Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » Bakso Bakar BU KAJI : Legenda Daging Sapi Kota Malang

Berjualan daging sapi segar, produk olahan daging, dan bumbu masakan sejak tahun 1956 hingga sekarang, kios daging sederhana di salah satu sudut perempatan Klojen ini tak pernah sepi pembeli. Mereka yang menginginkan daging sapi lokal berkualitas terbaik selalu mampir ke mari.



Warga Malang Raya, restoran, hotel-hotel berbintang, hingga rumah sakit menjadi pelanggan setia kios daging (alm.) Ibu Hj. Latifah, atau masyarakat lebih mengenalnya sebagai Bu Kaji Klojen, ini.

"Rumah Sakit Syaiful Anwar bahkan sudah menjadi pelanggan kami sejak tahun nggak enak, Mas," tutur Taufiq Saguanto, owner management Bakso Bu Kaji, sembari tertawa tanpa merinci tahun berapakah tahun nggak enak itu.

Frasa "tahun nggak enak" acap kali digunakan untuk merujuk ke masa yang sudah lampau di awal-awal perintisan usaha.

"Yang khas dari daging sapi yang kami tawarkan ialah dagingnya kering. Sama sekali tidak terkontaminasi air sejak sebelum disembelih. Langsung digantung untuk menghilangkan darahnya," sambungnya.

Dan sejak Desember 2015 kios daging Bu Kaji Klojen ini juga membuka warung bakso bakar di sisi barat kios dagingnya.

"Untuk memanfaatkan ruang kosong yang semula digunakan sebagai tempat tinggal," ujar Taufiq.

Ketika Penulis bertanya mengapa memilih berjualan bakso dan bukannya soto atau rawon karena kios ini juga terkenal dengan bumbu masakan soto dan rawonnya, Taufiq hanya tergelak dan menjawab singkat: "Rawon Rampal itu masih sodara, Maaass.."

Oh, oke.

Dan barangkali karena itu pula, lah, rasa bakso yang mereka tawarkan terasa berbeda dari bakso-bakso daging sapi pada umumnya. Jauh lebih lembut dan terasa manisnya daging sapi yang masih segar.

"Bakso kami sama sekali tidak menggunakan MSG maupun bahan pengenyal dan pengawet. Sebagai penyedap hanya digunakan gula dan garam, di samping baksonya sendiri yang tidak menggunakan campuran daging ayam maupun ikan. Resep bakso kuno," ungkap Taufiq lagi.

Seporsi bakso dibandrol antara 10 ribu - 15 ribu rupiah. Dan dalam satu hari warung Bakso Bu Kaji ini sanggup menjual antara 100 - 150 mangkok bakso jika hari sedang tidak hujan. Jika hari sedang hujan pengunjung hanya sampai setengahnya.

"Tempatnya masih sering terkena tempias air hujan ketika hujan sedang deras-derasnya. Beberapa pengunjung jadi merasa kurang nyaman," Taufiq mengatakan.

Hal yang semacam ini tentu patut disayangkan, karena menikmati semangkuk bakso yang panas tentu paling pas ketika hari sedang hujan. Favorit Penulis: bakso beranak banyak. Satu mangkuk baksonya bisa langsung penuh oleh satu bakso ini saja! Wow! Di dalamnya ada anak-anak bakso yang lucu-lucu dan menggemaskan(?).

"Turis-turis mancanegara juga sering berkunjung ke mari. Rasa baksonya yang lembut dan tidak terlalu berempah agaknya cocok bagi lidah mereka," Taufiq menyampaikan.

"Beberapa artis juga pernah makan bakso di sini, seperti Monica Oemardi, Rival Himran bassist Steven N Coconut Treez," sebutnya.

"Bahkan Cepi vokalis band reggae The Ikan Bakars juga beberapa kali mampir tapi baru pada kesempatan ketiga saya baru sadar kalau dia artis lalu saya ajak foto bareng," imbuh Taufiq sambil terkekeh.

Ya, kuliner nikmat non-MSG yang terbuat dari daging sapi lokal kelas wahid seperti di Bakso Bakar Bu Kaji ini memang patut dicoba oleh siapa saja yang ingin memanjakan lidah mereka dengan sensasi rasa bakso yang lebih gede dan ndaging banget.

"Pokoknya legenda daging sapi Kota Malang, ya, daging sapi Bu Kaji Klojen ini," tutup Taufiq.

Setuju!

Bakso Bakar Bu Kaji buka setiap hari pukul 10.00 - 22.00 WIB kecuali hari Jumat buka pukul 14.00 WIB.
-




«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply