Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » » CA MLG: Mengunggah Foto ke Google Maps

Salah satu konten yang bisa ditambahkan Local Guides pada Google Maps adalah foto. Atas kontribusinya ini ia akan memperoleh 5 poin kontribusi per foto yang ia bagikan. Lumayan agar bisa cepat naik level.

Namun, apakah foto yang Local Guides kontribusikan pada Google Maps tersebut boleh sembarang saja? Foto yang asal jepret? Foto-foto selfie? Blur like an artsy? Simak seperti apa panduan Google tentang kriteria foto yang layak unggah pada Google Maps berikut ini:
———————



CARA ASYIK MENJADI LOCAL GUIDES:
MENGUNGGAH FOTO KE GOOGLE MAPS

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)
Foto-foto: Dokumentasi Malang Local Guides

[MALANG LOCAL GUIDES] Keberadaan foto yang turut diunggahkan Local Guides ketika mengulas suatu tempat (points of interest; POI) di Google Maps amat membantu pengguna layanan peta daring ini lainnya untuk bisa mengenal seperti apa suasana tempat yang barangkali hendak ia datangi tersebut.

Berdasar pengamatan (dan pengalaman pribadi —Red.), pengguna Google Maps cenderung lebih banyak membagikan foto ketimbang ulasan yang berbentuk tulisan verbal. Alasannya sederhana: pengguna hanya bisa memberikan satu ulasan pada tiap POI yang diulas, namun bisa membagikan lebih dari satu foto per lokasi selama kuota internetnya masih mencukupi. Terlebih: siapa, sih, yang tidak suka foto-foto? Nah!

Namun sayangnya, agaknya, belum semua Local Guides, dan pengguna Google Maps lainnya, mengetahui seperti apa kriteria foto yang "layak" unggah itu. Atau detil apa saja yang sebaiknya juga turut difoto. Panduan dari Google sebagaimana yang termuat pada laman pusat bantuannya sebetulnya singkat saja: Ambillah foto yang bisa menggambarkan seperti apa lokasi/tempatnya secara jelas dan akurat. Sudah.

Pemilik akun @MoniV, Google Moderator, di forum komunikasi Local Guides Connect menguraikan hal ini lebih jauh. Setidaknya ada empat kriteria foto yang layak unggah pada Google Maps. Kriteria pertama: Unggahlah hanya foto yang Anda ambil sendiri di tempat yang sedang Anda ulas. Foto yang Anda unggah mustilah menggambarkan pengalaman yang benar-benar Anda alami/temui sendiri di tempat tersebut.

Kriteria kedua: Tunjukkan fitur-fitur khusus yang dipunyai tempat tersebut. Misalkan di tempat tersebut tersedia fasilitas untuk pengguna kursi roda, seperti rampa, atau fasilitas ramah anak, tunjukkanlah hal tersebut.



Kriteria ketiga: Tunjukkan beragam papan tanda yang ada di tempat tersebut. Misal buku menu atau pilihan metode pembayaran. Hal ini akan-amat-sangat-berguna! Kriteria keempat: Pastikan foto yang Anda bagikan adalah foto tempat tersebut yang terkini. Kalaupun yang Anda unggah adalah foto yang Anda ambil beberapa waktu/tahun yang lalu, pastikan bahwa foto tersebut masih relevan dan menggambarkan seperti apa tempat tersebut sebagaimana yang Anda kunjungi saat ini.

Selain itu, menurut panduan Google, ada baiknya foto yang Anda ambil cukup menggunakan cahaya alami (available light) agar apa yang ditangkap lensa kamera tidaklah jauh berbeda dengan apa yang dilihat mata. Menggambarkan tempat/lokasi secara akurat adalah koentji!

Namun selain kriteria untuk foto yang layak unggah, ada pula hal-hal yang sebaiknya tidak dibagikan di Google Maps, di antaranya: Jangan mengunggah foto yang sama/duplikat.

Membagikan lebih dari satu foto yang sama pada satu atau lebih lokasi adalah pelanggaran terhadap peraturan dan kebijakan Google Maps. Hal ini bisa membuat Anda dikeluarkan dari keikutsertaan Anda di program Google Local Guides.

Yang kedua: Hindari mengunggah foto-foto selfie maupun groupfie. Foto semacam ini tidak banyak membantu untuk memberi gambaran seperti apa tempat/lokasi tersebut. Unggah di Instagram saja, ya? Yang ketiga: Jangan mengunggah foto yang berkualitas rendah. Foto yang gelap dan kabur tidak memberi infomasi yang bermanfaat. Google bisa menghapus foto semacam ini dari Google Maps.

Selain itu ada beberapa aspek etika yang musti diperhatikan ketika mengambil foto yang hendak diunggah pada Google Maps: Selalu hargai privasi pengunjung lain. Ada baiknya Anda meminta ijin terlebih dahulu kepada orang yang bersangkutan apabila Anda hendak mengambil foto suatu tempat/lokasi yang turut menyertakan keberadaan mereka di dalamnya. Hindari pula memotret sosok orang yang bisa diidentifikasi di tempat-tempat seperti sekolah atau rumah sakit. Bukan semata perkara privasi, namun juga safety.

Mengunggah foto pada Google Maps bukan melulu perkara poin kontribusi (5 poin kontribusi per foto, bonus 3 poin kontribusi per tag yang ditambahkan —Red.). Namun dengan melakukan hal tersebut kita bisa membantu banyak pengguna lain untuk terlebih dahulu mengenal seperti apa tempat/lokasi yang bakal mereka datangi sebelum mereka benar-benar datang ke tempat tersebut.

Seperti kata pepatah: Jangan beli kucing dalam karung. Ketika didengar suaranya meang-meong, ketika dibuka, eh, ternyata kucing etalase maneki-neko yang sedang awe-awe. Nggak asyik, bukan?
———————



TRIVIA: Berdasar riset kecil-kecilan pada beberapa pengguna Google Maps kenalan kami, salah satu foto yang selalu mereka cari ketika membaca ulasan di Google Maps adalah foto daftar menu.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply