Slider

New Info

Aktifitas Malang Local Guides

Kuliner Malang

Wisata Malang

Aktifitas Malang Local guides

» » » » » » » Bagaimana Fitur Citra Satelit Google Maps Bekerja

 Konon, citra satelit adalah salah satu fitur yang paling populer di Google Maps. Dengan fitur ini pengguna bisa melihat, membayangkan, seperti apa rupa bentang muka Bumi jika dilihat dari atas. Atau penggemar fotografi makanan mungkin akan menyebutnya: flatlay. Lalu bagaimanakah fitur ini bekerja? Bagaimana imaji-imajinya didapatkan? Benarkah ada "penampakan misterius" yang tertangkap oleh citra ini?

_______





BAGAIMANA FITUR CITRA SATELIT GOOGLE MAPS BEKERJA


Penulis: Ario Wicaksono (@iorikun301)

Foto-foto: Google


[MALANG LOCAL GUIDES] Pernahkah Anda ketika sedang duduk di sebuah pesawat yang hendak mendarat, lalu melongokkan kepala ke pemandangan di luar jendela dan mendapati jalanan kota yang panjang meliuk-liuk, rumah-rumah penduduk dan gedung-gedung pencakar langit yang semula terlihat kecil namun lama-kelamaan makin terlihat jelas, pun pantulan sinar matahari senja yang berkeredap di wilayah perairan? Pemandangan yang menarik, bukan?

Agaknya pengalaman semacam inilah yang kemudian membuat Peter Schottenfels, seorang penggemar teknologi pemula, merasa tertarik dengan fitur citra satelit di Google Maps.

"Hampir di sepanjang sejarah umat manusia, rasanya mustahil untuk bahkan sekadar membayangkan seperti apa rupa Bumi ketika dilihat dari atas. Dan baru di abad yang lalu lah kita bisa mendapatkannya," tulisnya di The Keyword (5/10/2020).

Untuk itulah ia kemudian mewawancarai Matt Manolides, seorang Geo Data Strategist Google dengan pengalaman kerja lebih dari 14 tahun, untuk menjawab beragam keingintahuannya tentang seluk-beluk citra satelit langsung dari ahlinya.


MENGUMPULKAN CITRA DAN MENJAHITNYA

Foto-foto udara/citra satelit yang bisa dilihat di Google Maps maupun Google Earth merupakan jalinan dari banyak potongan gambar/imaji. Mosaik citra ini diperoleh dari berbagai sumber, termasuk di antaranya badan-badan resmi pemerintah, organisasi-organisasi survei geologi, hingga perusahaan penyedia citraan komersial. 

Kendati disebut sebagai citra satelit, namun imaji yang ditampilkan di Google Maps dan Google Earth ini justru tidak dihasilkan oleh satelit. Melainkan lebih disukai direkam menggunakan pesawat survei/pemetaan udara yang terbang secara berkala di berbagai penjuru dunia.

"Ada industri tertentu yang melakukan survei/pemetaan udara," tutur Matt Manolides.

Perusahaan layanan pemetaan ini menggunakan kamera beresolusi tinggi yang diletakkan pada bagian bawah pesawat survei. Ketika pesawat mengudara, kamera ini akan secara kontinyu merekam area/wilayah yang dikehendaki. Gambar yang dihasilkan oleh kamera pemetaan ini memiliki kualitas yang sangat tinggi, yang oleh karenanya bisa menghasilkan citra satelit yang detil dan tajam.

Kendati demikian, ada kalanya pada wilayah-wilayah tertentu pemetaan seperti ini tidak bisa dilakukan. Misalnya karena pasar penyedia layanan pemetaan komersialnya yang tidak ada. Jika ini terjadi, maka imaji dari wilayah/area ini akan direkam menggunakan bantuan satelit.

"Satelit menghasilkan gambar berkualitas rendah, namun (satelit) tetap bermanfaat karena memberikan cakupan (pemetaan) global," terang Matt Manolides.


Citraan Pesawat dalam Spektrum Warna Merah-Hijau-Biru



MENAMPILKAN CITRA SATELIT DI PETA

"Google memperoleh citra satelit yang tersedia secara komersial dari pihak-pihak ketiga. Kemudian tim kami (Geo Data Google) menjahit (potongan-potongan) gambar tersebut dan menjadikannya sebuah (gambar) peta yang utuh," ujar Matt Manolides pada Peter Schottenfels.

Proses semacam ini disebut sebagai photogrammetry yang kian ke mari makin bisa dilakukan secara otomatis oleh mesin/kecerdasan buatan untuk membantu menempatkan gambar-gambar secara akurat dan meningkatkan resolusi imaji yang dihasilkan.

Perlu diketahui, citraan bentang muka Bumi yang diperoleh dari pesawat pemetaan udara maupun satelit ini ketika dikirimkan ke Google masihlah dalam format gambar mentah. Artinya gambarnya masih berupa potongan-potongan yang belum disambung dan dicocokkan, juga masih terpecah ke dalam citra spektrum warna merah-hijau-biru, termasuk gambar-gambar pankromatis yang memberikan detil gambar yang lebih baik.


PEMUTAKHIRAN CITRA SATELIT SECARA BERKALA

Citra satelit di Google Maps (dan Google Earth) dimutakhirkan secara berkala. Namun frekuensi pemutakhiran ini berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

"Kami (Google) berusaha melakukan pemutakhiran citra satelit pada wilayah-wilayah yang paling banyak (sering) mengalami perubahan," ungkap Matt Manolides.

Maka pada wilayah yang terus-menerus mengalami perubahan/berkembang pesat seperti di kota-kota besar pemutakhiran citra satelit dilakukan satu tahun sekali. Sedang pada kota-kota yang lebih kecil/menengah dua tahun sekali, hingga tiga tahun sekali baru dilakukan pemutakhiran citra satelit pada kota-kota kecil.

"Secara umum tujuan kami adalah melakukan pemutakhiran (citra satelit) secara berkala pada wilayah padat penduduk. Pun kami melakukan pemutakhiran lebih sering pada wilayah-wilayah yang kami dapati sedang banyak melakukan proyek pembangunan gedung dan jalan raya," terang Matt Manolides.


"Penampakan" Kapal Tenggelam



"PENAMPAKAN MISTERIUS" DI GOOGLE MAPS

Pernah mendengar kabar mengenai penampakan kapal karam di lepas pantai Karanghawu, Jawa Barat, yang terlihat di citra satelit Google Maps beberapa waktu yang lalu? Nah, "penampakan misterius" semacam ini bukanlah hal yang terlalu aneh ditemui di Google Maps.

"Seringkali bagaimana gambar-gambar (citra satelit) tersebut dikumpulkan bisa menciptakan suatu ilusi optik," terang Matt Manolides.

"Penampakan misterius" yang paling umum ditemui, masih menurut Matt Manolides, adalah penampakan kapal karam di suatu wilayah perairan. Ini, sesungguhnya, adalah sebuah kapal yang tengah berlayar normal seperti biasa, namun karena proses penumpukan/penggabungan lapisan (data) citra satelit membuat kapal tersebut terlihat seolah karam dan tenggelam d bawah permukaan air.

Jadi kalau Anda suatu saat nanti tanpa sengaja menjumpai "penampakan misterius" di citra satelit Google Maps (maupun Google Earth) jangan terburu-buru menyimpulkan hal tersebut sebagai hantu atau hal lainnya, ya? Karena bisa jadi hal tersebut hanyalah ilusi optik akibat proses pengumpulan (data) citra satelit yang merekam beberapa gambar sekaligus dalam satu waktu namun dalam spektrum warna yang berbeda. Ojo kagetan..[]


_______

DAFTAR RUJUKAN:

Peter Schottenfels. "Ask a Techspert: How do Satellite Images Works?" The Keyword, 5/10/2020, https://blog.google/products/maps/how-do-satellite-images-work/

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply