba-p/2690113

Google Support. "Save Favourite Places." https://support.google.com/maps/answer/3184808?hl=en&ref_topic=3093585

Menulis Ulasan Layanan Virtual di Google Maps

Akibat situasi-yang-Anda-sudah-tahu, banyak pelaku usaha kini mengalihkan bisnisnya menjadi layanan daring. Kelas kebugaran virtual, misalnya. 


Lalu untuk layanan virtual seperti ini, bisakah pengguna Google Maps, termasuk Local Guides, membagikan ulasan (dan foto/video) mereka di Google Maps? Atau jangan-jangan Google akan menganggapnya sebagai ulasan palsu, dan akan dihapus dari Google Maps?


Simak selengkapnya: Menulis Ulasan Layanan Virtual di Google Maps!

———————





MENULIS ULASAN LAYANAN VIRTUAL DI GOOGLE MAPS


Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Google


[MALANG LOCAL GUIDES] Layar Youtube sudah gelap ketika terdengar suara lirih di latar belakang: "Jane awak dhewe iki kudu piye, to? —sebenarnya kita itu harus gimana, sih"


"Yo ora piye-piye. Sing penting obah wae —ya nggak gimana-gimana. Yang penting terus bergerak"


Itu adalah potongan dialog antara Sonso dan Paung, dua tokoh utama dalam film pendek Geladiresik (Ravacana Films, 2020) besutan sutradara Wahyu Agung Prasetyo, di akhir film. Mereka mengeluhkan bisnis "soteng manten" (video liputan pernikahan —Red ) mereka yang kian lesu akhir-akhir ini. Yang setelah satu insiden "pacul" (cangkul —Red.), mereka memutuskan untuk banting setir menjadi Youtuber.


Sekalipun fiksi, namun situasi seperti tersebut terasa kontekstual: Akibat situasi-yang-Anda-sudah-tahu, banyak pelaku usaha yang kemudian merambah layanan daring. Seperti misalnya beberapa studio kebugaran di Jakarta, Inggris, Kanada, Australia, Amerika Serikat, hingga Polandia yang kini menyediakan kelas kebugaran daring. Online. Olahraga di rumah saja.


Lalu sebagai pengguna Google Maps, Local Guides, bisakah kita membagikan ulasan di Google Maps atas layanan daring semacam ini? Padahal kita tidak pernah benar-benar datang ke tempat (points of interest; POI) tersebut? Bukankah menurut panduan Google: "...(pengguna Google Maps) bisa menuliskan ulasan atas tempat-tempat yang pernah (mereka) kunjungi?" Jangan-jangan ulasan tersebut malah dianggap ulasan palsu dan akan dihapus oleh Google?


Jawabannya adalah: Bisa!





Pengguna Google Maps (termasuk Local Guides) dimungkinkan untuk membagikan ulasan di Google Maps atas layanan daring/virtual yang pernah mereka jajal sekalipun mereka tidak pernah benar-benar mengunjungi tempat tersebut secara langsung sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Google di dalam panduannya.


Hal ini disampaikan oleh akun @KatieMcBroom, karyawan Google, di artikel yang ia unggah di forum Local Guides Connect (Connect) beberapa waktu yang lalu.


"Sebagai Local Guides Anda bisa membantu membawa kesadaran dan memberi bantuan kecil untuk bisnis-bisnis yang Anda sukai dengan cara mengulas pengalaman-pengalaman virtual sebagaimana yang biasa Anda lakukan di situasi yang berbeda ketimbang sekarang." (Connect, 25/8/2020).


Lalu hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika Anda hendak menuliskan ulasan mengenai pengalaman Anda menjajal layanan daring/virtual dari suatu bisnis/tempat (points of interest; POI) di Google Maps?


Yang pertama, menurut @KatieMcBroom, tulislah ulasan Anda secara deskriptif. Apakah studio kebugaran ini, misalnya, adalah studio kebugaran tempat Anda biasa berlatih ataukah studio di belahan dunia berbeda yang sedang Anda jajal (layanan virtualnya)? Anda juga bisa membandingkan seperti apa rasanya kelas kebugaran hari ini dengan sesi sebelumnya (yang pernah Anda ikuti, tentu saja).


"Semakin banyak informasi yang Anda berikan, maka akan semakin terbantu pulalah pengguna Google Maps (lainnya) dalam menemukan pengalaman-pengalaman terbaik yang mesti dijajal, kendati dari rumah saja," tulis @KatieMcBroom.





Selanjutnya: jangan gunakan foto tangkapan layar (screenshot). Secara umum, tim Google Maps tidak merekomendasikan membagikan foto tangkapan layar dari pengalaman daring/virtual Anda ke Google Maps, termasuk semisal Anda sedang membahas mengenai sebuah kelas virtual.


Jika Anda ingin membagikan foto yang relevan (dengan aktivitas daring/virtual yang Anda ikuti), dan kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Anda, maka Anda disarankan untuk memotret bagian depan gedung/lokasi bisnisnya di kesempatan berbeda (tidak harus di saat Anda sedang mengikuti kelas virtual). Tapi tentu saja: jika situasinya memungkinkan. Tidak perlu memaksakan diri.


Tips ketiga: jangan sekadar mengulas. Masih ada hal lain yang bisa Anda sumbangsihkan untuk membantu bisnis/usaha favorit Anda tetap bertahan di situasi-yang-Anda-sudah-tahu seperti sekarang ini. Misal: Anda mendapati ada info mengenai tempat tersebut di Google Maps yang tidak akurat? Perbaiki, laporkan ke Google Maps untuk dilakukan pemutakhiran!


Atau susun daftar tempat-tempat di Google Maps yang menyediakan layanan daring/virtual yang pernah Anda jajal, lalu bagikan. Biarkan orang lain tahu mengenai pengalaman virtual ini. Dengan begini bukan cuma Anda yang beroleh manfaat kendati #dirumahsaja, namun bisnis (kecil) di sekitar Anda juga bisa tetap bertahan di masa yang penuh tantangan ini.


Salam pacul![]





———————

DAFTAR RUJUKAN:

@KatieMcBroom. "How to Review a Virtual Experience." Local Guides Connect, 25/8/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/How-to-review-a-virtual-experience/ba-p/2688943

@KatieMcBroom. "Wellness Experiences You Can Book Directly on Google Maps." Local Guides Connect, 25/8/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Wellness-experiences-you-can-book-directly-on-Google-Maps/ba-p/2688961

@KatieMcBroom. "6 Ways to Enhance Your Wellness Routine." Local Guides Connect, 24/8/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/6-ways-to-enhance-your-wellness-routine/ba-p/2687778

Google Support. https://support.google.com/maps/answer/6230175?hl=en&ref_topic=3092425

Adriana Anggraeni. "5 Studio Fitness di Jakarta yang Menyediakan Kelas Virtual." Indonesia Tatler, 3/4/2020, https://indonesiatatler.com/wellness/5-studio-fitness-yang-menyediakan-kelas-virtual

Ravacana Films. "Film Pendek - Geladiresik (2020)." Youtube, 31/7/2020, https://youtu.be/TJrrxYwD9lU

Update Google Maps dan Visual Baru yang Tajam Berwarna

Google meningkatkan kualitas visual Google Maps secara global. Penggunaan teknik algoritma pemetaan baru memungkinkan penyajian citraan peta wilayah yang lebih detil dan akurat. Keragaman bentang alam dunia kini bisa teridentifikasi dengan lebih mudah.

———————




UPDATE GOOGLE MAPS DAN VISUAL BARU YANG TAJAM BERWARNA


Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Google


[MALANG LOCAL GUIDES] Sejak peluncurannya di awal 2005 silam, Google Maps terus berbenah. Dari yang semula hanya menyajikan peta untuk membantu penggunanya bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya di Amerika Serikat, kini layanan peta daring ini tak ubahnya "toko serba ada" yang menawarkan beragam fitur untuk memudahkan penggunanya beraktivitas sehari-hari. 


Layanan navigasi multi-moda? Ada. Peta luring (offline)? Tersedia. Bahkan memesan kamar hotel langsung melalui Google Maps pun bisa!


Tapi segala fitur serba canggih ini tak membuat Google Maps lupa dengan akarnya: Peta adalah representasi melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat, seperti batas daerah, sifat permukaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] Daring). Oleh karenanya pada pemutakhiran Google Maps kali ini Google meningkatkan kualitas visual layanan peta daring ini yang membuat beragam bentang alam dunia bisa teridentifikasi dengan lebih mudah.




"Minggu ini (minggu ketiga Agustus 2020 —Red ) kami akan melakukan beberapa peningkatan visual baru yang akan menunjukkan (citraan) lebih detil pada peta, yang membuat gambaran suatu area menjadi lebih mudah dimengerti, baik ketika Anda menjelajahi tempat tersebut secara virtual ataupun berencana hendak mengunjungi tempat tersebut," tulis Sujoy Banerjee, Manajer Produk - Google Maps, dalam rilisnya di The Keyword (18/8/2020).


Hijaunya vegetasi hutan, birunya air danau dan sungai yang menganak-ular, pun putihnya salju di puncak-puncak gunung tertinggi dunia, semua akan tergambar jelas di peta.


Lalu bagaimana Google melakukan semua ini?


Pertama-tama Google menggunakan visi komputer (kecerdasan buatan) untuk mengidentifikasi beragam ciri bentang alam dari citra satelit yang mereka miliki, yang terutama sekali menyasar pada area-area yang kersang, bersalju, hutan, dan pegunungan.


Setelah teridentifikasi, beragam ciri bentang alam ini kemudian dianalisa dan diterjemahkan ke dalam warna-warna spesifik menurut model warna HSV (Hue, Saturation, Value), yang menyusun warna berdasarkan corak warnanya, kepekatan warna, dan nilai gelap-terangnya. Seperti misalnya area hutan yang rimbun diwakili oleh warna hijau tua, sementara semak-belukar diberi warna hijau muda.




Visualisasi baru peta seperti ini memudahkan pengguna untuk membayangkan (dan mengerti) seperti apa sesungguhnya bentang alam suatu wilayah. Seperti misalnya kini laut digambarkan lebih biru, puncak-puncak gunung yang tertutup salju digambarkan berwarna putih, ragam vegetasi hutan diwakili warna hijau yang berbeda, bahkan batas-batas taman nasional/cagar alam kini divisualisasikan dengan warna hijau yang lebih gelap.


"Dengan (menggunakan) sebuah teknik baru algoritma pemetaan-warna, kami (Google) mampu menggunakan citraan (satelit berkualitas definisi-tinggi) ini dan mengubahnya menjadi (gambar) peta yang lebih komprehensif dan tajam berwarna," tulis Sujoy Banerjee.


Baik sedang menjelajahi tempat-tempat baru atau sekadar wacana, Anda bisa menggunakan Google Maps untuk membantu Anda memvisualisasikan rute perjalanan yang kini hadir dengan gambar peta yang lebih komprehensif, tajam berwarna.[]




———————

DAFTAR RUJUKAN:

Sujoy Banerjee. "A More Detailed, Colorful Map." The Keyword, 18/8/2020, https://blog.google/products/maps/more-detailed-colorful-map/

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Peta