Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » » » » » » » » » » » Foodcrawl Krokat-Krokot Balungan di RM Soto Mbah Bedjo

 Foodcrawl di Soto Mbah Bedjo, komunitas Malang Local Guides krokat-krokot soto ayam lengkap dengan balungan gratis yang melimpah. Duh, enak'ee..

———————





FOODCRAWL KROKAT-KROKOT BALUNGAN DI R.M. SOTO MBAH BEDJO

Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Istimewa/Malang Local Guides


[MALANG LOCAL GUIDES] Krokot. Dalam bahasa Jawa kata ini berarti mengunyah, menggerogoti tulang (sapi/kambing/ayam —Red.) sisa masakan. Umumnya di rumah makan yang menyajikan masakan berbahan daging, misalnya soto ayam, yang dihidangkan kepada pelanggan hanyalah bagian dagingnya. Sedangkan bagian tulangnya akan dibuang atau malah dimasukkan kembali ke dalam panci untuk memperkuat rasa kaldu kuahnya.

Kendati demikian, terkadang ada saja pelanggan yang secara khusus meminta kepada pramusaji untuk menyertakan tulang-tulang yang tak terpakai (Jawa: balungan) di hidangan yang mereka pesan.

"Mas.., anu, mau minta..," lalu tangannya seolah memperagakan orang yang sedang mengunyah tulang, "ada?"


ki-ka: Yoesmant, Rif'an, Agung, Dini, Fay


Kalau si pramusaji cepat tanggap tentu ia akan tahu bahwa si pelanggan ini sedang meminta balungan, sisa tulang yang tidak terpakai di dalam masakan. Untuk apa? Untuk dikrokoti, tentu saja. Apanya? Terkadang karena proses pemisahan daging dari tulang yang kurang teliti, biasanya di tulangnya masih ada sedikit daging yang tersisa. Nah, sisa-sisa daging inilah yang akan "diburu" oleh para pecinta krokot balungan.

Tangan belepotan, mulut dan baju terkadang juga ikut belepotan, lalu waktu bersantap yang jadi jauh lebih lama. Itulah sebagian dari seni krokot-krokot balungan.


Memotret untuk ulasan di Google Maps



SURGANYA PECINTA KROKOT BALUNG. NO PLAY-PLAY!

Para pecinta krokot-krokot balungan kini tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi, atau bisik-bisik, ketika hendak meminta balungan ekstra. Karena kini beberapa rumah makan memang menawarkan tulang-tulang sisa masakan yang tak terpakai (bukan sampah tulang —Red.) kepada pelanggan mereka. Dan salah satu rumah makan di kota Malang yang menawarkan balungan kepada pelanggan mereka adalah Rumah Makan SOTO MBAH BEDJO.

Mengusung tagline "Surganya Pecinta Krokot Balung," SOTO MBAH BEDJO yang beralamat di Jl. Kalpataru no. 147, Kota Malang, ini tak hanya menyajikan semangkuk soto ayam khas Malang yang panas lagi lezat. Namun mereka juga menyediakan balungan untuk dinikmati para pelanggan mereka secara gratis. 




Beruntung dalam rangka pembukaan cabang SOTO MBAH BEDJO di bilangan Kalpataru ini komunitas MALANG LOCAL GUIDES berkesempatan menjajal secara langsung nikmatnya soto ayam Mbah Bedjo, lengkap beserta balungannya yang melimpah, bukan hanya membaca ulasannya saja di GOOGLE MAPS.

"Porsi jumbo, bakal kenyang banget!" sebut Atik, Host dalam Meet Up/Foodcrawl kali ini.

Total tak kurang dari 20 orang Local Guides menghadiri Foodcrawl yang digelar selama 3 hari berturut-turut dari Senin (21/9/2020) hingga Rabu (23/9/2020) yang baru lalu. Foodcrawl diadakan dalam beberapa sesi agar tidak menciptakan kerumunan dalam jumlah besar serta tetap mematuhi protokol kesehatan.


Stiker Malang Local Guides berlatar soto Mbah Bedjo



FOODCRAWL KROKAT-KROKOT SOTO AYAM DAN BALUNGAN

Tak seperti Meet Up/Foodcrawl di era normal, pelaksanaan Meet Up/Foodcrawl di masa seperti sekarang ini mestilah tetap mengacu pada protokol kesehatan yang dianjurkan. Seperti misalnya peserta Foodcrawl yang hadir wajib mengenakan masker, menyediakan hand-sanitizer, serta tetap jaga jarak dan tidak perlu berjabat tangan.

"Salam sikut saja lebih baik," usul Ichal Pranata, salah seorang anggota MALANG LOCAL GUIDES.

Untuk alasan itu pulalah Meet Up/Foodcrawl kali ini dilaksanakan dalam beberapa sesi selama 3 hari berturutan. Para (calon) peserta bisa memilih pada sesi Meet Up/Foodcrawl mana ia akan hadir. Tidak perlu merasa khawatir akan tidak ada seorang pun yang dikenal pada sesi yang dipilih karena menurut Mutiah Abdat: "Tak kenal maka kenalan."

Kendati dilaksanakan tidak semeriah biasanya, namun Meet Up/Foodcrawl komunitas MALANG LOCAL GUIDES di rumah makan SOTO MBAH BEDJO ini tetap berjalan hangat dan gayeng. Dan sesuai kebiasaan LOCAL GUIDES, sebelum mulai menyantap hidangan yang disediakan para peserta Meet Up/Foodcrawl mengambil foto sebanyak-banyaknya atas rumah makan/lokasi Meet Up/Foodcrawl. 


Menu, promo, dan plakat protokol kesehatan


Seperti apa suasana/atmosfer tempatnya, fasilitas apa saja yang disediakan (misalnya tempat parkir dan perlengkapan standar kesehatan), serta, tentu saja, pilihan menu makanan dan minuman yang disajikan. Foto-foto ini akan berguna ketika Local Guides hendak membagikan ulasan mereka atas tempat ini (points of interest; POI) di GOOGLE MAPS. Pengguna GOOGLE MAPS lainnya akan bisa mendapatkan gambaran yang obyektif dan mutakhir atas rekomendasi tempat yang, barangkali, hendak mereka datangi.

"Menikmati SOTO MBAH BEDJO rasanya nikmat banget. Kuahnya segar dan daging ayamnya empuk. Tambah yummy karena seporsinya, tuh, lengkap ada daging ayam, usus, hati ayam, dan jeroan lainnya plus balungan," tutur Erny K., peserta Meet Up/Foodcrawl.

"Kalau untuk anak kecil mending yang (menu soto) unyil. Pas banget untuk si kecil. Kursi dan mejanya imut-imut, deh," Khulaifatur Rosidah.

"Pelayanan 8/10. Masuk, pokoke," ulas Andut Baha.

Bagaimana? Para pembaca sudah ngeces?


Meracik semangkuk soto Mbah Bedjo



PROTOKOL KESEHATAN DAN GOOGLE MAPS

Tanya: Seperti apa rekomendasi Google (Maps) untuk tempat-tempat usaha yang operasionalnya terpengaruh oleh COVID-19?

Ketika suatu tempat usaha terpengaruh oleh COVID-19, semisal dengan adanya peraturan pemerintah (daerah) untuk melakukan pembatasan jam operasional, maka Google menyarankan pemilik/pengelola tempat usaha untuk memutakhirkan informasi atas tempat (POI) mereka di GOOGLE MAPS.

Pemutakhiran informasi ini dilakukan agar informasi yang tertera bis tetap akurat bagi para pelanggan/pengguna GOOGLE MAPS. Pemutakhiran ini dilakukan melalui aplikasi Google Bisnisku yang mereka kelola dan akan muncul di laman Profil Bisnis tempat yang bersangkutan di Google Search dan GOOGLE MAPS.


Kebiasaan Local Guides: Memotret makanan yang hendak disantap untuk kemudian dibagikan di Google Maps


Informasi yang bisa dimutakhirkan di antaranya perubahan jam operasional serta beragam atribusi pelayanan lainnya (pilihan layanan, protokol kesehatan dan keselamatan, dan sebagainya). Pengguna GOOGLE MAPS bisa melihat atribusi-atribusi ini pada tab "About" di laman profil tempat (POI) yang bersangkutan.

Dengan demikian pelanggan/pengguna GOOGLE MAPS bisa memeriksa dan memilih tempat usaha mana yang sekiranya telah menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan serta menentukan apakah layanan termutakhir yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Foodcrawl komunitas MALANG LOCAL GUIDES krokat-krokot soto ayam dan balungan di rumah makan SOTO MBAH BEDJO "...sambil tegur sapa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, yak!"

Siap, Rivani Rahmadani![]


Tampak depan gerai Soto Mbah Bedjo cabang Kalpataru/Cengkeh



———————

SOTO MBAH BEDJO

Jl. Kalpataru No.147, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65141

0821-3000-1195

https://maps.app.goo.gl/pg7PXsAXW8Dwnsi66




———————

PENAFIAN:

Ini adalah Meet Up bersponsor. MALANG LOCAL GUIDES berterima kasih kepada rumah makan SOTO MBAH BEDJO yang telah mensponsori meet up kali ini dengan menyediakan makanan dan minuman untuk dicicipi secara gratis. Mereka mengerti bahwa tidak satupun dari Local Guides yang menjanjikan kontribusi dalam bentuk apapun terkait bisnis yang bersangkutan sebagai imbal-balik atas sponsor yang diberikan.





———————

DAFTAR RUJUKAN:

Google Support. "Guidance for Businesses Affected by COVID-19." https://support.google.com/business/answer/9773423

Google Support. "Food Businesses Affected by COVID-19." https://support.google.com/business/answer/9805441

Peraturan Walikota Malang Nomor 19 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar: