Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » Jumpa Pers The Erasmus Huis Present Concert DeWolff Malang


ERASMUS HUIS, pusat kebudayaan Belanda di Jakarta, bekerja sama dengan Museum Musik Indonesia (MMI) dan WartaJazz akan menggelar konser grup musik beraliran psychedelic southern blues rock asal Belanda, DeWolff, pada Selasa (12/03/19) pukul 19:00 WIB dan bertempat di Gedung Kesenian Gajayana, Jl. Nusakambangan no. 19, kota Malang. Acara ini gratis dengan sistem tanpa reservasi. First come, first served.

The Erasmus Huis Presents: Concert DeWolff


Dalam jumpa pers yang diadakan di MMI, Jl. Nusakambangan no. 19, kota Malang, drs. J. J. M. Nijssen, Direktur Erasmus Huis mengungkapkan acara ini merupakan salah satu agenda Erasmus Huis untuk memperkenalkan kebudayaan Belanda kepada generasi muda di Indonesia.

BACA JUGA: Meet Up & Photowalk Malang Local Guides di Museum Musik Indonesia

"Ini adalah upaya kami untuk menjembatani kebudayaan kedua negara melalui kesenian dan musik," tutur Joyce, demikian drs. J. J. M. Nijssen biasa dipanggil. "Dan grup musik DeWolff dipilih karena prestasinya yang mentereng dan mereka juga masih berusia muda."

DeWolff: (ki-ka) Luka van de Poel, Pablo van de Poel, Robin Piso


Ketiga personel DeWolff lengkap hadir dalam jumpa pers kali ini. Mereka adalah Pablo van de Poel (gitar), Luka van de Poel (drum), dan juga Robin Piso (keyboard). Mereka begitu ramah dan antusias melihat-lihat koleksi MMI. Bahkan mereka sempat jamming memainkan alat band yang tersedia. Dan itu adalah penampilan dadakan yang sungguh menawan! Barangkali memang seperti itulah kualitas band kelas dunia. Eropa dan Australia telah mereka taklukkan, dan kali ini giliran Indonesia!

"Ini pertama kalinya kami mampir ke Asia. Setelah Jakarta, Malang adalah kota kedua yang akan kami gebrak!" ucap Pablo. Di antara ketiga personel DeWolff, dialah yang paling muda juga yang paling sering berbicara di hadapan awak media.

(ki-ka) Hengki Herwanto (MMI), Joyce (Erasmus Huis), Pablo, Robin, Luka (DeWolff)


Rangkaian tur musik DeWolff di Indonesia yang diselenggaran oleh Erasmus Huis ini dimulai di Jakarta (09/03/19), kemudian Malang (12/03/19), dan ditutup di kota Yogyakarta (15/03/19). Di setiap kota yang disinggahi mereka selalu menggandeng musisi lokal sebagai band pembuka. Dan di Malang mereka menggaet Remissa, band indie beraliran grunge yang berdiri sejak pertengahan 2014 silam. Pada jumpa pers ini band Remissa diwakili oleh manajer mereka, Santoso.

(ki-ka): Pablo, Luka, Santoso (Remissa), Robin


Direncanakan DeWolff akan memainkan sekitar 10 lagu dengan durasi total antara 1 - 1,5 jam pertunjukan. Lagu-lagu yang akan mereka mainkan adalah lagu-lagu mereka sendiri dan kesemuanya dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA: Foodcrawl di Dapur Griya Herbal, Batu

"Kami tidak memiliki lagu dalam bahasa Belanda. Semua lagu kami dalam bahasa Inggris karena akan lebih mudah dimengerti penggemar," tutur Pablo.

Jam Session Dadakan


Tercatat DeWolff telah menghasilkan 7 buah album, yakni Strange Fruit and Undiscovered Plants (2009), Orchards/Lupine (2011), IV (2012), Grand Southern Electric (2014), Live & Outta Sight (2015), Roux-Ga-Roux (2016), serta Thrust (2018). Dan pada awal tahun 2019 yang baru lalu mereka diganjar penghargaan Edison Award dalam kategori musik rock. Ajang penghargaan ini merupakan salah satu ajang penghargaan tertua di dunia dan sangat bergengsi di Belanda.

Luka Mencoba Kendang Koleksi MMI


Yang menarik, DeWolff ternyata tidak sama sekali asing dengan musik-musik asal Indonesia. Mereka mendengarkan album kompilasi "Those Shocking Shaking Days: Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock and Funk 1970 - 1978" yang berisikan 20 lagu dari beberapa grup musik papan atas Indonesia antara lain Koes Plus, Panbers, The Black Brothers, AKA, The Gang of Harry Roesli, The Rollies, Super Kid, hingga Shark Move.

BACA JUGA: Menengok Jalur Lintas Selatan Kabupaten Malang

"Kami punya satu long play (lp; piringan hitam) ini di rumah," ungkap Robin bungah sembari mengangkat album antologi yang dimaksud yang ternyata ada dalam koleksi kepunyaan MMI.

Pablo, Robin, dan Luka Melihat-lihat Koleksi MMI


Dalam konsernya di Jakarta, DeWolff bukan hanya menyuguhkan lagu-lagunya sendiri. Mereka juga sempat berkolaborasi dengan musisi lokal di atas panggung dan membawakan satu lagu Indonesia yang sangat legendaris di skena musik Indonesia. Dan kolaborasi itu, kabarnya, menjadi sangat epik. Nah, lagu legendaris apakah itu? Apakah DeWolff akan membawakannya lagi di konser Malang esok hari? Juga seperti apakah musik asik ala Belanda itu? Jangan ketinggalan:

The Erasmus Huis Presents:

Concert DeWolff

Psychedelic Southern Blues Rock
Edison Award Winner in category 'Rock'

Selasa, 12 Maret 2019, pukul 19:00 WIB
Gedung Kesenian Gajayana
Jl. Nusakambangan no. 19, kota Malang

Gratis!

Band pembuka: Remissa


———————

ERASMUS HUIS

Erasmus Huis adalah pusat kebudayaan Belanda di Jakarta, Indonesia. Dengan fokus untuk memperkenalkan kebudayaan Belanda kepada khususnya generasi muda Indonesia melalui beragam kegiatan kesenian, musik, film, tari, kuliah umum, hingga pameran.

Erasmus Huis Jakarta
Jl. H.R. Rasuna Said kav. S-3, Kuningan
Jakarta, 12950

maps.app.goo.gl/PSFny

Instagram: @erasmushuis_jakarta


———————

TEKS dan FOTO: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply