Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » DAN'S KITCHEN : Have Fun, Have Dan's!


Have Fun, Have Dan's.

Tulisan itu mencuri perhatian saya. Digurat besar-besar dengan kapur putih di permukaan dinding berkelir hitam. "Apa maksudnya?" pikir saya.

Seorang laki-laki muda, yang belakangan saya tahu bernama Ramadhani, pemilik kafe ini, menjelaskan: "ini bukan melulu tentang makanan. Tapi makanan yang baik bisa mempengaruhi suasana hati kita. Kalau kamu lagi bete, silakan mampir ke DAN'S KITCHEN. Siapa tahu hidangan yang kami sajikan bisa membuat suasana hati kamu lebih baik."

Hmm..



Seketika saya teringat ucapan salah seorang tokoh panutan saya: Po, si panda gembil dari film Kung Fu Panda. Ia berkata: "I eat when I'm upset." Kalau saya sedang gundah, makan! #pukpukperutgendut #ariokapankurus



Tapi suasana kafe ini agaknya memang cocok bagi kita yang sejenak ingin menyendiri dari segala kepenatan. Me-time! Suasana yang tenang, interior yang cukup sederhana, penggunaan warna monokrom yang mendominasi. Kafe ini nyaman dan cukup netral menstimulasi pikiran untuk bergerak "ke dalam." Untuk berpikir, untuk merasa, untuk jujur pada diri sendiri.



Saya membayangkan datang ke kafe ini pada suatu sore, memesan seporsi-dua porsi kudapan, segelas minuman hangat, memasang musik jazz Michael Bublé yang lembut di telinga, lalu membuka buku puisi favorit dan membacanya dalam hati. Tak perlu tergesa, nikmati saja momennya. Biarkan apa yang memberati pikiran mengalir apa adanya. Itu kalau saya.



Tapi sore itu (12/05/18) saya tidak datang ke DAN'S KITCHEN sendirian. Malah saya datang berduapuluh bersama kawan-kawan Malang Local Guides lainnya. Rame! 

"Ini namanya 'Have Fun, Have Dan's,' kalau mau senang-senang, ya, ke DAN'S KITCHEN saja!" seseorang di antara rekan Malang Local Guides, sebut saja Mas Wildan, mengekspresikan perasaannya. Dia memang orang yang bersemangat.



Ya, hari itu Mas Dan, panggilan akrab Ramadhani, mengundang komunitas Malang Local Guides untuk mencicipi beragam hidangan yang disajikan di kafe yang terletak di Jl. Kadaka Ruko 11 Kavling 6, Malang, itu. Istilahnya: foodcrawl; kumpul-kumpul sesama anggota local guides sembari mencicipi aneka ragam kuliner. Berdasarkan pantauan saya di Google Maps, DAN'S KITCHEN ini ternyata hanya berjarak 5 menit dari kampus Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang. Lokasi yang sangat strategis, bukan?



Masakan yang disajikan di kafe ini mengusung konsep fussion, yakni perpaduan antara makanan barat/Eropa dengan sentuhan citarasa Asia. Mengapa? Mas Dan bercerita bahwa masakan barat lebih menitikberatkan pada penonjolan rasa asli bahan-bahan makanan yang digunakan. Pun bumbu-bumbu yang digunakan di dalam masakannya cukup minimalis.

"Biasanya sebatas garam dan merica," ungkap Mas Dan.

Tentu saja bagi lidah orang Indonesia gaya masakan yang seperti itu akan sering dianggap hambar. Sehingga Mas Dan sebagai juru masak di DAN'S KITCHEN berinisiatif menyajikan masakan bergaya barat dengan memberikan sentuhan citarasa yang lebih tajam dan berani khas kuliner Asia.




"Coba bayangkan salad sayuran mentah yang hanya diberi bumbu sedikit minyak zaitun, garam, dan merica. Tentu kamu lebih suka salad sayuran yang sudah direbus lengkap dengan tempe, tahu, dan potongan telur rebus, yang kemudian disiram saus kacang di atasnya, bukan?" imbuhnya.

Itu.. gado-gado, Mas..




Hidangan yang menjadi andalan di DAN'S KITCHEN ini  di antaranya crispy tiramisu, chicken bolognaise, mac & cheese, rice bowl, hingga es krim vanilla cheese yang menjadi favorit, dan banyak lagi lainnya. Dengan rasa yang enak dan porsi yang tidak pelit, makanan dan minuman di kafe ini ternyata hanya dibandrol dengan harga mulai dari Rp10.000,- per porsinya. Cukup terjangkau, bukan?




Resmi dibuka sejak tanggal 19 September 2017, sesungguhnya DAN'S KITCHEN sudah mulai berjualan jauh sebelum itu: tahun 2014. Menurut Mas Dan, kala itu ia mulai berjualan hanya dengan mengandalkan satu menu saja, yaitu rice bowl seharga Rp10.000,- per porsi. Karena belum memiliki kafe sendiri, maka rice bowl-nya hanya dijual secara online melalui layanan antar salah satu ojek online di Kota Malang. Yang menjadi pelanggan kala itu adalah mahasiswa-mahasiswa Universitas Brawijaya dan Politeknik Negeri Malang. Maklum, menu rice bowl yang lezat dan berharga miring tentu menjadi pilihan kudapan favorit mahasiswa.




"Tapi waktu itu banyak juga pelanggan yang protes karena ternyata biaya antarnya jadi lebih mahal ketimbang harga makanannya itu sendiri! Hahaa..," ungkap Mas Dan sembari tertawa. Ongkos jasa antarnya kala itu sebesar Rp15.000,- sekali antar. Tapi, ya, yang namanya makanan enak tetap laris.



Mengaku sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan kuliner, Mas Dan ternyata mampu menyajikan makanan dan minuman secara prima. Baik dari segi rasa, porsi, maupun penampilan, masakan yang disajikan di DAN'S KITCHEN tak kalah dari olahan chéf-chéf profesional di dapur-dapur berbintang.

"Maksimal 15 menit setelah dipesan, makanan sudah terhidang di atas meja dan siap untuk disantap," tegas Mas Dan.





Sementara Mas Dan menjelaskan tentang ragam makanan dan minuman yang disajikan di DAN'S KITCHEN, rupa-rupanya sebagian kawan Malang Local Guides sudah tak sabar untuk mengulas makanan dan minuman yang tersaji di hadapan mereka. Gaduh mereka memotret, mencicip, dan mencicip sekali lagi! Alasannya: "demi menulis ulasan yang kredibel dan obyektif untuk diunggah ke Google Maps!" sambil mulutnya molo-molo mengunyah crispy tiramisu.

Hmm, alasan..




Tapi wajar saja, sajian DAN'S KITCHEN yang berpenampilan ala masakan hotel berbintang memang membuat siapa saja yang melihatnya ingin segera menyantap. Dan benar saja, tak sampai 10 menit kemudian seluruh hidangan yang tersaji tandas berpindah ke dalam perut masing-masing. Luar biasa..

"Kalau tidak pernah bersekolah maupun kursus memasak, lalu dari mana Mas Dan belajar cara memasak yang baik?" saya memberanikan diri bertanya setelah kenyang mencicip.

"Dari Chéf Juna," ucap Mas Dan mantap(!).



Rupa-rupanya Mas Dan ini terinspirasi memasak setelah menonton tayangan kompetisi memasak koki-koki amatir di sebuah stasiun televisi swasta: Master Chéf Indonesia. Dan semakin yakin untuk menseriusi memasak setelah mengamati cara kerja Chéf Juna di Hell's Kitchen Indonesia. Tapi tentu saja yang ditiru adalah kerja keras, kedisiplinan, serta manajemen dapurnya, bukan gaya marah-marahnya.

Selain mengamati dari tayangan televisi, lelaki yang lebih nyaman disebut sebagai "orang yang suka memasak" ini juga mengembangkan resep-resep masakannya sendiri dengan cara coba-dan-gagal. Trial-and-error. Metode ini, tentu saja, akan menghasilkan sejumlah masakan gagal sebelum pada akhirnya membuahkan masakan yang enak. Akan tetapi Mas Dan ini memiliki prinsip untuk tidak membuang masakan yang gagal, gosong sekalipun. Semua dimakannya sendiri, yang barangkali sambil mbrebes mili. #curcol

"Untuk diambil pelajarannya. Kalau saya saja tidak mau memakannya, apalagi konsumen saya?" ujarnya.

Dan kegigihan Mas Dan tersebut akhirnya berbuah manis. Masakan-masakan lezat dengan rasa, porsi, dan penyajian ala hotel berbintang mampu ia hasilkan. Dengan harga yang ternyata hanya sekelas rumah makan biasa.



Sejenak kembali ke teman-teman Malang Local Guides. Rupa-rupanya setelah kenyang makan sedang mereka mendiskusikan rencana acara "Ramadhan Anak Spesial" yang akan diselenggarakan pada akhir Mei 2018 nanti yang diinisiasi oleh Ibu Sri Rahayu. Seru sekali. Teruskan, teman-teman!

"Kafe saya ini pernah kedatangan satu tamu istimewa," ungkap Mas Dan.

"Siapa? Artis? Reza Rahadian, ya?" tanya saya. Kepo. #ups

"Ayah saya," jawabnya.

Jadi, menurut Mas Dan, ayahnya ini bukan tipe orang yang romantis. Lebih suka memperhatikan dari belakang. Bahkan hingga tiga bulan setelah diresmikannya DAN'S KITCHEN inipun beliau belum pernah sekalipun datang. 

Baru pada awal Januari, yang bertepatan dengan hari ulang tahun beliau, Mas Dan sekeluarga mengadakan perayaan ulang tahun kejutan bagi ayahnya di kafe ini. Dan setelah selesai acara merekapun berfoto bersama. Foto itu kemudian dicetak dan dipajang di ruang tamu rumahnya. Hingga sekarang tiap kali ada tamu yang bertanya, sang ayah selalu menjelaskan dengan bangga bahwa itu adalah foto yang diambil di kafe milik anaknya.

"Itu menurut saya istimewa," ujar Mas Dan menutup perbincangan.

Petualangan kuliner tak melulu tentang makanannya itu sendiri. Di baliknya kadang ada cerita tentang cinta, kerja keras, semangat untuk menghasilkan karya terbaik, yang menunggu untuk diungkap dan semoga bisa dijadikan pelajaran. Seperti halnya seorang bijak dahulu pernah berkata: tell me what you cook, and I will tell you who you are..




-

Komunitas Malang Local Guides berterima kasih kepada Mas Dan dan pegawai DAN'S KITCHEN lainnya yang telah mengundang kami dan menjamu dengan hidangan-hidangannya yang luar biasa. 

DAN'S KITCHEN terletak di Jl. Kadaka Ruko 11 Kavling 6, Malang. Buka setiap Selasa - Minggu pukul 11 pagi hingga 10 malam. Lima menit saja berkendara dari kampus Universitas Brawijaya maupun Politeknik Negeri Malang. Have fun, have Dan's!

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar: