Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » Event SARINAH The Window of Indonesia : CHARITY CONCERT PEDULI SULAWESI TENGAH



Di muka Bumi yang hampa dan telah berubah ini, (aku) kehilangan semua kata. 
Hanya berdiri dan diam.
Darimanakah aku sebaiknya memulainya?
Dalam keputusasaan aku mencari cahaya..
JKT48 - "Angin Sedang Berhembus"


Sajak di atas adalah petikan lagu "Kaze Wa Fuiteiru" yang dibawakan oleh AKB48, dan versi bahasa Indonesianya dinyanyikan oleh idol group JKT48. Lagu tersebut ditulis untuk mengenang tragedi gempa bumi bermagnitudo 9.0 - 9.1 Mw yang menerpa Tohoku, Jepang, pada Jumat, 11 Maret 2011, pukul 14:46 waktu setempat lalu dan menimbulkan gelombang tsunami setinggi 40,5 meter di kota Miyako, prefektur Iwate, Tohoku. Gempa ini merupakan gempa bumi terbesar yang tercatat pernah menghantam Jepang, sekaligus gempa bumi terbesar keempat di dunia sejak tahun 1900. Sedikitnya 15 ribu orang tewas, 6 ribu orang terluka, lebih dari 2 ribu orang hilang, dan ratusan ribu rumah dilaporkan hancur. Tragedi yang mengerikan!

Persiapan Panggung "Sarinah the Window of Indonesia Charity Concert Peduli Sulawesi Tengah: Love from My Heart"

Panitia Mempersiapkan Kotak Donasi


Namun bencana yang tak kalah dahsyat juga menimpa Indonesia. Pada Jumat, 28 September 2018, pukul 17:02 WITA, lalu sebuah gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter menghantam Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang diikuti oleh gelombang tsunami di sepanjang pantai Talise, Palu. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per tanggal 9 Oktober 2018 tercatat 2.037 orang tewas, 671 orang hilang, 152 orang tertimbun, 4.084 orang terluka, lebih dari 74 ribu orang mengungsi, dan sedikitnya 67 ribu rumah rusak (https://bnpb.go.id).

Penyerahan Donasi oleh Sarinah Plaza kepada Sri Rahayu (Ketua Pelaksana)

Rizky (Pembawa Acara)


Dan di saat seperti inilah kita, manusia, tidak mungkin hidup sendiri. Semua orang bahu-membahu, tidak berdiam diri, bergandeng tangan saling menguatkan. Menjadi cahaya memupus keputusasaan. SARINAH THE WINDOW OF INDONESIA CHARITY CONCERT PEDULI SULAWESI TENGAH: LOVE FROM MY HEART adalah satu dari sekian banyak usaha nyata untuk bahu-membahu meringankan beban masyarakat korban bencana alam di Palu dan Donggala.

Persiapan Akhir Konser Amal

Hakim Melakukan Check Sound


Mengambil tempat di Sarinah forecourt, Sarinah Plaza, jl. Basuki Rachmat no. 2A, Kota Malang, pada Kamis, 11 Oktober 2018 lalu, komunitas MALANG LOCAL GUIDES bersama dengan komunitas Malang Citizen, Sarinah Plaza, Relawan Anak Negeri, 7Seven Chicken, Bank BRI, House of Fatima: Cild Center, Royal ATK, dan Makan Nakam by Sarinah menggelar acara pentas seni amal tersebut.

Tepat pukul 16:00 WIB, Rizky, pembawa acara, mengawali acara pentas seni amal tersebut dengan mempersilakan Sri Rahayu selaku Ketua Penyelenggara memberikan sepatah-dua patah kata sambutan tentang latar belakang acara.

"Kita tidak pernah tahu bencana akan menimpa siapa. Apa yang menimpa di Donggala bukan mustahil kena ke kita sendiri," ucapnya.

Sri Rahayu (Ketua Pelaksana) dan Rizky (Pembawa Acara)

Sebagian Panitia Konser Amal


Setelah Sri Rahayu menyampaikan sambutannya, duo Atikersz dan Hakim mulai memanaskan suasana dengan menyanyikan lagu "Sempurna" yang dipopulerkan oleh Andra and the Backbone secara akustik. Vokal Atikersz yang merdu rupa-rupanya mampu terdengar hingga di kawasan alun-alun Merdeka, kota Malang. Satu-persatu penonton mulai merapat berdatangan. Permainan gitar Hakim makin gahar, meliak dan meliuk mengiringi suara Atikersz. Sempurna..

Duo Atikersz dan Hakim

Dance Cover oleh Eclipse Dance Cover

Panitia Menunggu Donasi


Penampilan selanjutnya adalah dance cover dari noona dan hyung Eclipse Dance Cover (IG: @eclipse_tlc). Mereka adalah kelompok dance cover EXO dan NCT yang sangat tersohor dari Kota Malang. Gerakan dancenya yang enerjik membuat sebagian penonton berteriak-teriak. Tak terkecuali Penulis. Noona!! Namun sayang Eclipse Dance Cover hanya membawakan satu lagu.

Penampilan Musik Instrumentalia Joungnesia

Tari Margapati oleh Dini

Penampilan Tari Remo oleh Rizky


Tak berselang lama setelah penampilan Eclipse Dance Cover, kali ini giliran rekan-rekan dari Joungnesia (IG: @swara_joungnesia) unjuk gigi. Digawangi oleh Boni (sapek), Ion (gitar akustik), Vian (sequencer), serta Lopez, Joungnesia membawakan musik instrumentalia dan musikalisasi puisi. Perpaduan antara alat musik etnik tradisional dengan sequencer looping modern membuat penampilan mereka begitu unik. Tapi jangan kau salah, Kawan, kendati Joungnesia ini sebagai satu kelompok musik baru berumur sekitar 2 bulan, namun tiap-tiap personelnya ternyata memiliki jam terbang yang tinggi dan cukup disegani di skena musik Malang. Salim..

Menyempatkan Memberikan Rating dan Ulasan di Google Maps


Tropical Forest Reggae


Pukul 17:00 WIB tiba giliran Dini (IG: @itsdiningrum) dari jurusan Seni Desain Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang mempertontonkan kebolehannya. Ia membawakan satu tari dari Bali yang berjudul tari Margapati. Tarian ini diciptakan oleh Nyoman Kaler dari Bali pada tahun 1942 dan berkisah tentang gerak-gerik raja hutan yang sedang mengintai dan siap mencari mangsa. Kendati dimainkan oleh penari perempuan, gerakan tari ini tegas dengan banyak menunjukkan gerak permainan mata (nyledet). Penampilan Dini yang begitu menjiwai sampai membuat sebagian penonton terdiam menahan napas.

Bersemangat Mengumpulkan Donasi
Tropical Forest Reggae

Adi (Soundman)


Setelah break sejenak untuk salat Maghrib, Joungnesia melanjutkan acara konser amal dengan melakukan musikalisasi puisi, yang disusul kemudian oleh penampilan tari remo oleh Rizky (IG: @rizky.nara). Tari remo adalah jenis tari penyambutan tamu dari Jawa Timur yang rancak dan dinamis. Gerakan selendang/sampur, anggukan dan gelengan kepala, serta kuda-kuda tari remo yang khas mampu dibawakan secara apik olehnya. Rizky kemudian menutup penampilannya dengan membacakan puisi yang berjudul "Gempa Bumi."

"Puisi ini bercerita tentang keprihatinan kita terhadap korban-korban gempa bumi," katanya.

Kemeriahan Penampilan Tropical Forest Reggae

Sebagian Panitia Berfoto Bersama Tropical Forest Reggae


Hari beranjak malam. Tapi rekan-rekan komunitas MALANG LOCAL GUIDES dan komunitas lainnya masih tetap bersemangat mengedarkan kotak donasi amal untuk Palu dan Donggala. Beberapa ada juga yang menyempatkan diri untuk memberikan rating dan ulasannya tentang Sarinah Plaza di Google Maps. Kudos!

Pukul 19:00 WIB giliran band reggae Tropical Forest naik panggung. Irama rancak musik reggae yang mereka bawakan membuat penonton tak sungkan untuk bergoyang. Digawangi oleh Unyil, Unoy, Sandri, Koko, Freddy, Daffa, dan Miko, Tropical Forest setia menyisipkan isu-isu lingkungan dan kepedulian terhadap keadaan negeri ini dalam lirik lagu-lagunya.

Berfoto Bersama Penonton Konser Amal

Penonton Konser Amal

Penampilan Band Indie Pagi Tadi


Sarinah The Window of Indonesia Charity Concert Peduli Sulawesi Tengah: Love from My Heart malam itu ditutup oleh penampilan band indie Pagi Tadi (IG: @pagi_tadi) yang begitu kalem dan menghanyutkan. Yulius Nugroho Putra (vokal/gitar), Paulus Putra Setyawan (gitar), Fransiscus Asisi (bass), dan Rolando Alfredo (cajon) membawakan sekitar lima lagu, termasuk "Moksa," yang menjadi music soundtrack untuk film layar lebar "Posesif" (2017) besutan sutradara Edwin.


Waktu tiada pernah bicara tentang pertemuan.
Jika musim selimuti hatinya yang tak tertahankan,
Dari kepekatan rindu, igauan mesra yang lalu..
Pagi Tadi - "Moksa"


Band Indie Pagi Tadi

Pagi Tadi

Event Sarinah The Window of Indonesia Charity Concert Peduli Sulawesi Tengah: Love from My Heart ini masih satu rangkaian dengan kegiatan Baku Bantu Palu: Donasi untuk Korban Bencana Palu yang diawali dengan aksi bagi-bagi bunga dan balon pada kawasan car free day di jalan Ijen, Kota Malang, pada Minggu (07/10/18) lalu, yang dilanjutkan dengan Charity Workshop: Pinter Bikin Skenario FTV (Sabtu, 13 Oktober 2018) dan Lomba Mewarna dengan tema Friendship & Pesona Palu (Minggu, 14 Oktober 2018). Ramaikan!

Penampilan Band Indie Pagi Tadi




———
Teks dan foto: ARIO WICAKSONO (Malang Local Guides)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar: