Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » » » » Local Guides Clean The Map: #LGCTM Malang!



LOCAL GUIDES CLEAN THE MAP: MALANG

Penulis: ARIO WICAKSONO
(IG: @iorikun301)

Kerja bakti tak musti melulu dilakukan di kampung atau nyemplung ke dalam kali. Di Google Maps pun bisa. Yuk, kerja bakti, yuk! Sapu bersih nyemplung aplikasi! #LGCTM Malang
———————

Reported as Duplicate Place but not approved by Google


MALANG LOCAL GUIDES — Jutaan orang mungkin tidak menyadari bahwa di aplikasi peta digital GOOGLE MAPS terdapat banyak sekali konten/tempat (POI) yang tak semustinya ada di peta. Hal ini biasa disebut Bad Data.

Misalnya tempat-tempat yang sudah tutup permanen/bangkrut, tempal yang sebetulnya tidak ada namun ternyata tercantum di peta (tempat ghoib —Red.), tempat-tempat yang sebetulnya sudah pindah ke lokasi yang baru, tempat pribadi/rumah tempat tinggal, spam/palsu, hingga tempat-tempat yang merupakan duplikat dari tempat yang sudah ada sebelumnya.

Keberadaan tempat-tempat semacam ini di GOOGLE MAPS tentu berpotensi menyesatkan pengguna dan mengurangi kehandalan GOOGLE MAPS sebagai salah satu rujukan yang bisa dipercaya. Dan ini musti disapu bersih.

Atas alasan tersebut kemudian muncullah sebuah gerakan di forum LOCAL GUIDES CONNECT (selanjutnya disebut Connect) untuk sapu bersih peta nyemplung ke aplikasi: LOCAL GUIDES CLEAN THE MAP (LGCTM). Gerakan ini diinisiasi oleh Jan Van Haver, seorang Local Guides dari Belgia, yang bertujuan untuk menghapus konten-konten yang tidak semustinya ada/tercantum di GOOGLE MAPS.

Ada tiga jenis konten/tempat (POI) yang menjadi sasaran penghapusan (Map Editing) project ini, yakni tempat-tempat yang sudah lama tutup/bangkrut namun belum dihapus oleh si empunya akun, konten-konten yang bersifat spam, serta tempat-tempat yang terindikasi duplikat dari tempat (POI) lain yang sudah ada di GOOGLE MAPS.

Sekadar informasi, pertemuan pertama untuk memulai gerakan LGCTM ini akan diadakan di kota Breda, Belanda, pada Minggu, 16 Februari 2020, yang akan datang dengan Jan Van Haver sendiri yang bertindak sebagai Tuan Rumah (Host) Meet Up.

Using a particular keyword resulting in a lot of POIs in certain area



#LGCTM MALANG DAN SAPU BERSIH NYEMPLUNG APLIKASI

Terinspirasi dari gerakan LGCTM tersebut di atas, maka pada Sabtu, 25 Januari 2020, yang baru lalu komunitas MALANG LOCAL GUIDES mengadakan Meet Up yang bertajuk ONLINE MEET UP: LOCAL GUIDES CLEAN THE MAP MALANG (untuk selanjutnya disebut #LGCTM Malang) dengan agenda utama menghapus (remove) tempat-tempat (POI) yang terindikasi duplikat di wilayah kota Malang dan sekitarnya (Malang Raya).

Acara #LGCTM Malang ini diadakan secara online di forum Connect mulai pukul 00:48 WIB hingga 23:48 WIB dengan Ario Wicaksono (anggota komunitas MALANG LOCAL GUIDES) yang bertindak sebagai Tuan Rumah pada Meet Up kali ini.

Karena acara ini merupakan Online Meet Up semi-interaktif selama hampir seharian penuh, maka para Local Guides yang hadir (secara online) pun bisa bergabung di pertemuan ini sembari tetap melanjutkan aktifitas keseharian mereka. Bahkan para peserta juga bisa memilih kapan/jam berapa mereka akan berpartisipasi di pertemuan ini selama masih berada di dalam rentang waktu pelaksanaan #LGCTM Malang.

Mau bergabung sejak Sabtu dini hari? Boleh. Ingin berpartisipasi sedikit agak siang setelah mandi, mencuci, dan makan pagi? Bisa. Atau nanti malam saja sekalian streaming video klip terbaru JKT48 - Rapsodi? Lho, ternyata Anda fans JKT48 sama seperti saya?

Tercatat tak kurang dari 34 orang Local Guides yang telah melakukan RSVP untuk mengikuti Meet Up kali ini kendatipun kenyataannya tak sampai 5 orang Local Guides yang betul-betul berinteraksi dan berpartisipasi. Apresiasi saya untuk Anda yang telah bersedia meluangkan waktu bergabung dengan #LGCTM Malang kali ini. Terima kasih.

Repoting a POI that was indicating as a duplicate place



NYEMPLUNG APLIKASI METANI SIJI-SIJI

Ibarat kata pepatah "tak kenal maka tak sayang," maka bagaimana kita bisa mulai membersihkan GOOGLE MAPS dari POI yang tak semustinya ada di peta jika kita belum mengetahui dan mengenali POI mana saja yang akan dijadikan "sasaran tembak" serta di mana saja lokasi mereka? Oleh sebab itu dibutuhkan metode-metode tertentu untuk bisa melakukan hal tersebut.

Dalam postingan aslinya mengenai #LGCTM ini, Jan Van Haver mencantumkan beberapa tips dan trik bagaimana caranya mengenali POI-POI yang akan dihapus (map edit), cara menemukan/mencarinya, serta langkah-langkah apa saja yang musti dilakukan kemudian.

Beberapa tips yang dibagikannya antara lain zooming in, searching, colleagues' knowledge, removing bad words, when in doubt, remove inactive business, bankrupt businesses, irrelevant photos, dan lain sebagainya.

Dalam #LGCTM Malang kali ini diterapkan 3 buah metode yang merupakan adaptasi dan pengembangan dari tips-tips yang telah dibagikan Jan Van Haver tersebut di atas. Ketiga metode ini adalah: 1) TANYA INFORMAN (memanfaatkan pengetahuan kolega tentang di mana lokasi POI yang terindikasi duplikat yang ia ketahui);

2) SISIR PETA (zooming-in dan menyisir Google Maps sejengkal demi sejengkal hingga menemukan POI yang terindikasi duplikat); serta 3) KATA KUNCI (dari hasil Sisir Peta dengan di antaranya menggunakan fitur Explore, bisa diketahui nama-nama umum lokasi/POI terindikasi duplikat karena nama-nama umum tersebut muncul secara berulang karena populasinya yang memang tinggi semisal "pom bensin" atau "masjid", yang kemudian nama-nama umum tersebut diketikkan di kolom pencarian Google Maps).

Dari hasil penerapan ketiga metode pencarian pada project #LGCTM Malang yang baru lalu ini, didapati bahwa metode Sisir Peta dan Kata Kunci merupakan dua metode yang paling banyak berhasil menemukan POI-POI yang terindikasi duplikat yang merupakan sasaran dari project Map Editing kali ini. Dengan kata lain: nyemplung aplikasi metani siji-siji (menyisir GOOGLE MAPS sejengkal demi sejengkal secara sistematis —Red.).

Checking Google StreetView image as a virtual facts checking



SAPU BERSIH JANGAN SALAH PILIH

Setelah POI-POI yang akan dihapus berhasil ditemukan, apa langkah selanjutnya? Bikin kopi, rebus indomie? So pasti! Langkah selanjutnya adalah memilih POI mana yang akan diedit/dihapus. Di sini tidak menerima jawaban: "terserah!"

Dalam menghapus sebuah POI (apabila disetujui), kami cenderung memilih POI yang jumlah ulasan dan ratingnya lebih sedikit, detil informasinya kurang lengkap, serta yang paling penting POI-nya belum diklaim as business oleh seseorang. POI yang memiliki banyak ulasan dan rating cenderung lebih mudah muncul/ditemukan di Google Maps.

Apabila kita menutup satu POI yang merupakan akun bisnis (Google My Business; GMB) maka si pemilik akun akan memperoleh pemberitahuan dari Google bahwa ada seseorang yang baru saja memutakhirkan informasi tentang POI tersebut dan bermaksud menghapusnya dari Google Maps. Apabila si pemilik akun mengkonfirmasi informasi termutakhir ini maka POI yang dimaksud akan segera dihapus.

Selain itu POI berstatus terverifikasi (GMB) yang sudah dihapus, maka si pemilik musti kembali mengulang proses verifikasi POI apabila ia ingin membuat POI tersebut kembali terverifikasi. Serta jika suatu POI dihapus dari Google Maps, maka seluruh data tentang POI tersebut pun akan ikut dihapus.

Oleh sebab itu, menghapus POI yang terindikasi duplikat di GOOGLE MAPS musti dilakukan dengan hati-hati dan jangan salah pilih. Tujuan kita (Local Guides) melakukan ini adalah untuk tetap menjaga akurasi GOOGLE MAPS serta kehandalannya ketika digunakan. Bukan mengejar poin kontribusi yang bahkan tidak bisa ditukarkan ke dalam bentuk Rupiah.

Example of POIs strongly believed as duplicate place



BEBERAPA TEMUAN MENARIK

Lewat tengah malam acara Online Meet Up: Local Guides Clean The Map (#LGCTM) Malang inipun diakhiri. Namun ada beberapa temuan menarik yang barangkali musti dicermati:

1) Konten-konten yang bersifat bad data (misalnya lokasi/POI duplikat, bangkrut/closed business, serta spam) di GOOGLE MAPS jumlahnya sangat banyak;

2) Gerakan global #LGCTM bermaksud mengurangi bad data tersebut untuk tetap menjaga akurasi dan keandalan GOOGLE MAPS;

3) Jenis bad data yang paling memungkinkan dilakukan secara online hanyalah jenis POI ganda/duplicate places karena hanya membutuhkan dilakukannya perbandingan informasi antara dua atau lebih POI yang terindikasi duplikat;

4) Jenis bad data closed business dan spam membutuhkan verifikasi lebih jauh maupun pemeriksaan fakta di lapangan. Sehingga tidak direkomendasikan melakukan editing/penghapusan kedua jenis POI ini hanya bermodal online checking; serta

5) Metode Sisir Peta dengan memanfaatkan fitur explore place near by dan memasukkan kata kunci dasar lokasi popular di GOOGLE MAPS merupakan metode yang paling banyak mendapati POI-POI yang terindikasi duplikat.

Tabik!

Example of POIs that has identical name in the same location. Duplicate place?


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply