Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » » Foto Etalase dan Hal-hal yang Patut Ditampilkan

 Tak hanya sebagai alat bantu navigasi, banyak pengguna Google Maps yang juga memanfaatkan layanan peta daring ini untuk mencari referensi. Seperti apa rupa tempat yang hendak dituju, misalnya. Dan salah satu hal yang amat berguna untuk mengenal seperti apa tempatnya (sebelum betul-betul pergi ke tempat tersebut) adalah foto etalase. Storefront. 


Lalu seperti apakah foto etalase yang baik itu? Hal-hal apa saja yang mesti ditangkap dalam foto yang dibagikan? Terutama dalam situasi-yang-Anda-sudah-tahu seperti sekarang? Simak selengkapnya: Foto Etalase dan Hal-hal Yang Patut Ditampilkan!

———————




FOTO ETALASE DAN HAL-HAL YANG PATUT DITAMPILKAN


Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Google


[MALANG LOCAL GUIDES] Konon, selain foto daftar menu, foto etalase suatu tempat di Google Maps (points of interest; POI) adalah foto yang paling banyak ditampilkan dan dilihat (oleh pengguna) di layanan peta daring ini. Setidaknya catatan kontribusi pribadi kami menunjukkan demikian. 


Artinya apa? Pengguna Google Maps yang bermaksud mencari referensi (informasi) mengenai tempat yang hendak mereka tuju hampir selalu akan memeriksa terlebih dahulu benarkah tempat ini yang mereka cari? Yang ingin mereka tuju? Ibarat berkenalan dengan orang baru, foto etalase (dari POI tersebut) adalah foto di KTP-nya. Hadap ke depan, pengaturan cahaya rata, profil wajahnya nampak. Bukan foto yang dramatis, memang, namun cukup untuk mengenali, mengidentifikasi, yang manakah orangnya.


Lalu apakah foto etalase hanya untuk menunjukkan "profil sekilas" suatu tempat? Dalam situasi-yang-Anda-sudah-tahu seperti sekarang ini, tidakkah ada fungsi foto etalase yang lebih besar dari seperti tersebut? Ternyata jawabannya adalah: ADA!


Dalam tulisannya di forum Local Guides Connect (untuk selanjutnya disebut "Connect") pada Kamis (3/9/2020) yang baru lalu, akun @KatieMcBroom, pegawai Google, menuliskan, "salah satu cara yang kamu (Local Guides —Red.) bisa lakukan untuk membantu orang lain di Google Maps, terutama dalam masa seperti ini, adalah dengan memotret papan tanda (plakat) yang ditempelkan di pintu dan jendela tempat usaha (toko)."


Dengan melakukan hal semacam ini, sambungnya, bisa membantu orang untuk memahami protokol kesehatan dan keselamatan yang diterapkan di tempat usaha (toko) tersebut.


Lalu hal-hal apa sajakah yang sebaiknya "direkam" dalam foto etalase yang hendak dibagikan?


Masih dalam artikel yang sama @KatieMcBroom menyebutkan, "tunjukkan bangunannya secara keseluruhan."


Foto yang bermanfaat mestilah menunjukkan tempat usaha (toko) yang bersangkutan beserta lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini terutama sekali foto bagian etalase (yang menunjukkan nama tempat usaha/toko beserta bagian depan tokonya) dan papan tanda yang tertempel di pintu maupun jendela etalase (misal: plakat penunjuk jam operasional dan protokol kesehatan yang diberlakukan). Kedua hal ini mestilah difoto secara jelas dan tidak terpotong (terutama untuk nama tokonya).





Secara teknis, agar foto yang Anda bagikan bisa ditampilkan dalam kualitas terbaiknya, maka foto tersebut mestilah memenuhi beberapa persyaratan berikut:  (1) foto berformat JPG atau PNG; (2) memiliki ukuran antara 10 KB - 5 MB; (3) resolusi optimal 720 px (tinggi) x 720 px (lebar), resolusi minimal 250 px (tinggi) x 250 px (lebar), dan (4) foto difoto dengan fokus dan pencahayaan yang baik, serta tidak menggunakan filter foto yang berlebihan (dengan kata lain foto yang menunjukkan kondisi aslinya).


Setelah menunjukkan bagian bangunan/toko secara keseluruhan, tips berikutnya untuk membagikan foto etalase yang bermanfaat di situasi-yang-Anda-sudah-tahu seperti ini adalah perhatikan apakah ada sesuatu hal yang berubah dari tempat usaha/toko yang bersangkutan. Misalnya rambutnya baru saja dipotong sepanjang 5 cm, aroma parfumnya baru, atau dia menggunakan riasan mata smoky-eyes.


Eh, bukan.


Maksudnya ketika Anda dapati ada tempat usaha/toko yang sempat menutup sementara operasionalnya beberapa waktu yang lalu dan sekarang sudah dibuka kembali, misalnya, atau baru saja dilakukan renovasi di sini dan situ pada bagian luar bangunannya, perhatikan apakah ada sesuatu hal yang berubah (atau baru) lalu potret dan bagikan foto tambahan terkini tersebut di Google Maps.


Tips ketiga untuk membuat foto etalase yang baik adalah jangan memotret ketika Anda sedang berada di dalam kendaraan. Turunlah, potret dengan tenang dan tidak bergoyang-goyang. Dengan begini Anda tidak akan luput menangkap detil-detil penting dari tempat usaha/toko tersebut. Tidak perlu memotret etalase toko dengan teknik panning, karena etalasenya tidak sedang cornering.


Dengan foto-foto etalase yang Anda bagikan ini, bukan cuma pengguna Google Maps lain yang akan terbantu (terutama jika ada perubahan/updates) pada tempat usaha/toko yang bersangkutan, namun Anda juga akan diganjar 5 poin kontribusi per foto yang Anda bagikan. Lumayan untuk bisa cepat naik tingkat dan menambahkan sudut pada simbol bintang di samping nama Local Guides Anda. Segan![]




———————

DAFTAR RUJUKAN:

@KatieMcBroom. "Tips for Taking Storefront Photos on Google Maps." Local Guides Connect, 3/9/2020, https://www.localguidesconnect.com/t5/Help-Desk/Tips-for-taking-storefront-photos-on-Google-Maps/ba-p/2699565

Google Support. "Add Photos or Videos to Business Listing." https://support.google.com/business/answer/6103862#photo-guidelines

Google Support. "Business Specific Photos." https://support.google.com/business/answer/6123536?hl=en&ref_topic=6130059

Google Support. "Contribute to Google Maps and Earns Points." https://support.google.com/maps/answer/6304221?hl=en&ref_topic=3257381

Google Support. "Points, Level, and Badging." https://support.google.com/local-guides/answer/6225851

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply