Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » Kiprah MMI dalam Mempersiapkan Ambon Menuju Kota Musik Dunia


Ambon menuju Kota Musik Dunia yang diakui oleh UNESCO. Dan Museum Musik Indonesia (MMI) memiliki andil yang tak bisa dianggap remeh. Seperti apa kiprahnya?
———

Ratna Sakti Wulandari (kiri) dan Ir. Hengki Herwanto, MBA (kanan)


PADA bulan Juni tahun 2019 mendatang kota Ambon, Maluku, berencana mengajukan diri untuk menjadi Kota Musik Dunia kepada UNESCO. Untuk bisa mendapatkan pengakuan tersebut, beberapa persyaratan musti bisa dipenuhi, di antaranya kota Ambon harus bisa menunjukkan adanya dampak ekonomi yang signifikan dari kegiatan musik di kota tersebut, adanya perguruan tinggi musik, memiliki gedung konser musik dan studio rekaman bertaraf internasional, dan lain sebagainya.

Museum Musik Indonesia (MMI) turut menyiapkan Ambon menuju Kota Musik Dunia


Dalam rilis yang diterima oleh malanglocalguides.com, disebutkan cita-cita Pemerintah untuk mewujudkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia sebetulnya sudah dicanangkan sejak tahun 2016 silam. Dan setelah melalui beberapa proses, maka pada 29 Oktober 2018 lalu telah ditandatangani sebuah nota kesepahaman antara Ir. Hengki Herwanto, MBA, selaku Ketua MMI, dengan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, S.H., di mana kedua belah pihak telah bersepakat untuk mendukung pembentukan dan pelaksanaan Pusat Dokumentasi Musik Nasional (PDMN) di kota Ambon sebagai salah satu langkah strategis untuk Ambon menuju Kota Musik Dunia.

Sebagian piringan hitam koleksi musik Ambon - Maluku

Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Ambon Music Office (AMO) cq Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon dengan menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada MMI untuk pengadaan perlengkapan atau sarana yang akan menjadi koleksi PDMN.

Baca juga: Profil Museum Musik Indonesia: Museum musik pertama di Indonesia

"Pada Kamis (27/12/18) besok (perwakilan) MMI akan bertolak menuju Ambon dengan membawa 100 keping CD musik, 100 kaset, 100 buah piringan hitam, dan 100 buku katalog musik Ambon untuk membantu persiapan Ambon menuju Kota Musik Dunia," ujar Hengki dalam jumpa wartawan yang digelar di MMI Jl. Nusakambangan no. 19, Kota Malang, Rabu (26/12/18). Dalam jumpa wartawan kali ini Hengki didampingi oleh Ratna Sakti Wulandari, pimpinan proyek, dan Sylvia Saartje, lady rocker pertama Indonesia berdarah Ambon yang saat ini tinggal di kota Malang.

Piringan hitam grup musik Giant Step


Di antara koleksi musik yang akan diserahkan tersebut, terdapat koleksi piringan hitam yang dirasa istimewa, di antaranya album karya Pusaka Massada, album musik Daniel Sahuleka (musisi Belanda berdarah Ambon), piringan hitam Sylvia Saartje, album bertanda tangan Oscar Harris, Ludruk RRI Surabaya "Onde-onde Ning Minah", serta piringan hitam grup musik Giant Step, yang mana Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), pernah menjadi salah seorang personelnya.

Sebagian koleksi kaset musik Ambon - Maluku


Menurut Hengki, selain kota Ambon, sebetulnya kota Bandung, Medan, dan juga Malang, juga memiliki potensi untuk mengajukan diri sebagai Kota Musik Dunia. Namun karena Ambon yang sudah dari awal mencanangkan akan mengajukan diri untuk menjadi Kota Musik Dunia, serta Bekraf juga menilai Ambon memiliki kesiapan yang lebih ketimbang kota-kota lainnya, maka kota Ambonlah yang kemudian akan diajukan sebagai Kota Musik Dunia kepada UNESCO.

Baca juga: Aktivitas Malang Local Guides: Meetup dan photowalk di Museum Musik Indonesia

"Masyarakat Ambon memiliki intuisi musik yang sangat kuat," ujar Hengki. "Ketika di gereja dimulai paduan suara, maka mereka secara otomatis bisa mengatur sendiri pembagian suaranya."

Ir. Hengki Herwanto, MBA (kiri) bersama Sylvia Saartje (kanan)


Dengan memperhatikan hal-hal yang semacam itu, tentulah layak bagi Ambon untuk diajukan menjadi satu Kota Musik Dunia kepada UNESCO. Dan langkah seperti yang ditempuh oleh MMI untuk turut menyiapkan Ambon menuju Kota Musik Dunia ini tentulah perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam kapasitasnya masing-masing.

"Pewarisan budaya musik tradisi sangat penting," tutup Hengki.

Pendaftaran kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia akan dilakukan pada bulan Juni 2019, yang selanjutnya akan dilakukan pemaparan kepada UNESCO pada bulan September 2019 di Italia, dan diharapkan pada bulan Oktober 2019 UNESCO bisa menerbitkan sertifikat pengakuan kepada kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

Berfoto bersama awak media (dok. MMI)

—————

TEKS : Ario Wicaksono
FOTO: @iorikun301


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:

  1. Semoga dimudahkan prosesnya. Terima kasih sudah berbagi informasi.tulisannya cakep

    BalasHapus