Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » » » » » » » » » » Malam Mingguannya MLG: Foodcrawl di KOPI ASMARA



Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

[MALANG LOCAL GUIDES] Malam Minggu. Bulan nampak bundar di atas cakrawala. Udara dingin khas dataran tinggi menyergap sukma. Di sebuah kedai kopi di dekat Batu, suara Didi Kempot terdengar sendu-mendayu dari pelantam yang dipasang di bawah atap.

"Sworo angin, angin sing ngreridu ati.
Ngelingake sliramu sing tak tresnani.
Pingin nangis ngetokke eluh neng pipi.
Suwe ra weruh senadyan mung ono mimpi.."
(Banyu Langit — dipopulerkan oleh Didi Kempot)

Lagu ini berkisah tentang seorang insan yang setengah putus asa, barangkali nyaris jadi gila, merindukan ia, sang kekasih, yang lama tak saling jumpa. Begitu merindu hingga tanpa terasa air matapun leleh neng pipi.




Dan seperti kata pepatah lama, malam Minggu adalah malam yang panjang, adalah malam yang asyik buat pacaran. True! Hanya saja tak semua dari kita sudah punya pasangan. Bukan cuma untuk di malam Minggu, melainkan sekaligus di malam-malam Senin-Selasa-Rabu-Kamis-Sabtu. Malam Jumat waktunya kita perbanyak ibadah.

Tapi jangan kau sedih, Kawan. Sekalipun mungkin kamu ini #sobatambyar, #jomblomenahun, atau bahkan #jombloketikung, asalkan kamu masih memiliki kontak rekan-rekan #MalangLocalGuides, niscaya malam Minggu kamu tidak akan kelabu-kelabu amat. Seperti di hari itu, Sabtu, 14 September 2019, ada satu acara seru: "MALAM MINGGUANNYA MALANG LOCAL GUIDES: FOODCRAWL DI KOPI ASMARA, MALANG!!"




Tema Meet Up malam ini adalah Foodcrawl, yakni sebuah petualangan rasa untuk mencicipi beragam makanan dan minuman di sebuah kedai, memotretnya, belajar hal-hal unik di balik penciptaan kuliner itu dari si empunya kedai, untuk kemudian membagikan ulasannya di aplikasi peta digital GOOGLE MAPS. Tak kurang dari 6 orang Local Guides menghadiri Meet Up kali ini. Dan bertindak sebagai Host Meet Up adalah Sdri. Atik Sang Penjelajah.

"Mau ke mana, kita? KOPI ASMARA!" ucapnya yakin.




Pukul 17:30 WIB. Di jam sesore itu ternyata ada rekan Local Guides, Sdr. Wahyu Sofyan, yang sudah hadir di lokasi Meet Up, kendati Meet Up-nya sendiri dijadwalkan baru akan dimulai satu jam kemudian. Ba'da Maghrib.

"Lek pean kepingin diceluk 'Sayang', pean kudu rene (kalau kamu mau dipanggil 'Sayang', segeralah ke sini —Red.)," tulisnya di grup percakapan MALANG LOCAL GUIDES.

"Share loc!" balas seorang kawan yang lain. Sementara saya (Penulis —Red.) hanya bisa senyam-senyum sendiri membacai dialog itu. Lho?

Iya, karena saya (Penulis —Red.) sedang tersasar di atas bukit di tengah-tengah perkebunan jeruk yang sudah tidak lagi ada orang kampung yang lalu-lalang sembari saya mengipasi mesin Vespa 2-tak saya yang overheat karena jalannya ternyata panjang curam menanjak karena saya salah mengambil belokan. Duh!




"Selamat malam, Sayang, mau pesan apa? Kami ada es kopi candu asmara, es kopi asmara sayang, honeymoon pancake, cinlok asdfgh@#$%^&.."

Saya jadi auto-geer ketika mbak-mbak pegawai KOPI ASMARA memanggil saya "Sayang" ketika ia hendak mencatat pesanan saya ketika saya pada akhirnya sampai ke lokasi yang tepat. Sayang. Hmm.. Terus terang sudah lama sekali, sih, tidak ada yang memanggil saya "Sayang". Saya biasanya dipanggil "Papah" (eh, enggak juga, ding! Wkwkk).

Betul, selain panggilan "Sayang" untuk memanggil pelanggan, semua menu makanan dan minuman yang ditawarkan di kedai kopi yang buka sejak 21 Juni 2019 ini memang menggunakan nama yang nyerempet-nyerempet urusan asmara, seperti misalnya kasmaran, cinta, cemburu, lovely, dan lain sebagainya.




Menurut Nico Ahmad Vicario Sugiarto, Store Manager KOPI ASMARA, hal ini memang disengaja, agar antara pelanggan dengan karyawan Kopi Asmara bisa lebih dekat (akrab) dan tidak ada lagi batasan yang terlampau kaku.

"Filosofinya, kopi itu universal. Sehingga dengan ngopi bareng, kita bisa menjadi dekat," ujarnya.

Kami berenam, yaitu termasuk Mas Jon, Kak Felix, Atik Sang Penjelajah, Mbakyu Sita, yang baru datang belakangan, manggut-manggut mendengar penjelasan Nico, panggilan akrab Nico Ahmad Vicario Sugiarto. Kedai kopi di tengah area perkebunan warga yang jauh dari mana-mana ini rupa-rupanya memiliki konsep yang unik. Jadi bagi kamu yang pengen banget dipanggil "Sayang", barangkali kedai KOPI ASMARA ini bisa jadi pilihan.

"Sayang, kuliti hatiku(?)"

Artinya: kulit (ayam) yang digoreng crispy lalu disiram dengan sambal bawang. Ooo..




Seperti biasa, sebelum menyantap-tandas hidangan yang disediakan, kami terlebih dahulu memotreti makanan-minuman tersebut dari berbagai sisi. Sisi sejajar 0°, sisi miring manis 45°, hingga sisi top-down bird-angle 90° alias flat-lay.

"Oom, nyilih kopine pean, yo. Nggonku lali wes tak ombe durung tak foto (pinjam kopinya yang masih utuh untuk difoto karena kopi miliknya sudah terlanjur diminum sebelum difoto —Red.)," Wahyu Sofyan.




Menurut Nico, panggilan akrab Nico Ahmad Vicario Sugiarto, menu minuman andalan di KOPI ASMARA ini adalah produk es kopi mereka, yang tersedia dalam beragam varian konsentrasi kopi. Menu ini menjadi andalan, sekaligus best seller di kedai kopi ini, adalah karena cara membuatnya cepat dan mudah, lalu biji kopi digunakan di-roast (sangrai —Red.) sendiri, dan juga

"Harganya murah, cuma sepuluh ribu rupiah per gelasnya," tutur Nico setengah berpromosi. Bagi Anda pecinta kopi, ini tentu penawaran yang menarik, bukan?

Untuk makanan sendiri, kedai KOPI ASMARA nampaknya lebih berfokus pada olahan makanan beku, yang tentu saja dilabel dengan nama yang unik-unik. Cinlok asmara, kuliti hatiku, sosis membara, bola cinta, honeymoon pancake, mie gurun asmara, tahuku cuma kamu, dan nasi api cemburu, adalah beberapa di antaranya. Bukan untuk makanan utama, sepertinya, melainkan lebih cocok sebagai kudapan untuk menemani ngopi-ngopi dan berbincang bersama ia yang tersayang.

"Gandeng terooosss!!?" Sita. Emosy. :D :D




Tak cuma makan-makan dan bincang-bincang, "Malam Mingguannya MALANG LOCAL GUIDES: Foodcrawl di KOPI ASMARA" juga diisi dengan sharing materi per-Local Guides-an. Kami setengah iseng menjajal "FAACTS: Cara Asyik Menulis Ulasan di Google Maps ala Adrian Lunsong" yang sedang menjadi tren di jagat www.localguidesconnect.com, sebuah portal untuk saling berkoneksi antar sesama Local Guides dari seluruh penjuru dunia.

F: Food & drink. Mengulas makanan dan minuman yang ditawarkan. Apakah enak? Porsi memadai? Adakah sentuhan kuliner tradisional? Dan lain sebagainya. A: Accessibility. Fasilitas ramah difabel. Ramp untuk pengguna kursi roda? Pegawai mampu berbahasa isyarat?




A: Ambiance. Atmosfer. Suasana tempat. Apakah suasananya nyaman? Betah? Tersedia penyejuk udara? Dekorasi interior? C: Cost. Apakah mahal? Atau murah? Untuk makan berdua bisa menghabiskan berapa rupiah? Dan seterusnya.

T: Tips. Kapan ada promo harga diskon? Happy hour? Rekomendasi meja/tempat duduk favorit? Dan S: Service. Kualitas pelayanan. Cekatan? Ramah? Dipanggil "Sayang"?




Dan metode FAACTS ala Adrian Lunsong ini ternyata cukup membantu. Secara sistematis kita bisa tahu aspek apa-apa saja yang musti kita masukkan ke dalam ulasan kita di GOOGLE MAPS. Batasan ulasan minimum 200 karakter untuk beroleh poin bonus? Rasanya bisa dengan mudah terlampaui. Naik level bukan lagi mimpi!

Namun karena ini adalah kali pertama kami mencoba metode ini, maka mohon dimaafkan jika ulasan yang ditulis masih terasa kaku dan kurang luwes. Juga aspek aksesibilitas yang rasa-rasanya masih belum menjadi standar wajib pelayanan dan bangunan di Indonesia, maka aspek aksesibilitas ini kami anggap sebagai "pupuk bawang": kalau ada ya ditulis, kalau tidak ada ya sebaiknya tidak usah menjadi nilai minus. Oke, sheyeng? :))




Malam kian terasa larut dan dingin. Hasrat pun ingin untuk terus bersama. Sinar bulan yang terang berbayang, terbias indah di matamu.Tanpa terasa sekarang sudah hampir pukul setengah sepuluh malam. Pantas saja udara makin dingin, dan jalan di depan kedai KOPI ASMARA semakin sepi. Pun Felix, ponselnya berdering sedari tadi.

"Ibu negara," katanya.

Ya, sudah. Acara Meet Up "Malam Mingguannya MALANG LOCAL GUIDES: Foodcrawl di KOPI ASMARA" segera ditutup oleh Atik Sang Penjelajah. Kami pun berpisah kembali ke rumah masing-masing dengan sebuah janji untuk kembali mengagendakan Meet Up semacam ini di waktu yang akan datang, yang semoga tidak terlalu lama lagi, dan peserta yang datang bisa lebih banyak dari hari ini.




Akhirul kata, saya, @iorikun301, #ReporterAmbyar MALANG LOCAL GUIDES, mengucapkan banyak terima kasih untuk semua pihak yang telah menyukseskan Meet Up kali ini dan terutama sekali Anda, Sobat Local Guides, yang telah berkenan membaca Recap ini. Yuk, ngopi, Yang!?

"Ngalemo, ngalem neng dodoku.
Tambanono roso kangen neng atiku.
Ngalemo, ngalem neng aku.
Ben ra adem kesiram udan neng dalu.."
(Banyu Langit — dipopulerkan oleh Didi Kempot)



———————

KOPI ASMARA

Jl. Kodya, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
0822-2947-9140

https://maps.app.goo.gl/9DMLCwLKQS7Acmef8


———————

PENAFIAN:
Ini adalah Meet Up bersponsor. MALANG LOCAL GUIDES berterima kasih kepada KOPI ASMARA yang telah mensponsori Meet Up kali ini dengan menyediakan makanan dan minuman untuk dicicipi secara gratis. Mereka mengerti bahwa tidak satupun dari Local Guides yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun terkait bisnis yang bersangkutan sebagai imbal balik atas sponsor yang diberikan.
———————

TEKS dan FOTO: Ario Wicaksono (IG: @iorikun301)

#MalangDiGoogleMaps
#Spon

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply