Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » » » » » » » » » » » Foodcrawl di KOPI LONCENG: Kedai Kopi yang Ada Sejak Dulu Kala

Penulis: Ario Wicaksono
(@iorikun301)



Urip Iku Urup. Tulisan itu terpampang jelas di dinding kedai. Hidup adalah tentang menjadi berkat bagi sesama. Menjadi bermanfaat. Dan kedai kopi sederhana di sudut jalan ini sungguh telah menjadi berkat bagi warga Malang Raya yang ingin menikmati kopi enak dengan harga terjangkau sembari bersilaturahmi bersama rekan-sejawatnya. Inilah sekelumit cerita tentang kedai KOPI LONCENG, kedai kopi yang ada sejak dulu kala.
———————




NAMANYA Sata, Sata Adinegara. Bersama istrinya, Tanti Yuniar, mereka mengelola sebuah kedai kopi sederhana di salah satu sudut pertigaan jalan legendaris di kota Malang. Masyarakat sekitar menyebut kawasan ini sebagai Pertigaan Lonceng.

"Dulu di tengah-tengah pertigaan itu ada lonceng besar (masyarakat Jawa biasa menyebut jam dengan nama lonceng —Red.) yang sangat akurat. Orang-orang menggunakannya untuk mencocokkan jam ataupun untuk mengetahui sekarang sudah jam berapa," terang Sata tentang asal-usul nama "Lonceng."




Begitu terkenalnya kawasan ini, maka tak heran jika banyak toko maupun rumah makan yang hingga sekarang menggunakan nama "Lonceng" sebagai nama usahanya, seperti misalnya soto lonceng, tahu lonceng, toko daging bu haji lonceng, dan tentu saja kedai KOPI LONCENG.

BACA JUGA: Malang Local Guides Foodcrawl di Ayam Cobloos Kawi

Konon, sebelum difungsikan sebagai kedai kopi seperti sekarang, kedai ini merupakan salah satu toko daging legendaris di kota Malang, milik orang tua Sata. Jendela kotak kecil di bagian depan toko masih menyisakan kekhasan sebuah toko daging.

"Sebut saja 'toko daging wak kaji lonceng,' pasti banyak orang yang sudah tahu," tuturnya bungah.




Dan beruntung, hari itu, Jumat (19/04/2019) bakda Jumat, komunitas MALANG LOCAL GUIDES diundang Sata untuk mampir ke kedai kopinya untuk sekadar mencicipi kopi dan beragam hidangan nikmat yang mereka sediakan. Istilahnya: Foodcrawl.

Makanan dan minuman yang ditawarkan di kedai KOPI LONCENG ini beragam, di antaranya kopi lonceng dengan berbagai cara penyajiannya (konon, kopi di sini masih diolah, diseduh, dan disajikan dengan cara tradisional), berbagai minuman hangat dan dingin, kopi kapiten, nasi krawu dengan beragam pilihan lauk, mie instan, serta beragam kudapan ringan yang cocok sebagai teman minum kopi maupun berbincang bersama kawan dan sejawat.

BACA JUGA : Malang Horreg, Sam!: Buka Puasa Bersama Local Guides Indonesia Regional Jawa Timur bag. 1

Harga dari makanan dan minuman yang disajikan juga tergolong sangat terjangkau. Hanya dengan lima ribu rupiah, pengunjung sudah bisa menikmati sajian kopi nikmat. Pun hidangan lainnya dibandrol harga tak lebih dari belasan ribu rupiah saja. Murah, bukan?




Bangunan kedai KOPI LONCENG ini terdiri dari 3 lantai, dan tiap lantainya menyuguhkan tema rancang ruang dalam yang berbeda. Di lantai pertama pengunjung akan disambut tema vintage; lawas. Ada banyak jam dinding, maupun jam meja, yang difungsikan sebagai pajangan. Namun tidak semua jam masih berfungsi. Sebagian besar sudah mati. Ini menjadi seloroh di antara kami: "coba sebutkan, sekarang sudah jam berapa?"

Yang ditanya tentu akan kebingungan, karena ia musti mencari dulu jam mana yang masih hidup di antara jam-jam yang sudah mati. Bagai mencari jarum di antara tumpukan jerami, katanya. Ada-ada saja.. :)




Di lantai 2, pengunjung akan disuguhi tema musik. Di sana-sini mudah dijumpai beragam poster musisi-musisi kawakan dunia. Di salah satu sisi ruangan bahkan kaset-kaset musik lawas ditempel sebagai pemanis dinding.

Naik ke lantai 3 kedai KOPI LONCENG, pengunjung akan menjumpai area rooftop; loteng terbuka. Pengunjung bisa bersantai di sini sembari menikmati semilir sejuk angin kota Malang yang terkenal itu. Bagi pengunjung yang datang bersama kawan-kawannya dan menginginkan area yang tidak terlalu banyak orang berlalu-lalang, duduk di lantai 3 ini rasa-rasanya pilihan yang tepat. Tapi ingat, seperti kata Sata: "Bebas, tapi sopan."

CCTV mengawasi kita, Kawan.. :))




Satu lagi bonus. Selain ketiga area duduk tersebut di atas, ternyata kedai KOPI LONCENG ini masih memiliki satu area duduk yang bisa dipilih oleh pengunjung: area trotoar. Ya, area trotoar, di pinggir jalan, di samping kedai. Di teritis. Sata menaruh beberapa set meja-kursi di sana.

Dan ketika malam menjelang, konon, area inilah yang akan penuh duluan. Mengapa? Barangkali alasannya sederhana saja: masyarakat Malang tidak mau ribet untuk bisa bercengkrama bersama teman-temannya. Di teritis, secangkir kopi, haha-hihi, yang penting silaturahmi.

BACA JUGA: Piring Bukan Sembarang Piring, Museum Musik Indonesia (MMI) Cuci 200 Piringan Hitam Musisi Perempuan Indonesia!

"Hai, saudaraku, hendak ke manakah engkau pergi? Sudilah kiranya meluangkan waktu bersama kami barang semenit-dua. Ada sekadar kopi, penganan ringan, ada si anu, si itu. Tiadakah engkau rindu?" :))




Dan suasana Foodcrawl MALANG LOCAL GUIDES siang itu begitu gayeng, akrab, kendati yang hadir tak lebih dari 11 orang Local Guides  saja. Maklum, masih di hari dan jam kerja aktif. Hanya mereka yang kebetulan jadwal kerjanya berbeda sajalah yang bisa meluangkan datang. Dan yang bertindak sebagai Host dari Meet Up kali ini adalah Dyah Kusuma.

Selain mencicipi beragam makanan dan minuman yang terhidang, kami juga memotret pelbagai sudut fotogenik kedai KOPI LONCENG ini dan mengunggahnya ke GOOGLE MAPS. Kendati bangunannya terbilang lawas, namun kondisinya masih cukup terawat. Untuk naik ke lantai 2 kami musti menaiki satu tangga putar yang cukup curam. Dan itu, bagi beberapa di antara kami, cukup seram.

"Aku kalau naik gunung sudah biasa, tapi naik tangga ini tidak berani," ujar, sebut saja, Puspa.




Area loteng terbuka di lantai 3 juga pas untuk digunakan membuat foto portraiture. Di salah satu sisi temboknya ada seni mural tiga dimensi berbentuk cerita binatang yang masih bagus yang bisa digunakan sebagai latar foto. Hiasan semacam ini jamak ditemui pada bangunan-bangunan lawas tahun '60-an. Khas. Dan rasanya tak banyak lagi rumah yang memiliki elemen dekorasi semacam ini.




Tak terasa hari sudah menjelang petang. Pengunjung setia kedai KOPI LONCENG ini juga sudah mulai ramai berdatangan. Dan semakin malam, suasana kedai kopi ini akan makin hidup. Wajar, kopinya enak, harganya murah, dan ingin membangun relasi di sini mudah.

Sebelum berpamitan, kami pun menyempatkan berfoto bersama di halaman depan kedai KOPI LONCENG.

KOPI LONCENG, ada sejak dulu kala. Mampirlah.. :))
———————




Kedai KOPI LONCENG

Jl. Kyai Tamin No.62, Sukoharjo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65118

0812-3273-9996

https://maps.app.goo.gl/8eMmSV91XuT7zbYW7


———————
DISCLAIMER:

Ini adalah meet up bersponsor. MALANG LOCAL GUIDES berterima kasih kepada kedai KOPI LONCENG yang telah mensponsori meet up kali ini dengan menyediakan makanan dan minuman untuk dicicipi secara gratis. Mereka mengerti bahwa tidak satupun dari Local Guides yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun terkait bisnis yang bersangkutan sebagai imbal-balik atas sponsor yang diberikan.

—————
TEKS & FOTO: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)

#MalangDiGoogleMaps

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply