Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » RUMAH KOPI AMPSTIRDAM: Mengangkat Pariwisata Kabupaten Malang Lewat Kopi

Dikenal dengan nama beken Amstirdam, kawasan Ampelgading, Sumber Manjing, Tirtoyudo, dan Dampit merupakan sentra penghasil kopi di Kabupaten Malang. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang mencatat pada tahun 2016 sedikitnya 7.119 ton kopi robusta dihasilkan dari keempat wilayah ini saja dengan luas lahan lebih dari 10 ribu hektar. Jumlah ini berarti hampir 75 persen dari total produksi kopi robusta Kabupaten Malang pada tahun tersebut yang mencapai 9.613,24 ton (malangkab.bps.go.id).


Hal inilah yang kemudian membuat nama Amstirdam begitu populer. Kedai-kedai kopi bermunculan dengan nama yang keamstirdam-amstirdaman (yang sebetulnya akronim Amstirdam ini sendiri merupakan plesetan dari nama salah satu kota di Belanda: Amsterdam). Dan salah satu dari kedai kopi tersebut adalah RUMAH KOPI AMPSTIRDAM yang dibuka pada Minggu (31/12/17) lalu.

Berlokasi di salah satu sudut pendopo Kabupaten Malang Jl. Agus Salim, Malang, (persis di seberang Malang Plaza), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang menggandeng kedai kopi ini untuk turut mengangkat pariwisata Kabupaten Malang.

"Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Rumah Kopi Ampstirdam bermaksud mengajak masyarakat lebih mengenal potensi pariwisata Kabupaten Malang terutama dalam kaitannya dengan kopi lokal Malang Raya," ungkap Reonaldo Bramastha Ekananda, salah seorang barista di kedai kopi ini.

Kopi yang disediakan di kedai ini berasal dari berbagai wilayah di Malang Raya, antara lain Karangploso (Arjuno), Tirtoyudo (Semeru), Pujon (Panderman), Sumber Manjing Wetan, Dampit, hingga Ngantang, dengan varian arabika, robusta, dan excelsa.

Pengunjung bisa memilih sendiri metode seduh yang mereka sukai. Tubruk, Vietnam drip, french press, aeropress, V60, atau espresso. Favorit saya: kopi french press dengan es tanpa gula. Kendati dinikmati tanpa gula, kopinya tidak terasa pahit (gosong). Hanya rasa khas kopi. Ini berarti kopinya diproses dan diseduh dengan baik.

Namun sayangnya, kendati kopi-kopi single origin yang disediakan di kedai ini berkualitas baik, Rumah Kopi Ampstirdam tidak menyediakan kopi racikan sendiri yang benar-benar khas. Istilahnya: house-blended coffee.

"Saat ini belum ada," tutur Reonaldo singkat.

Bagi penggemar petualangan kopi, hal yang seperti ini tentu disayangkan. Kopi seperti yang disajikan di kedai kopi ini bisa dengan mudah didapat di kedai kopi lain dengan rasa yang tidak berbeda. 

Dari segi harga, Rumah Kopi Ampstirdam menawarkan harga yang cukup terjangkau. Makanan ringan dan minuman dibandrol 10 ribu hingga 18 ribu rupiah. 

Kendati berada di sisi jalan yang cukup ramai, namun suasana di kedai kopi ini tidaklah bising. Meja dan tempat duduk juga ditata sedemikian rupa untuk menghadirkan suasana yang nyaman dan hangat. Terlebih di malam hari, penataan lampunya memberi aksentuasi yang membuat pengunjung betah berlama-lama duduk dan berbincang. Hanya saja bagi Anda yang bermaksud menyalakan laptop atau sekadar me-recharge baterai ponsel, colokan listrik nampaknya masih menjadi barang yang sangat langka.

Rumah Kopi Ampstirdam buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga pukul 12 malam.

Selain makanan dan minuman, di kedai kopi ini banyak didapati spanduk dan brosur yang mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Malang. Dan direncanakan ke depannya juga akan ada anggota dari Paguyuban Joko-Roro Kabupaten Malang yang akan turut mempromosikan pariwisata Kabupaten Malang.

"Joko-Roro sebagai duta pariwisata Kabupaten Malang," tutup Reonaldo.

Rumah Kopi Ampstirdam bisa dijangkau dengan berjalan kaki 5 menit dari Alun-alun Merdeka, Malang.
-




PETA LOKASI


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply