Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » HUIS VAN GUSTAFINE : Serasa Menginap di Rumah Opa-Oma Sendiri

Ketika di Bandung terjadi peristiwa Bandung Lautan Api, di kota Malang-pun terjadi peristiwa serupa: Malang Bumi Hangus. Dan Huis van Gustafine, konon, merupakan satu dari sedikit bangunan yang selamat dari peristiwa di tahun 1947 tersebut.

"Bangunan utamanya masih asli," tutur Alexandry Kusumajaya (Alex), pengelola penginapan ini. "Struktur bangunan, dinding, pintu dan jendela, kaca patri, hingga tegel, masih utuh."

Huis van Gustafine terdiri dari dua bangunan yang terpisah. Satu bangunan utama yang bergaya kolonial, dan satu bangunan tambahan yang masih baru. Di bangunan tambahan, kamar untuk menginap terletak di lantai dua.

"Ketika ada jurnalis dari Selandia Baru yang menyempatkan mampir, ia juga mengatakan arsitektur bangunan ini masih asli. Termasuk bevel pada sudut-sudut tembok di pintu dan jendela, juga sistem pengunci pintu yang digunakan," ungkap Taurus Hartanto, papa Alex.

Berangka tahun 1924, sejarah Huis van Gustafine yang bergaya kolonial ini sesungguhnya masih gelap. Belum ditemukan literatur yang menjelaskan sejarah rumah kuno ini secara gamblang.

"Pernah ada seseorang berkebangsaan Belanda bernama Ross van Gent yang menyambangi rumah ini," sebut Alex. "Ia mengatakan di sekitar tahun '40-an neneknya pernah bertempat tinggal di rumah ini. Hanya saja saat ini kondisi neneknya sudah mengalami demensia (pikun), sehingga sudah susah untuk bisa dimintai ceritanya."

"Jadi siapakah Gustafine, pun siapa arsitek rumah ini, masih belum ada titik terang," imbuh Taurus.

INSTAGRAMABLE

Alex bercerita, "awal kami membeli rumah ini sekitar 5 tahun yang lalu bukan kami maksudkan untuk dijadikan penginapan. Untuk keperluan lain. Hanya saja dalam perjalanannya, ketika saya dan istri saya yang waktu itu masih berstatus calon istri hendak menikah, kami kesulitan menemukan penginapan yang memadai di Malang untuk menampung keluarga calon istri saya yang berasal dari luar kota."

"Dalam kondisi rumah yang masih setengah jadi itu lalu kami kebut pengerjaannya. Interior kami rancang sedemikian rupa agar bisa sekalian dijadikan lokasi foto prewedding kami," tambahnya sembari tertawa.

"Dan hingga sekarang ketika akhirnya rumah ini kami fungsikan sebagai penginapan, kebanyakan tamu yang kebetulan akan melangsungkan upacara pernikahan selalu menyempatkan diri membuat foto dan video prewedding mereka di sini."

Ya, setiap sudut rumah ini memang memiliki desain visual yang menggoda mata. Bagi para fotografer, boleh jadi ini adalah sebuah surga kecil.

"Saya memiliki latar belakang pendidikan desain komunikasi visual," beber Alex.

Oh, pantas saja.

NYAMAN

Hal pertama yang akan dirasakan setiap tamu begitu masuk ke rumah ini adalah hawanya yang segar. Udara dari luar rumah bersirkulasi secara baik.

"Kami sebetulnya sudah menyiapkan penyejuk udara di setiap ruangan, baik di kamar tidur maupun di ruang depan dan ruang tengah," ujar Taurus. "Tapi kebanyakan tamu ternyata tidak mau menggunakannya. Udaranya sudah cukup nyaman, kata mereka."

Setiap bangunan kolonial memang dirancang untuk bisa memiliki sirkulasi udara yang baik. Dan di lantai 2, kendati bukan termasuk bangunan lama, sirkulasi udaranya juga diperhatikan.

Pengunjung bisa duduk-duduk di berandanya untuk minum teh dan menikmati suasana sore hari sembari ditemani angin sejuk yang berhembus sepoi-sepoi dan burung-burung liar yang tak jarang turut mampir. Lalu jika tanpa sengaja ketiduran, nampaknya itu bukan satu kesalahan. Hehee..

MENGINAP DI RUMAH OPA-OMA

Terletak di daerah tengah kota yang mudah dijangkau, Huis van Gustafine seringkali dijadikan jujugan orang-orang yang akan melangsungkan upacara pernikahan mereka.

"Biasanya untuk tempat berkumpul keluarga besar pada malam midodareni sebelum keesokan harinya melaksanakan resepsi pernikahan di hotel atau di gedung pertemuan," sebut Taurus. "Salah satu kamar di bagian depan memang kami persiapkan untuk kamar pengantin."

Berkonsep penginapan untuk keluarga, Huis van Gustafine tidak menawarkan sewa penginapan per kamar, melainkan per lantai. Pengunjung bisa memilih untuk menyewa di lantai 1, di lantai 2, atau bahkan menyewa satu rumah ini sekaligus.

"Supaya tamu bisa nyaman berkumpul dalam satu keluarga besar dengan harga yang ekonomis," tutur Taurus. "Beberapa keluarga bahkan sampai membawa alat pemanggang barbeque untuk berpesta daging panggang di halaman. Dan kami tidak menarik biaya tambahan untuk itu, termasuk ekstra spring bed jika diperlukan."

Dengan pelayanan kekeluargaan yang semacam ini tentu tak heran jika kemudian tamu-tamunya merasa betah dan memperpanjang masa inap mereka.

"Beberapa waktu yang lalu artis Anang dan Ashanty beserta keluarga juga sempat menginap di sini. Awalnya mereka hanya berencana menginap selama tiga hari, eh, ternyata malah nambah sampai total satu minggu," ungkap Alex bangga. "Katanya rumahnya enak."

"Asalkan untuk keesokan harinya sedang tidak ada tamu yang sudah memesan kamar, kami tentu tidak keberatan jika ada tamu yang ingin memperpanjang masa inap mereka," kata Taurus. "Bahkan untuk jam check-out pun kami cukup longgar."

"Ya, anggap seperti sedang menginap di rumah Opa-Oma sendiri saja. Ha-ha," tutup Alex sembari tertawa.

Huis van Gustafine terletak di Jl. Hasanuddin no. 8, Kota Malang.
-










«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply