Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

Local Guides Clean The Map: #LGCTM Malang!



LOCAL GUIDES CLEAN THE MAP: MALANG

Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

Kerja bakti tak musti melulu dilakukan di kampung atau nyemplung ke dalam kali. Di Google Maps pun bisa. Yuk, kerja bakti, yuk! Sapu bersih nyemplung aplikasi! #LGCTM Malang
———————

Reported as Duplicate Place but not approved by Google


MALANG LOCAL GUIDES — Jutaan orang mungkin tidak menyadari bahwa di aplikasi peta digital GOOGLE MAPS terdapat banyak sekali konten/tempat (POI) yang tak semustinya ada di peta. Hal ini biasa disebut Bad Data.

Misalnya tempat-tempat yang sudah tutup permanen/bangkrut, tempal yang sebetulnya tidak ada namun ternyata tercantum di peta (tempat ghoib —Red.), tempat-tempat yang sebetulnya sudah pindah ke lokasi yang baru, tempat pribadi/rumah tempat tinggal, spam/palsu, hingga tempat-tempat yang merupakan duplikat dari tempat yang sudah ada sebelumnya.

Keberadaan tempat-tempat semacam ini di GOOGLE MAPS tentu berpotensi menyesatkan pengguna dan mengurangi kehandalan GOOGLE MAPS sebagai salah satu rujukan yang bisa dipercaya. Dan ini musti disapu bersih.

Atas alasan tersebut kemudian muncullah sebuah gerakan di forum LOCAL GUIDES CONNECT (selanjutnya disebut Connect) untuk sapu bersih peta nyemplung ke aplikasi: LOCAL GUIDES CLEAN THE MAP (LGCTM). Gerakan ini diinisiasi oleh Jan Van Haver, seorang Local Guides dari Belgia, yang bertujuan untuk menghapus konten-konten yang tidak semustinya ada/tercantum di GOOGLE MAPS.

Ada tiga jenis konten/tempat (POI) yang menjadi sasaran penghapusan (Map Editing) project ini, yakni tempat-tempat yang sudah lama tutup/bangkrut namun belum dihapus oleh si empunya akun, konten-konten yang bersifat spam, serta tempat-tempat yang terindikasi duplikat dari tempat (POI) lain yang sudah ada di GOOGLE MAPS.

Sekadar informasi, pertemuan pertama untuk memulai gerakan LGCTM ini akan diadakan di kota Breda, Belanda, pada Minggu, 16 Februari 2020, yang akan datang dengan Jan Van Haver sendiri yang bertindak sebagai Tuan Rumah (Host) Meet Up.

Using a particular keyword resulting in a lot of POIs in certain area



#LGCTM MALANG DAN SAPU BERSIH NYEMPLUNG APLIKASI

Terinspirasi dari gerakan LGCTM tersebut di atas, maka pada Sabtu, 25 Januari 2020, yang baru lalu komunitas MALANG LOCAL GUIDES mengadakan Meet Up yang bertajuk ONLINE MEET UP: LOCAL GUIDES CLEAN THE MAP MALANG (untuk selanjutnya disebut #LGCTM Malang) dengan agenda utama menghapus (remove) tempat-tempat (POI) yang terindikasi duplikat di wilayah kota Malang dan sekitarnya (Malang Raya).

Acara #LGCTM Malang ini diadakan secara online di forum Connect mulai pukul 00:48 WIB hingga 23:48 WIB dengan Ario Wicaksono (anggota komunitas MALANG LOCAL GUIDES) yang bertindak sebagai Tuan Rumah pada Meet Up kali ini.

Karena acara ini merupakan Online Meet Up semi-interaktif selama hampir seharian penuh, maka para Local Guides yang hadir (secara online) pun bisa bergabung di pertemuan ini sembari tetap melanjutkan aktifitas keseharian mereka. Bahkan para peserta juga bisa memilih kapan/jam berapa mereka akan berpartisipasi di pertemuan ini selama masih berada di dalam rentang waktu pelaksanaan #LGCTM Malang.

Mau bergabung sejak Sabtu dini hari? Boleh. Ingin berpartisipasi sedikit agak siang setelah mandi, mencuci, dan makan pagi? Bisa. Atau nanti malam saja sekalian streaming video klip terbaru JKT48 - Rapsodi? Lho, ternyata Anda fans JKT48 sama seperti saya?

Tercatat tak kurang dari 34 orang Local Guides yang telah melakukan RSVP untuk mengikuti Meet Up kali ini kendatipun kenyataannya tak sampai 5 orang Local Guides yang betul-betul berinteraksi dan berpartisipasi. Apresiasi saya untuk Anda yang telah bersedia meluangkan waktu bergabung dengan #LGCTM Malang kali ini. Terima kasih.

Repoting a POI that was indicating as a duplicate place



NYEMPLUNG APLIKASI METANI SIJI-SIJI

Ibarat kata pepatah "tak kenal maka tak sayang," maka bagaimana kita bisa mulai membersihkan GOOGLE MAPS dari POI yang tak semustinya ada di peta jika kita belum mengetahui dan mengenali POI mana saja yang akan dijadikan "sasaran tembak" serta di mana saja lokasi mereka? Oleh sebab itu dibutuhkan metode-metode tertentu untuk bisa melakukan hal tersebut.

Dalam postingan aslinya mengenai #LGCTM ini, Jan Van Haver mencantumkan beberapa tips dan trik bagaimana caranya mengenali POI-POI yang akan dihapus (map edit), cara menemukan/mencarinya, serta langkah-langkah apa saja yang musti dilakukan kemudian.

Beberapa tips yang dibagikannya antara lain zooming in, searching, colleagues' knowledge, removing bad words, when in doubt, remove inactive business, bankrupt businesses, irrelevant photos, dan lain sebagainya.

Dalam #LGCTM Malang kali ini diterapkan 3 buah metode yang merupakan adaptasi dan pengembangan dari tips-tips yang telah dibagikan Jan Van Haver tersebut di atas. Ketiga metode ini adalah: 1) TANYA INFORMAN (memanfaatkan pengetahuan kolega tentang di mana lokasi POI yang terindikasi duplikat yang ia ketahui);

2) SISIR PETA (zooming-in dan menyisir Google Maps sejengkal demi sejengkal hingga menemukan POI yang terindikasi duplikat); serta 3) KATA KUNCI (dari hasil Sisir Peta dengan di antaranya menggunakan fitur Explore, bisa diketahui nama-nama umum lokasi/POI terindikasi duplikat karena nama-nama umum tersebut muncul secara berulang karena populasinya yang memang tinggi semisal "pom bensin" atau "masjid", yang kemudian nama-nama umum tersebut diketikkan di kolom pencarian Google Maps).

Dari hasil penerapan ketiga metode pencarian pada project #LGCTM Malang yang baru lalu ini, didapati bahwa metode Sisir Peta dan Kata Kunci merupakan dua metode yang paling banyak berhasil menemukan POI-POI yang terindikasi duplikat yang merupakan sasaran dari project Map Editing kali ini. Dengan kata lain: nyemplung aplikasi metani siji-siji (menyisir GOOGLE MAPS sejengkal demi sejengkal secara sistematis —Red.).

Checking Google StreetView image as a virtual facts checking



SAPU BERSIH JANGAN SALAH PILIH

Setelah POI-POI yang akan dihapus berhasil ditemukan, apa langkah selanjutnya? Bikin kopi, rebus indomie? So pasti! Langkah selanjutnya adalah memilih POI mana yang akan diedit/dihapus. Di sini tidak menerima jawaban: "terserah!"

Dalam menghapus sebuah POI (apabila disetujui), kami cenderung memilih POI yang jumlah ulasan dan ratingnya lebih sedikit, detil informasinya kurang lengkap, serta yang paling penting POI-nya belum diklaim as business oleh seseorang. POI yang memiliki banyak ulasan dan rating cenderung lebih mudah muncul/ditemukan di Google Maps.

Apabila kita menutup satu POI yang merupakan akun bisnis (Google My Business; GMB) maka si pemilik akun akan memperoleh pemberitahuan dari Google bahwa ada seseorang yang baru saja memutakhirkan informasi tentang POI tersebut dan bermaksud menghapusnya dari Google Maps. Apabila si pemilik akun mengkonfirmasi informasi termutakhir ini maka POI yang dimaksud akan segera dihapus.

Selain itu POI berstatus terverifikasi (GMB) yang sudah dihapus, maka si pemilik musti kembali mengulang proses verifikasi POI apabila ia ingin membuat POI tersebut kembali terverifikasi. Serta jika suatu POI dihapus dari Google Maps, maka seluruh data tentang POI tersebut pun akan ikut dihapus.

Oleh sebab itu, menghapus POI yang terindikasi duplikat di GOOGLE MAPS musti dilakukan dengan hati-hati dan jangan salah pilih. Tujuan kita (Local Guides) melakukan ini adalah untuk tetap menjaga akurasi GOOGLE MAPS serta kehandalannya ketika digunakan. Bukan mengejar poin kontribusi yang bahkan tidak bisa ditukarkan ke dalam bentuk Rupiah.

Example of POIs strongly believed as duplicate place



BEBERAPA TEMUAN MENARIK

Lewat tengah malam acara Online Meet Up: Local Guides Clean The Map (#LGCTM) Malang inipun diakhiri. Namun ada beberapa temuan menarik yang barangkali musti dicermati:

1) Konten-konten yang bersifat bad data (misalnya lokasi/POI duplikat, bangkrut/closed business, serta spam) di GOOGLE MAPS jumlahnya sangat banyak;

2) Gerakan global #LGCTM bermaksud mengurangi bad data tersebut untuk tetap menjaga akurasi dan keandalan GOOGLE MAPS;

3) Jenis bad data yang paling memungkinkan dilakukan secara online hanyalah jenis POI ganda/duplicate places karena hanya membutuhkan dilakukannya perbandingan informasi antara dua atau lebih POI yang terindikasi duplikat;

4) Jenis bad data closed business dan spam membutuhkan verifikasi lebih jauh maupun pemeriksaan fakta di lapangan. Sehingga tidak direkomendasikan melakukan editing/penghapusan kedua jenis POI ini hanya bermodal online checking; serta

5) Metode Sisir Peta dengan memanfaatkan fitur explore place near by dan memasukkan kata kunci dasar lokasi popular di GOOGLE MAPS merupakan metode yang paling banyak mendapati POI-POI yang terindikasi duplikat.

Tabik!

Example of POIs that has identical name in the same location. Duplicate place?


Menjadi Host Meet Up Tanpa Ribet Bag. 2: Sponsored & Supported Meet Up



MENJADI HOST MEET UP TANPA RIBET Bag. 2:
SPONSORED & SUPPORTED MEET UP

Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

Ingin mengadakan Meet Up yang seru, tapi terbentur biaya? Para peserta kan tidak mungkin hanya disuguhi angin? Tenang, penyelenggaraan Meet Up boleh bersponsor, bahkan pada beberapa Meet Up terpilih mereka disokong oleh Google.
———————



MALANG LOCAL GUIDES — Berkontribusi di Google Maps memang menyenangkan. Kita bisa melihat banyak orang terbantu dengan kontribusi yang telah kita bagikan. Namun, Local Guides tidak melulu tentang itu. Namun juga menjelajah dunia, atau setidaknya kota tempat tinggal kita, dan membagikan beragam hal yang kita sukai dengan Local Guides-Local Guides lain di luar sana. Meet Up.

Jika Anda setidaknya seorang Local Guides level 3, maka Anda sudah bisa mengadakan Meet Up Anda sendiri. Menjadi Host Meet Up. Tuan Rumah.




MEET UP BERSPONSOR

Umumnya penyelenggaraan Meet Up dilakukan secara swadaya. Tapi tidak tertutup kemungkinan bahwa beberapa Meet Up diselenggarakan dengan melibatkan sponsor. Dan Google membuka ruang untuk digelarnya Meet Up semacam ini.

Namun untuk jenis Meet Up bersponsor, ada beberapa hal yang musti diperhatikan oleh Tuan Rumah Meet Up maupun para Local Guides lainnya. Yang pertama, sponsorship yang diterima tidak boleh mempengaruhi kualitas kontribusi yang dibagikan seorang Local Guides di Google Maps. Kontribusi yang mereka berikan mustilah tetap obyektif dan kredibel sesuai apa yang mereka alami/temui di lapangan.



Misalnya karena sudah menerima menerima sponsor, maka sebagai imbal baliknya ia menuliskan hanya ulasan yang serba positif tentang bisnis si sponsor, atau sebaliknya memberi ulasan yang menjatuhkan kepada tempat usaha pesaing sponsor. Hal yang semacam ini dilarang.

Yang kedua, Local Guides tidak menerima bayaran/imbalan dalam bentuk apapun untuk menyelenggarakan acara Meet Up di tempat sponsor. Ingat, Local Guides pada dasarnya adalah seorang sukarelawan, volunteer, dan bukannya endorser/key opinion leader.

Yang ketiga, Tuan Rumah Meet Up musti menuliskan penafian (disclaimer —Red.) pada bagian uraian Meet Up mereka, bahwa "Perusahaan ABC menjadi sponsor dari Meet Up kali ini. Mereka akan menyediakan layanan XYZ untuk dinikmati peserta yang hadir. Perusahaan ABC telah memahami bahwa tidak ada satupun peserta Meet Up yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun kepada perusahaan yang bersangkutan sebagai imbal balik atas sponsor yang diberikan."



Salah satu contoh Meet Up bersponsor yang pernah diselenggarakan oleh komunitas MALANG LOCAL GUIDES adalah Photowalk di Hotel Front One Boutique B21 Malang pada Selasa, 10 Desember 2019, silam.

Pada Meet Up tersebut pihak Hotel Front One Boutique B21 Malang memberi kesempatan kepada komunitas MALANG LOCAL GUIDES untuk berkunjung ke hotel mereka, melakukan hotel/room tour untuk mengenalkan beragam fasilitas yang tersedia, serta mengadakan sesi diskusi mengenai pemanfaatan Google Maps dalam bisnis perhotelan, khususnya pada contoh kasus Hotel Front One Boutique B21 Malang.

Tulisan lengkap mengenai jalannya Meet Up bisa dibaca pada tautan berikut: MEET UP SORE DI HOTEL FRONT ONE BOUTIQUE HOTEL B21 MALANG



SUPPORTED MEET UP BY GOOGLE IN LIMITED MARKET

Ternyata bukan hanya tempat-tempat usaha di sekitar kota tempat tinggal kita yang bisa menjadi sponsor dari Meet Up yang akan digelar. Google juga! Perkenalkan: Meet-Up-Meet-Up yang didukung oleh Google pada pasar terbatas.

Pada kuartal ketiga 2019 yang lalu Google secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan memberikan dukungan secara terbatas pada beberapa gelaran Meet Up terpilih di beberapa kota berbeda.



Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak Local Guides yang bisa terhubung secara langsung antara satu dengan lainnya dan merayakan semangat untuk senantiasa bisa membantu banyak orang menemukan tempat-tempat baru yang menarik untuk dkunjungi melalui beragam kontribusi yang mereka bagikan di Google Maps.

Hingga tulisan ini dibuat, tercatat tak kurang dari 9 buah Meet Up di beberapa kota berbeda yang penyelenggaraannya mendapatkan sokongan dari Google, di antaranya Meet Up di Melbourne, Australia (13/10/2019) dengan Tuan Rumah @PaulPavlinovich; di Lagos, Nigeria (9/11/2019) oleh @Sagir; Batu, Indonesia (16/11/2019) oleh @Annisa1208; New Delhi, India (17/11/2019) oleh @ambrishvarshney;



Meet Up di Sri Jayawardenepura Kotte, Sri Lanka (24/11/2019) oleh @IlankovanT; Douala, Kamerun (30/11/2019) oleh @nkwetche; Lalitpur, Nepal (30/11/2019) oleh @BishowvijayaP; Chennai, India (8/12/2019) oleh @RtnArulPrakasamT; serta Meet Up di Dhaka, Bangladesh (20/12/2019) dengan Tuan Rumah @Kamalhasnainee.

Pada Meet-Up-Meet-Up terpilih semacam ini Google memberikan sokongan berupa dana segar dalam nominal bervariasi kepada Tuan Rumah Meet Up yang bersangkutan untuk dibelanjakan beragam keperluan Meet Up seperti misalnya keperluan konsumsi, atau mungkin berbagai pernak-pernik oleh-oleh untuk para peserta Meet Up.



Selain itu Google juga akan mengirimkan surel kepada beberapa Local Guides terpilih di kota di mana akan diselenggarakan Meet Up yang disokong oleh Google yang dirasa selama ini mereka telah konsisten berkontribusi di Google Maps dan memberikan mereka kesempatan pertama untuk melakukan RSVP pada Meet Up yang dimaksud.

Menurut @TraciC, dalam memilih siapa Local Guides yang akan diberikan sokongan dalam penyelenggaraan Meet Up-nya, Google akan menilai siapa-siapa saja Local Guides yang selama ini telah menunjukkan komitmennya terhadap program Google Local Guides ini.

Tidak hanya keaktifannya di forum Local Guides Connect semata, namun Google juga memperhatikan partisipasinya di Google Maps dan di Meet-Up-Meet-Up yang terdahulu.

Jadi selamat mencoba menjadi Tuan Rumah Meet Up! Semoga berhasil, dan jangan lupa bersenang-senang..

Salam!



———————
INDEKS ARTIKEL:

MENJADI HOST MEET UP TANPA RIBET Bag. 1: MENYUSUN AGENDA MEET UP

MENJADI HOST MEET UP TANPA RIBET Bag. 2: SPONSORED & SUPPORTED MEET UP

———————

TEKS dan FOTO: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301) / Disadur dari:

@AriMar. "How to Organize a Successful Meet Up." Local Guides Connect, 23 April 2019, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/How-to-organize-a-successful-meet-up/ba-p/1569889

@AriMar. "How Do I Write a Great Meet Up Recap." Local Guides Connect, 11 Maret 2019, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/How-do-I-write-a-great-meet-up-recap/ba-p/1376614

@TraciC. "Introducing Supported Meet Ups in Limited Market." Local Guides Connect, 27 September 2019, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Introducing-supported-meet-ups-in-limited-markets/ba-p/1994273

"Organize a Meet Up." Local Guides Help, https://support.google.com/local-guides/answer/6225579?hl=en (diakses 15 Januari 2020 pukul 15:48 WIB)

Menjadi Host Meet Up Tanpa Ribet Bag. 1: Menyusun Agenda Meet Up



MENJADI HOST MEET UP TANPA RIBET Bag. 1:
MENYUSUN AGENDA MEET UP

Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

Menjadi Tuan Rumah (Host) Local Guides Meet Up itu ribet? Ah, kata siapa? Berikut saya rangkumkan langkah-langkahnya untuk Anda:
———————



MALANG LOCAL GUIDES — Meet Up adalah sarana di mana para Local Guides bisa saling bertemu di dunia nyata, lalu bersama-sama mereka menjelajahi tempat-tempat baru di kota, menjajal beragam kudapan khas berselera, atau mungkin sekadar ngopi-ngopi cantik sembari saling berkenalan dan mengakrabkan diri.

"Halo, saya Ario. Jomblo. Kamu siapa?"

Setiap Local Guides berhak menjadi Tuan Rumah (Host) Meet Up, asalkan minimal ia sudah mencapai Level 3 di laman kontribusi Local Guidesnya. That's it! Hanya itu syarat bagi seorang Local Guides untuk bisa menjadi Tuan Rumah Meet Up. Mudah, bukan?



BUAT RENCANA

Agar Meet Up yang akan Anda gelar bisa berjalan lancar, sudah barang tentu Anda butuh rencana. Yang pertama tentukan dulu kapan (tanggal berapa —Red.) Meet Up tersebut akan Anda selenggarakan. Sekadar usulan: pilihlah tanggal yang sekiranya banyak Local Guides bisa hadir. Akhir pekan atau di tanggal-tanggal merah bisa menjadi pertimbangan.

Namun tentu tidak akan ada yang menyalahkan Anda kalau ternyata Anda lebih memilih tanggal di tengah minggu untuk menyelenggarakan Meet Up Anda. You're the Host. Anda Tuan Rumahnya!

Yang berikutnya tentukan agenda kegiatannya. Meet Up yang hanya 4D (Duduk-Diam-Dlongap-Dlongop) tentu kurang menarik. Namun ini tidak berarti Anda musti mengagendakan kegiatan yang super ribet, seperti misalnya pergi ke luar angkasa, hipotermia di Kutub Utara, lalu menghilang di Samudera Antartika. Tidak perlu. Bahkan sekadar rame-rame andok bakso di dekat stasiun pun bisa jadi agenda Meet Up yang menyenangkan. Nyamm..



Ada 4 agenda Meet Up yang bisa Anda pilih, yakni: 1) GEOWALK, menjelajahi sudut-sudut kota yang barangkali jarang didatangi, bagikan foto dan ulasan serta memeriksa fakta dan memperbarui informasi di Google Maps dari tempat-tempat yang dikunjungi;

2) PHOTOWALK, berjalan-jalan santai di area kota yang indah dan instagenic, sembari berburu foto yang menarik, dan tak lupa membagikannya ke Google Maps agar Local Guides lain yang tidak ikut akan merasa iri (eh, maksudnya agar para pengguna Google Maps bisa tahu keindahan sudut kota yang ini);

3) FOODCRAWL, pergi ke suatu rumah makan yang baru buka di kota, lalu mengeksplorasi dan mencicipi beragam makanan-minuman yang disajikan di sana; dan 4) MAP EDITING, yakni bersama-sama memeriksa fakta dan melengkapi informasi tentang beberapa tempat yang tercantum di Google Maps sehingga informasi yang ada di peta digital ini senantiasa tepat dan lengkap.



DAFTARKAN DI LAMAN MEET UP GOOGLE MAPS

Setelah Anda menyusun rencana kegiatan dari Meet Up yang akan Anda selenggarakan, maka langkah berikutnya adalah mendaftarkan agenda Meet Up Anda tersebut ke laman khusus Meet Up Google Maps, dengan terlebih dahulu melakukan log-in dengan akun Google milik Anda.

Di laman pendaftaran ini Anda akan diminta untuk menyiapkan beberapa hal, di antaranya: 1) foto/banner Meet Up yang akan Anda selenggarakan dengan ukuran 1030 x 350 pixels; 2) nama/judul Meet Up; 3) jenis/agenda Meet Up (pilih salah satu: Geowalk, Photowalk, Foodcrawl, Map Editing, atau Others);



4) deskripsi singkat (maksimal 1.500 karakter) dan lengkap tentang Meet Up Anda tersebut dan hal-hal menarik apa saja yang akan peserta Meet Up lakukan selama pertemuan berlangsun; 5) lokasi Meet Up; 6) tanggal Meet Up; 7) waktu pelaksanaan Meet Up; serta 8) kuota/jumlah maksimal peserta (bila ada).

Setelah Anda melengkapi dan mendaftarkan agenda Meet Up Anda ini, maka tim dari Google kemudian akan menelaah proposal Meet Up Anda ini dalam waktu sekitar 1 minggu sebelum akhirnya menyetujui atau tidak menyetujui agenda Meet Up Anda ini. E-mail pemberitahuan mengenai hal ini akan dikirimkan ke alamat e-mail Anda.

Agenda Meet Up yang telah disetujui akan dicantumkan di laman kalender kegiatan resmi Google dan terkoneksi dengan laman profil Anda di Local Guides Connect.



PROMOSIKAN!

Setelah agenda Meet Up Anda disetujui, apakah ini berarti sekarang Anda sudah bisa ongkang-ongkang kaki sembari menunggu tanggal pelaksanaan Meet Up? Oh, tentu tidak, dong, dong-dong dong-dong!? Promosikan agenda Meet Up Anda tersebut ke kanal-kanal media sosial yang Anda punya!

Connect, Instagram, grup WhatsApp, Twitter, Youtube, Facebook komunitas, hingga barangkali pasang iklan baris di surat-surat kabar terbitan lokal, semuanya!

Memangnya Anda mau Meet Up Anda sampai nihil peserta hanya gara-gara Anda enggan mempromosikan agenda Meet Up Anda tersebut? Oh, tentu tidak, dong, dong-dong, dong-dong!?

Namun tentu saja hal ini sesuaikan dengan kemampuan Anda. Tidak perlu terlalu ngoyo. Karena menurut saya, inti dari Meet Up adalah bersenang-senang. Nikmati suasananya, ketemu orang-orangnya, dapatkan manfaatnya. Sepakat?



PADA HARI-H

Maka tibalah hari itu, hari yang telah Anda tunggu-tunggu: hari-pelaksanaan-Meet-Up! ((( t a r a k  d u n g  c e s s ! ! )))

Sebagai Tuan Rumah Meet Up, Anda tentu diharapkan untuk bisa tiba di lokasi acara lebih awal ketimbang peserta lainnya. Untuk apa? Yaitu untuk memastikan segala sesuatunya telah siap untuk dipergunakan pada Meet Up hari itu. Final check.

Selain itu juga amat disarankan bagi Anda untuk terlebih dahulu melakukan reservasi di venue yang akan digunakan, serta, jika memungkinkan, lakukan survei untuk rute Photowalk/Geowalk yang akan dilakukan (jika diagendakan). Selain demi kelancaran acara, hal ini bisa membuat Meet Up Anda nampak lebih profesional, bukan?



Kemudian di saat para peserta Meet Up sudah tiba di lokasi acara, jangan sungkan untuk menyambut mereka dengan hangat dan memperkenalkan diri sebagai Tuan Rumah Meet Up kali ini. Tak lupa fasilitasi para peserta untuk bisa saling mengenal antara satu dengan lainnya terutama bagi mereka yang baru pertama kali menghadiri Meet Up semacam ini.

Jika diperlukan, Anda bisa menggunakan badge nama yang template-nya bisa Anda unduh secara gratis di sini, termasuk juga desain sticker dan materi presentasi pengenalan Google Local Guides. Lalu pimpin Meet Up Anda seperti agenda yang sudah Anda rancang sebelumnya.



IKHTISAR MEET UP

Okeh. Kita lazim mengenalnya sebagai Recap. Recapitulate (v. [I, T] repeat the main points of). Mengulang kembali hal-hal inti dari apa yang telah disampaikan/dilakukan. Ringkasan kegiatan. Ikhtisar.

Selesai Meet Up, kurang afdol rasanya jika Anda tidak menuliskan ikhtisar/recap dari Meet Up yang baru Anda selenggarakan. Untuk apa? Tentu untuk membagikan cerita mengenai serunya Meet Up yang Anda telah selenggarakan kepada Local Guides yang berhalangan hadir, Googlers, maupun sekadar nostalgia dengan alumni dari Meet Up tersebut. Dan ikhtisar dari Meet Up ini bisa Anda tulis dan bagikan di forum Local Guides Connect.

"Wah, ternyata Meet Up-nya seru sekali, ya? Nyesel gue kemarin gak jadi berangkat!?" Reaksi yang umum terdengar.



Lalu untuk membuat artikel ikhtisar yang menarik dan informatif, hal-hal apa saja yang sebaiknya Anda sertakan? Menurut @AriMar, Googler, yang pertama ceritakan mengenai tema/agenda dari Meet Up yang Anda selenggarakan. Photowalk di kota sembari mengamati fasilitas-fasilitas ramah disabilitas yang ada di sana? Atau foodcrawl di beberapa warung bakso untuk mencari mana bakso bakar terenak yang ada di kota ini? Bebas.

Yang kedua, uraikan jalannya Meet Up! Apa saja yang dilakukan, menjelajah ke mana saja, siapa saja yang Anda temui di sana, serta detil-detil kecil yang barangkali terkesan remeh namun menarik untuk diceritakan. Dengan demikian para pembaca bisa turut merasakan seperti apa rasanya mengikuti Meet Up yang Anda selenggarakan kendati sekalipun ia berhalangan hadir.



Yang ketiga, foto! Bagikan foto-foto yang menarik dari jalannya Meet Up. Selain untuk memperkaya informasi, foto-foto Meet Up yang menarik bisa menumbuhkan minat pada diri Local Guides untuk hadir pada agenda Meet Up Anda yang berikutnya. Masa, sih, foto dari 200 orang Local Guides yang tengah Meet Up di ajang Connect Live 2019 yang baru lalu di San Fransisco, Amerika Serikat, tidak membuat Anda ingin juga bergabung di ajang serupa tahun depan? (kalau ada —Red.)

Yang keempat sertakan tautan ke kontribusi Google Maps Anda. Apakah selama Meet Up Anda juga membagikan ulasan? Menambahkan foto atau mungkin video? Membuat list/daftar tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi? Sertakan itu.

Yang terakhir tuliskan pula hal-hal apa yang Anda pelajari selama Meet Up. Apakah di Meet Up kali ini Anda belajar membuat foto 360°? Atau belajar menulis ulasan dengan teknik/cara yang lebih sistematis? Tuliskan pengalaman Anda.



Selain itu, beberapa hari setelah pelaksanaan Meet Up, Google akan mengirimkan sebuah surat elektronik (surel/e-mail) kepada Anda yang berisi sebuah survei singkat mengenai Meet Up yang baru saja Anda selenggarakan. Anda bisa menggunakan survei ini sebagai evaluasi pribadi atas Meet Up yang telah Anda selenggarakan, juga untuk mempertimbangkan apakah Anda masih berminat mengadakan Meet Up lagi untuk ke depannya.

Setelah membahas cara menyusun agenda Meet Up, selanjutnya pada bagian kedua kita akan membicarakan mengenai Meet Up bersponsor dan Meet Up yang disokong Google. Apakah itu dan bagaimana cara melakukannya? Simak pada bagian kedua tulisan ini: MENJADI HOST MEET UP TANPA RIBET: SPONSORED & SUPPORTED MEET UP!



———————
INDEKS ARTIKEL:

MENJADI HOST MEET UP TANPA RIBET Bag. 1: MENYUSUN AGENDA MEET UP

MENJADI HOST MEET UP TANPA RIBET Bag. 2: SPONSORED & SUPPORTED MEET UP

———————

TEKS dan FOTO: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301) / Disadur dari:

@AriMar. "How to Organize a Successful Meet Up." Local Guides Connect, 23 April 2019, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/How-to-organize-a-successful-meet-up/ba-p/1569889

@AriMar. "How Do I Write a Great Meet Up Recap." Local Guides Connect, 11 Maret 2019, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/How-do-I-write-a-great-meet-up-recap/ba-p/1376614

@TraciC. "Introducing Supported Meet Ups in Limited Market." Local Guides Connect, 27 September 2019, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Introducing-supported-meet-ups-in-limited-markets/ba-p/1994273

"Organize a Meet Up." Local Guides Help, https://support.google.com/local-guides/answer/6225579?hl=en (diakses 15 Januari 2020 pukul 15:48 WIB)

Meet Up Sore di Hotel Front One Boutique B21 Malang



MEET UP SORE DI HOTEL FRONT ONE BOUTIQUE B21 MALANG

Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

Konon, aplikasi peta digital Google Maps hampir selalu menjadi rujukan ketika pengguna aplikasi ini hendak berkunjung ke suatu tempat. Testimoni dan ulasan dari pengunjung sebelumnya di Google Maps menjadi salah satu faktor kunci bagi mereka mengambil keputusan, tak terkecuali ketika mereka sedang menimbang-nimbang hendak menginap di hotel mana di kota yang mereka kunjungi. 

Apakah para pengelola hotel menyadari tren ini? Lalu bagaimana mereka menyikapinya? MALANG LOCAL GUIDES mendiskusikannya untuk Anda.
———————

Ruang Komunal Front One Boutique B21 Lantai 1

Peserta Meet Up Memotret Interior


[MALANG LOCAL GUIDES/News] Sore itu, Selasa (10/12/2019), komunitas MALANG LOCAL GUIDES diundang oleh manajemen Hotel Front One Boutique B21 Malang untuk melakukan Photowalk dan bincang santai di hotel yang terletak di Jl. Baluran no. 21, Oro-oro Dowo, kota Malang, ini. Sebanyak 13 orang Local Guides dari kota Malang dan sekitarnya menghadiri Meet Up kali ini.

Tepat pukul 16:00 WIB, acara dibuka oleh Erny Kusuma (Co-Host/anggota komunitas MALANG LOCAL GUIDES). Secara singkat ia menjelaskan apa saja kegiatan yang akan dilakukan pada Meet Up kali ini, yakni Photowalk dan Room Tour, serta akan ada sesi diskusi mengenai manfaat Google Maps bagi perkembangan bisnis perhotelan khususnya di Hotel Front One Boutique B21 Malang ini.

Berdiskusi dan Memberi Ulasan di Google Maps

Hotel Tour

Setelah sesi perkenalan seluruh peserta Meet Up, sesi selanjutnya adalah perkenalan hotel dan beragam fasilitas yang disediakan, serta sesi diskusi tentang sejauh mana ulasan yang dibagikan Local Guides di Google Maps bermanfaat bagi pengguna aplikasi ini serta bagaimana pelaku bisnis menggunakannya untuk mengembangkan bisnis mereka.

Yang bertindak sebagai narasumber dalam diskusi kali ini adalah Asep Saifuddin, Manajer Hotel Front One Boutique B21 Malang (menurut pengakuannya, Asep Saifuddin sendiri adalah seorang Local Guides level 6 —Red.).

Tak dipungkiri salah satu manfaat praktis dari ulasan dan beragam informasi yang dibagikan Local Guides di Google Maps adalah hal tersebut bisa membantu banyak pengguna aplikasi peta digital ini untuk terlebih dahulu mengenal seperti apa tempat yang akan mereka datangi sebelum mereka benar-benar datang ke tempat tersebut, baru kemudian mereka mengambil keputusan.

Erny Kusuma (Co-Host Meet Up)

Asep Saifuddin (Manajer Front One Boutique B21 Malang)


Hal ini mirip dengan apa yang disampaikan oleh Asep Saifuddin. Menurutnya, tren pemesanan kamar hotel di kota Malang beberapa waktu terakhir ini adalah same day booking. Pemesanan kamar hotel baru dilakukan pada hari yang sama mereka (calon tamu hotel —Red.) sampai di kota tujuan.

"Tidak jarang mereka baru mencari dan memesan kamar hotel ketika mereka baru keluar dari gerbang tol atau turun dari kereta api," tuturnya. "Kadang di pagi hari masih sepi, tapi menjelang sore hari kamar-kamar penuh terisi."

Peserta Meet Up Memperkenalkan Diri

Berpose di Depan Tangga Menuju Lantai 2

Bergaya arsitektur modern-klasik dengan total 22 kamar yang bisa dipesan (published rate Rp450.000,- - Rp1.500.000,- per kamar per malam), Hotel Front One Boutique B21 Malang merupakan salah satu hotel di bawah pengelolaan Azana Hotels & Resorts Management yang berpusat di Solo, Jawa Tengah, yang menguasai tak kurang dari 40 properti di seluruh Indonesia dengan 3 properti di antaranya berada di kota Malang dan Batu, Jawa Timur. Tingkat okupansi dari Hotel Front One Boutique B21 Malang ini sendiri berkisar antara 70-80 persen.

"Sebanyak 75 persen pengunjung melakukan pemesanan kamar secara online, sedang 25 persen sisanya datang langsung ke hotel," ungkap Asep Saifuddin.

Sebagai informasi, akun Hotel Front One Boutique B21 Malang di Google Maps sudah terintegrasi dengan berbagai layanan pemesanan kamar online. Sehingga para (calon) pengunjung bisa sekaligus langsung melakukan pemesanan kamar di saat mereka sedang menimbang-nimbang beragam ulasan dan informasi lain mengenai hotel ini di Google Maps.

Memeriksa Fakta di Google Maps

Room Tour

"Biasanya kaum ibu yang lebih teliti dan rinci dalam mencari informasi tentang penginapannya jika dibandingkan dengan kaum bapak yang relatif lebih simpel dalam mengambil keputusan," terang Asep Saifuddin.

Dan salah satu strategi yang diterapkan manajemen Hotel Front One Boutique B21 dalam merespon situasi ini adalah para tamu yang akan segera check-out dari hotel diminta kesediaannya untuk memberikan ulasan mengenai pelayanan hotel ini di Google Maps dan Pemilik (Owner) akun hotel akan membalas setiap ulasan yang masuk.

"Dengan begini si penulis ulasan bisa tahu bahwa ulasan yang mereka tulis ada yang membaca," kata Asep Saifuddin. Strategi yang menarik untuk menjaga hubungan baik pelaku bisnis dan pelanggan dengan memanfaatkan fitur yang tersedia di Google Maps.

Ruang Komunal di Lantai 2

Foto-foto Difoto

Seusai sesi diskusi, sesi berikutnya adalah Photowalk dan room tour. Dengan dipandu oleh Asep Saifuddin sendiri dan beberapa karyawan hotel, para peserta diajak berkeliling ke sekitaran hotel dan masuk ke beberapa kamar untuk diperkenalkan seperti apa fasilitas yang tersedia di hotel ini.

Beberapa kamar yang diijinkan untuk dimasuki di antaranya kamar Dahlia 104 (Suite), Jacaranda 202 (Executive), Kanna 203 (Suite), serta Zinia 301 (Family Suite).

"Kamarnya bersih, seprei wangi, dan kasurnya empuk. Suasananya seperti di rumah," tutur Fay Sefta.

Memotret Interior

Kamar Suite Dahlia 104

Selama Photowalk dan room-tour seluruh anggota MALANG LOCAL GUIDES yang hadir dalam Meet Up kali ini begitu bersemangat menjepretkan kamera mereka ke segenap penjuru hotel yang memajang beragam pernak-pernik unik dan etnik di dalamnya. Beberapa foto di antaranya diunggah ke Google Maps untuk melengkapi ulasan dari hotel ini.

"Saat berada di lantai 1 mungkin konsepnya masih klasik rumahan biasa. Tapi saat naik ke lantai 2 benar-benar kagum dengan konsep klasik modernnya hingga serasa sedang menginap di luar negeri," tulis Atik the Explorer.

Puas berkeliling hotel, para peserta Meet Up MALANG LOCAL GUIDES pun kembali ke ruang komunal di lantai 1. Setelah beristirahat sejenak sembari menandaskan hidangan yang telah disediakan, tepat pukul 18:00 WIB acara Photowalk dan diskusi sore pemanfaatan Google Maps dalam bisnis perhotelanpun diakhiri. Seluruh peserta saling berpamitan dan kembali ke rumah tinggal masing-masing.

"Kemarin kami sampai lembur memasang biji wijen di onde-ondenya satu-satu," bisik Asep Saifuddin. Sempat-sempatnya..

Ciao!


———————

HOTEL FRONT ONE BOUTIQUE B21 MALANG

Jl. Baluran No.21, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
0812-9080-8060

https://maps.app.goo.gl/M9VvQP48h3EY1eFr6



———————
Penafian: Ini adalah Meet Up bersponsor. Pengelola hotel akan menyediakan Pemandu selama hotel tour dan kudapan khas hotel untuk dinikmati peserta secara gratis. Pengelola hotel telah mengetahui dan menyetujui bahwa Local Guides tidak memberikan ulasan sebagai imbal-balik atas sponsor yang diberikan.

———————
TEKS dan FOTO: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)

#MalangDiGoogleMaps
#Spon

Banjir Jakarta dan SOS Alerts Google Maps



BANJIR JAKARTA DAN SOS ALERTS GOOGLE MAPS

Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

Hah? Jakarta banjir? Di mana? Sejak kapan? Separah apa banjirnya? Hah, hah, panik, panik! Sstt, tenang. Pantau dulu SOS Alerts di Google Maps!
—————

SOS Alerts Banjir Jakarta


SEJAK pertengahan 2017 silam, Google telah mengintroduksi satu fitur baru di Google Search dan Google Maps. Fitur ini digunakan untuk membantu para pengguna Google memperoleh informasi yang tepat, cepat, dan akurat mengenai keadaan krisis/bencana besar yang terjadi di area mereka.

Dengan hal ini diharapkan mereka (para pengguna Google terdampak bencana —Red.) bisa secara tepat memutuskan langkah-langkah apa yang musti mereka ambil dalam menyikapi situasi kebencanaan tersebut. Fitur ini disebut sebagai GOOGLE SOS ALERTS (Peringatan Darurat).

Google akan mengaktifkan fitur Peringatan Darurat ini selama kejadian krisis/bencana besar yang meliputi bencana alam, bencana yang disebabkan oleh ulah manusia, dan juga bencana kemanusiaan di suatu wilayah.

Namun sebelum fitur ini diaktifkan, Google akan terlebih dahulu memeriksa beberapa hal, di antaranya konektifitas internet di area terdampak bencana, ketersediaan rilisan informasi resmi dari pemerintah maupun dinas/organisasi terkait, serta besaran dampak dari krisis/bencana yang terjadi.

Deskripsi Singkat Mengenai Situasi Bencana


Selama masa bencana, Peringatan Darurat ini akan muncul pada baris atas hasil pencarian apabila pengguna mengetikkan bencana atau lokasi terjadinya bencana tersebut di kolom pencarian Google. Selain itu Google juga merangkumkan informasi kebencanaan dari para responden pertama serta rilisan resmi dari pejabat/dinas berwenang lokal dengan beragam produk/layanan Google di antaranya Google News, Google Maps, Waze, dan lain sebagainya.

Para pengguna akan mendapat peta bencana, berita-berita terbaru dari beragam media massa mengenai perkembangan situasi terkinj, serta, jika tersedia, berbagai informasi lokal resmi seperti misalnya nomor kontak darurat, website resmi dinas-dinas terkait, serta beberapa frasa kata penting dalam bahasa lokal.

Dan apabila Anda merupakan pengguna aplikasi Google versi termutakhir (Android maupun iOS) dan telah menghidupkan fitur lokasi di gawai Anda, maka Anda akan memperoleh notifikasi mengenai informasi Peringatan Darurat tersebut di atas apabila Anda sedang berada di dekat area terdampak bencana/krisis.

Namun untuk para pengguna yang berada di luar area terdampak bencana, mereka tetap bisa memperoleh informasi Peringatan Darurat ini apabila mereka melakukan pencarian dengan frasa yang relevan.

Pemutakhiran Road Closure



BANJIR JAKARTA DAN SOS ALERTS

BENCANA banjir di Jakarta pada awal tahun 2020 yang baru lalu merupakan contoh bagaimana fitur GOOGLE SOS ALERTS (Peringatan Darurat) ini diaktifkan. Selama kejadian bencana banjir, para pengguna layanan Google yang berada di seputaran Jakarta memperoleh notifikasi di gawai mereka mengenai kejadian bencana ini.

Di Google Maps juga muncul satu ikon spesifik "Banjir Jakarta," yang ketika diketuk akan muncul beragam informasi terkini mengenai perkembangan situasi kebencanaannya serta nomor-nomor telepon penting/darurat yang bisa dihubungi.

Selain itu para pengguna Google Maps juga bisa mengetahui jalan-jalan mana saja yang ditutup karena banjir, situasi terkini arus lalu lintas, serta mereka juga bisa melaporkan perkembangan terbaru mengenai situasi penutupan jalan yang mereka temui.

Adanya fitur Peringatan Darurat di masa krisis/bencana besar ini tentu sangat bermanfaat bagi para pengguna layanan di sekitar wilayah terdampak bencana maupun mereka yang berada di luar wilayah terdampak bencana. Fitur ini bisa menjadi one-stop-shopping informasi darurat kebencanaan karena selain menyediakan notifikasi peringatan darurat, fitur ini juga menyediakan gambaran situasi terkini  di lapangan, beragam nomor darurat yang bisa dihubungi, dan juga kilasan berita dari beragam kantor berita yang terpercaya.

Bencana memang tak pernah diharapkan terjadi. Namun fitur GOOGLE SOS ALERTS (Peringatan Darurat) ini tentu bisa membantu pengguna/masyarakat terdampak bencana untuk memutuskan tindakan apa yang musti mereka lakukan ketika berhadapan dengan situasi krisis/bencana semacam ini.

Yuk, bisa, yuk!?

Sari Berita Penting Mengenai Situasi Terkini


—————
TEKS: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)/Disadur dari:

@MegS. "Helping People in a Crisis Through SOS Alerts." Local Guides Connect, 9 Juli 2017, https://www.localguidesconnect.com/t5/News-Updates/Helping-people-in-a-crisis-through-SOS-Alerts/ba-p/444361

@AriMar. "Help Your Community During a Crisis." Local Guides Connect, 9 Juli 2019, https://www.localguidesconnect.com/t5/Announcements/Help-your-community-during-a-crisis/ba-p/1878012

Matias, Yossi. "Helping People in a Crisis."  The Keyword, 25 Juli 2017, https://www.blog.google/products/search/helping-people-crisis/

FOTO: Tangkapan layar Google SOS Alerts